TIMIKA, Koranpapua.id– Puskesmas Timika mencatat lima penyakit terbanyak yang ditangani sepanjang tahun 2025, dengan malaria menempati urutan pertama.
Kepala Puskesmas Timika, dr. Mozes Untung, menyebutkan bahwa tingginya kasus malaria dipengaruhi oleh upaya aktif pencarian kasus sebagai bagian dari program Dinas Kesehatan yakni Tempo Kas Tuntas.
Mozes mengatakan, sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 7.233 kasus malaria. Angka ini meningkat dibanding tahun 2024 karena kami lebih aktif melakukan pemeriksaan ke masyarakat.
“Semakin banyak yang diperiksa, tentu semakin banyak kasus yang ditemukan,” ujar dr. Mozes di ruang kerjanya Selasa 27 Januari 2026.
Selain malaria, penyakit terbanyak kedua adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan 3.890 kasus.
Penyakit ini kata Mozes dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan cuaca. Sementara urutan ketiga ditempati Tuberkulosis (TBC) dengan 2.263 kasus.
“Jadi saya imbau masyarakat yang mengalami batuk lebih dari dua minggu agar segera memeriksakan diri ke puskesmas,” pesannya.
Dikatakan, saat ini pemeriksaan TBC sudah menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), sehingga hasilnya lebih cepat dan akurat dibanding metode mikroskopis sebelumnya.
Penyakit terbanyak keempat adalah hipertensi dengan 1.624 kasus. Menurutnya, peningkatan kasus hipertensi dipengaruhi oleh perubahan pola hidup, seperti pola makan tidak sehat.
Termasuk konsumsi garam dan gula berlebih, makanan cepat saji, kurang konsumsi buah dan sayur, serta minim aktivitas fisik. Bahkan, hipertensi kini mulai menyerang kelompok usia yang lebih muda.
Sementara itu, penyakit gigi dan mulut menempati urutan kelima dengan 1.397 kasus.
Masalah ini menjadi perhatian serius karena berdasarkan data nasional, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia memiliki gangguan kesehatan gigi dan mulut.
Menurut Mozes, ganguan kesehatan gigi dan mulut dapat berpotensi memicu penyakit lain seperti penyakit jantung.
“Penyakit menular seperti malaria, ISPA, dan TBC sangat dipengaruhi oleh sanitasi dan lingkungan. Sedangkan hipertensi berkaitan erat dengan gaya hidup,” tambahnya.
Untuk menekan angka penyakit tersebut, Puskesmas Timika terus melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari edukasi kesehatan.
Termasuk pengendalian lingkungan dan vektor penyakit, hingga screening massal dan pelacakan kontak, baik di dalam maupun luar gedung Puskesmas.
Program Medical Check Up (MCU) gratis dari Pemerintah Kabupaten Mimika juga dinilai sangat membantu dalam mendeteksi dini potensi masalah kesehatan masyarakat.
“Dengan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan laboratorium, kami bisa memetakan risiko penyakit menular maupun tidak menular di masa mendatang,” pungkas Mozes. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










