JAYAPURA, Koranpapua.id- Manajemen Operasional Polsek (MOP) menjadi sesuatu yang penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Polisi Republik Indonesia (Polri).
Secara khusus kepada anggota Polri yang akan menduduki jabatan atau sedang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek).
Hal ini ditegaskan Kombes Pol. Andreas Tampubolon, S.I.K., M.K.P, Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, ketika memimpin apel staf personel SPN.
Dalam apel yang berlangsung di lapangan SPN itu, juga dihadiri peserta Dikbangspes serta peserta Pelatihan Manajemen Operasional Polsek (MOP) Gelombang I Tahun Anggaran 2026, Selasa 3 Februari 2026.
Kombes Andreas mengingatkan bahwa Polsek merupakan wajah terdepan Polri yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Karena itu rekan-rekan peserta Dikbangspes dan MOP sekalian, saat ini baik buruknya citra Polri sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan oleh kita, khususnya di tingkat Polsek,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah untuk melindungi, mengayomi, dan melayani.
Pelayanan yang cepat, ramah, transparan, berkeadilan, serta sikap humanis dan profesional menjadi harapan masyarakat terhadap Polri saat ini.
Responsif terhadap laporan dan keluhan warga juga dinilai menjadi cerminan kualitas pelayanan di tingkat Polsek.
Dalam kesempatan itu, Kombes Andreas juga menyampaikan selamat datang kepada peserta MOP yang memulai kegiatan pembelajaran hari pertama di lingkungan SPN Polda Papua.
Pelatihan MOP akan berlangsung selama kurang lebih sepuluh hari atau setara 100 jam pelajaran, terhitung sejak 3 hingga 12 Februari 2026.
“Sebagai kepala SPN Polda Papua saya mengucapkan selamat datang di SPN Polda Papua, kepada rekan-rekan Pama yang mengikuti kegiatan MOP Gelombang I T.A 2026,” ungkapnya.
Dikatakan, MOP memiliki tujuan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Polri.
Khususnya dalam mempersiapkan peran sebagai calon Kapolsek maupun pejabat Polsek di kemudian hari.
“Nanti sebelum upacara penutupan, rekan-rekan akan mengikuti latihan teknis dan simulasi Polsek untuk meningkatkan koneksi antara Kapolsek dengan pengemban fungsi teknis kepolisian,” jelasnya.
Di akhir amanatnya, Kombes Andreas berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan penuh tanggung jawab.
Dengan demikian ilmu yang diperoleh dapat diterapkan saat kembali bertugas di satuan masing-masing. (Redaksi)








