TIMIKA, Koranpapua.id– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat tingkat inflasi year on year (y-on-y) di Mimika pada Januari 2026 sebesar 3,97 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 113,09.
Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) masing-masing tercatat 0,28 persen.
Inflasi tahunan tersebut terutama dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Kelompok dengan kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 24,81 persen, disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,11 persen.
Kelompok lain yang turut mengalami inflasi antara lain transportasi (2,95 persen), rekreasi, olahraga, dan budaya (3,87 persen), penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,08 persen), serta kesehatan (0,79 persen).
Sebaliknya, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi, yakni makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,30 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 1,08 persen, serta pendidikan sebesar 0,15 persen.
Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat stabil tanpa perubahan indeks.
Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y Januari 2026 antara lain tarif listrik, emas perhiasan, angkutan udara, minyak goreng, bawang merah, beras, dan bahan bakar rumah tangga.
Sementara komoditas yang menahan laju inflasi atau mengalami deflasi antara lain cabai rawit, daging babi, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, serta bensin.
BPS mencatat, kontribusi terbesar terhadap inflasi y-on-y berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,06 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,70 persen.
Secara historis, inflasi y-on-y Mimika Januari 2026 lebih tinggi dibanding Januari 2025 yang tercatat 1,63 persen, namun lebih rendah dibanding Januari 2024 yang mencapai 4,43 persen. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







