TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Mimika mulai mematangkan rencana pembangunan tahun 2027 lewat Musrenbang RKPD yang digelar di Kantor Bappeda Mimika, Senin 30 Maret 2026.
Kegiatan ini dihadiri Forkopimda dan seluruh OPD, serta dibuka langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menaruh fokus pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong percepatan digitalisasi layanan publik.
Bupati Johannes Rettob (JR) mengatakan, arah pembangunan Mimika ke depan harus memanfaatkan kekayaan alam dan keberagaman budaya yang dimiliki daerah ini.
“Intinya satu, bagaimana masyarakat Mimika bisa sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, kesejahteraan itu tidak berdiri sendiri. Masyarakat harus sehat, punya pendidikan yang baik, serta hidup aman dan damai agar bisa menjalankan aktivitas ekonomi dengan maksimal.
Ia juga menyebut, pertumbuhan ekonomi di Mimika mulai terlihat. Pada 2025, jumlah usaha kecil meningkat sekitar 30 persen.
Saat ini, tercatat ada sekitar 8.500 UMKM di Mimika. Namun, baru sebagian kecil yang sudah masuk ke platform digital.
Pemerintah pun mendorong pelaku usaha untuk mulai go digital, misalnya dengan memasarkan produk lewat platform seperti Tokopedia dan Shopee.
“Sekarang noken saja sudah dijual online, bahkan ada pesanan dari luar daerah. Ini yang harus terus kita dorong,” katanya.
Selain UMKM, sektor pariwisata juga jadi perhatian. Harapannya, sektor ini bisa ikut menggerakkan ekonomi, mulai dari transportasi, hotel, sampai usaha kuliner.
Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar tidak bekerja sendiri-sendiri. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan sinkronisasi program agar hasilnya benar-benar terasa di masyarakat.
“Jangan buat program yang kita mau, tapi buat yang masyarakat butuh,” tegasnya.
Bupati optimistis, jika semua pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga swasta bisa bekerja sama, pembangunan di Mimika bisa berjalan lebih cepat dan merata. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










