TIMIKA, Koranpapua.id- Peristiwa penembakan yang terjadi areal kerja PT Freeport Indonesia (PTFI), Rabu 11 Maret 2026 meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.
Satu karyawan perusahaan atas nama Simson Mulia (48) dilaporkan tewas, sementara temannya AM yang menjadi saksi peristiwa itu dinyatakan selamat dan menderita luka-luka.
Untuk jenazah korban meninggal telah diterbangkan ke kampung halamannya di Bandung hari ini, Rabu 12 Maret 2026.
Sebatas diketahui bahwa jika dihitung waktu, peristiwa berdarah kemarin hanya berselang satu bulan dari peristiwa pertama yang terjadi di Mile-50 pada Rabu 11 Februari 2026.
Pada penembakan sebelumnya mengakibatkan dua korban tewas, satu prajurit TNI dan satu korban lainnya merupakan perusahaan privatisasi.
Bagaimana salah satu korban bisa selamat dari terjangan amunisi yang dilepaskan Orang Tidak Dikenal (OTK)?
Berikut Iptu Firman, Kapolsek Tembagapura dalam keterangannya, Rabu 11 Maret 2026.
Firman menyebutkan peristiwa tersebut terjadi di areal tambang terbuka (open pit) Grasberg yang berada dalam wilayah kerja Freeport.
Penembakan itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIT. Aparat keamanan yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi korban ke Rumah Sakit Tembagapura.
Dalam proses evakuasi tidak berjalan mulus dan sempat terhambat lantaran adanya kontak tembak antara aparat keamaman dengan kelompok bersenjata.
Disampaikan bahwa, peristiwa penembakan terjadi ketika korban Simon sedang bekerja menggunakan kendaraan operasional ringan (light Vehicle/LV).
Dan ketika melintas OTK melepaskan tembakan ke arah kendaraan. Saksi AM yang berada di lokasi langsung berupaya menyelamatkan diri.
“Kejadian bermula saat dua karyawan Freeport sedang melakukan pengukuran water level menggunakan mobil. Setelah selesai pengerjaan, korban Simon berdiri di belakang untuk merapikan peralatan,” beber Firman.
Namun secara tiba-tiba terdengar bunyi tembakan sebanyak dua kali dan mengenai leher korban.
Melihat rekannya bersimbah darah, AM berinisiatif untuk pura-pura meninggal dunia dengan posisi tiarap di mobil.
Saksi AM kemudian melaporkan peristiwa itu melalui radio emergency ke kantor tempatnya bekerja dan bersembunyi hingga aparat keamanan tiba di lokasi.
Dilaporkan juga saat dilakukan evaluasi oleh anggota Polsek Tembagapura dan Brimob Satgas Amole, sempat terjadi kontak tembak di sekitar lokasi kejadian. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








