TIMIKA, Koranpapua.id– Bupati Mimika Johannes Rettob, angkat bicara terkait aksi unjuk rasa sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dari unsur Amugme-Kamoro (Amor) yang memprotes hasil rolling jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika pada 13 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Johannes Rettob memimpin apel gabungan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin 30 Maret 2026.
Dalam arahannya, Johannes Rettob menilai aksi demonstrasi tersebut tidak memiliki niat yang baik dan diduga kuat bertujuan memecah hubungan antara dirinya dengan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.
“Ada kemarin unjuk-unjuk rasa yang dilakukan, itu niatnya kurang bagus. Niatnya untuk memecah belah saya dengan Pak Wakil Bupati, seakan-akan semua keputusannya itu saya, dan Pak Wakil Bupati tidak tahu apa-apa,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan kecurigaannya terhadap keterlibatan pihak-pihak tertentu yang disebut sebagai “pemain lama”, yang menurutnya kerap memicu konflik antara pimpinan daerah.
“Saya yakin sekali pasti ada, dan mungkin ada di antara kamu. Mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan orang di luar kalian. Tapi saya sudah curiga, ada beberapa nama saya sudah tahu, ini hati-hati ya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung bahwa dinamika ini bisa saja dipicu oleh pihak yang belum menerima perubahan atau belum mampu beradaptasi dengan kondisi baru.
“Pemain-pemain lama ini mulai bermain, mungkin saja belum move on ya kalau kata anak muda, belum move on. Kalau orang pacaran putus cinta itu kan kalau belum move on itu kan belum apa ya, belum bisa bahagia,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan bahwa kebijakan rolling jabatan merupakan bagian dari langkah penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja birokrasi, sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan profesional. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










