SINAK, koranpapua.id- Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama rombongan melaksanakan pemantauan langsung di beberapa distrik di Papua.
Salah satunya yang berkesempatan dikunjungi yakni, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Kamis 12 Maret 2026.
Ketika di Sinak, Jenderal Tandyo juga mampir di beberapa pos TNI, di antaranya Pos Satgas Yon 466 Pasgat dan Pos Satgas Yonif 142.
Kepada seluruh prajurit TNI, Jenderal Tandyo berpesan agar tetap semangat melaksanakan tugas dan pengabdian agar Papua tetap aman dan damai.
Ia juga berpesan kepada seluruh prajurit untuk menjaga kesehatan selama bertugas, sehingga tetap sehat dan dapat kembali berkumpul bersama orang-orang terkasih.
Seperti diketahui, dalam pelaksanaannya, Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas Yonif 142 terus menunjukkan dedikasi dan kewaspadaan tinggi dalam menjaga keamanan objek vital di wilayah ujung timur Indonesia.
Hal ini tampak jelas dari aktivitas prajurit yang bersiaga penuh mengamankan aktivitas di Distrik Sinak.
Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas Yonif 142 yang tergabung dalam penugasan di Distrik Sinak terpantau melakukan pengamanan ketat secara menyeluruh.

Dengan perlengkapan taktis, para prajurit tidak hanya bersiaga di area pos, tetapi juga turun langsung ke lapangan.
Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Yonif 142 secara rutin melakukan patroli di Distrik Sinak.
Mengingat kondisi geografis Sinak yang berupa pegunungan, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan untuk mencegah segala bentuk potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam keselamatan penerbangan.
Kehadiran Prajurit TNI memberikan rasa aman yang krusial bagi kelancaran transportasi udara perintis di Papua.
Ini terlihat dalam kegiatan sehari-hari, para prajurit mengawal langsung kedatangan dan keberangkatan pesawat-pesawat kecil yang menjadi urat nadi transportasi di wilayah tersebut.
Mereka juga tampak intens berkoordinasi untuk memastikan situasi di darat sepenuhnya aman dan kondusif.
Seperti diketahui, Bandara Sinak merupakan salah satu akses paling vital yang menghubungkan masyarakat di daerah terisolir pegunungan Papua dengan wilayah luar.
Jalur udara adalah metode paling efektif, bahkan seringkali satu-satunya cara, untuk mendistribusikan logistik, kebutuhan pokok, dan mobilitas warga.
Wadansatgas Yon Parako 466 Pasgat, Mayor Pas Airlangga Chandra mengatakan, keamanan bandara menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, melalui penjagaan berlapis, dedikasi, dan profesionalisme prajurit TNI, diharapkan roda perekonomian dan pembangunan di wilayah Sinak dapat terus berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kami akan terus berupaya memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat setempat,” ujar Chandra dalam keterangannya kepada koranpapua.id. (Redaksi)









