ADVERTISEMENT
Minggu, Januari 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Ratusan Triliun Digelontorkan tapi Papua Tidak Maju, Ini Penjelasan Direktur KPPOD Herman Suparman

“Tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan. Karena itu, ia mendorong adanya dialog yang sistematis dan inklusif”.

20 Januari 2026
0
Ratusan Triliun Digelontorkan tapi Papua Tidak Maju, Ini Penjelasan Direktur KPPOD Herman Suparman

Kementerian Keuangan RI telah menggelontorkan ratusan triliunan rupiah melalui pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk wilayah Papua (foto: ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Keuangan RI telah menggelontorkan ratusan triliunan rupiah melalui pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk wilayah Papua.

Meski demikian, proses pembangunan yang berimbas kepada kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua, berjalan di tempat alias tidak maju-maju.

ADVERTISEMENT

Apa yang menjadi biang keroknya? Berikut penjelasan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman N. Suparman.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Suparman mengatakan, pendekatan pemerintah dalam pembangunan Papua masih keliru karena menggunakan sudut pandang dari luar Papua.

Baca Juga

Papua Tolok Ukur Implementasi Kebijakan Tata Kelola SDA, Pernyataan Presiden di Forum Global Adalah Penegasan

Satgas Wirakas Dampingi Gubernur Papua Tengah Serahkan Bantuan di Puncak dan Puncak Jaya

Menurutnya, pembangunan seharusnya berangkat dari cara pandang dan definisi masyarakat Papua sendiri, bukan semata dari perspektif pemerintah pusat.

Herman menegaskan, paradigma membangun Papua perlu diubah menjadi Papua yang membangun.

Ia menilai selama ini pembangunan kerap dilihat dengan kacamata Jakarta sehingga tidak sejalan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat setempat.

“Kita jangan melihat pembangunan di Papua itu dengan kacamata kita yang dari luar Papua, apalagi dengan kacamata Jakarta atau pemerintah pusat,” ujarnya di Jakarta Jumat 16 Januari dan dikutip media ini, Selasa 19 Januari 2026.

“Tetapi bagaimana masyarakat Papua itu sendiri mendefinisikan pembangunan itu seperti apa,” tambahnya.

Ketidaksesuaian perspektif tersebut, lanjut Herman, menjadi salah satu penyebab munculnya resistensi masyarakat Papua terhadap berbagai proyek pembangunan.

Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan. Karena itu, ia mendorong adanya dialog yang sistematis dan inklusif.

“Sering kali resistensi yang dilakukan saudara-saudara kita di Papua itu karena tidak ada kecocokan antara perspektif pembangunan pemerintah pusat dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat Papua,” jelasnya.

Herman menekankan, pembangunan Papua harus dilihat melalui empat dimensi utama, yakni tata kelola, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dari keempatnya, tata kelola dinilai sebagai fondasi paling krusial. Ia menjelaskan tata kelola mencakup perencanaan, penganggaran, kebijakan, pelayanan publik, hingga pembinaan dan pengawasan.

Dalam konteks perencanaan, masyarakat Papua belum dilibatkan secara memadai.

Ia menyinggung aspirasi terkait deforestasi, perluasan sawit, dan persoalan lingkungan yang sempat disuarakan perwakilan Papua di DPD.

Menurutnya, masalah itu muncul karena masyarakat tidak dilibatkan dalam perencanaan pembangunan, baik jangka menengah maupun jangka panjang.

“Kami melihat tidak melibatkan mereka dalam kerangka perencanaan pembangunan Papua, baik dalam konteks jangka menengah RPJMD maupun jangka panjang,” bebernya.

Persoalan juga terlihat dalam pengelolaan anggaran, termasuk dana otonomi khusus yang telah berjalan hampir 25 tahun.

Menurut Herman, meskipun dana Otsus terus mengalir, persoalan dasar seperti pendidikan, kesehatan, hingga kasus busung lapar masih ditemukan.

Karenanya Ia mempertanyakan mekanisme evaluasi dan pengawasan pemerintah pusat.

Pada dimensi ekonomi, Herman menyebutkan, struktur ekonomi Papua seharusnya bertumpu pada sektor primer seperti pertanian dan kehutanan, bukan pada sektor ekstraktif.

Banyak konflik muncul karena pembangunan ekonomi didefinisikan dari sudut pandang luar.

Ketika ada resistensi terkait pembangunan atau perluasan kebun sawit dan pertambangan, itu karena kita menggunakan kacamata yang berbeda.

Bahkan menghancurkan pokok hidup orang Papua yang bersandar pada sektor kehutanan.

Dari sisi sosial, ia menyoroti sektor pendidikan dan kesehatan yang dinilainya masih tertinggal.

Herman mengingatkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua dari tahun ke tahun tetap berada di posisi bawah dibandingkan provinsi lain.

Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian khusus pemerintah pusat terhadap kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di Papua.

Sementara pada dimensi lingkungan, Herman menekankan bahwa hutan bagi masyarakat Papua bukan sekadar sumber daya alam, melainkan bagian dari identitas dan kehidupan.

“Kalau kita menghancurkan hutan di Papua, itu kita sudah menghilangkan pelan-pelan eksistensi orang Papua,” jelas Herman.

Herman juga mengaitkan isu ini dengan bencana ekologis di wilayah lain seperti Sumatra, yang menurutnya harus menjadi pelajaran agar pemerintah menahan ambisi deforestasi di Papua.

Herman menilai berbagai program dan simbol pembangunan di Papua tidak akan berdampak signifikan jika tidak diiringi pembenahan empat pilar tersebut. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Papua Tolok Ukur Implementasi Kebijakan Tata Kelola SDA, Pernyataan Presiden di Forum Global Adalah Penegasan

Papua Tolok Ukur Implementasi Kebijakan Tata Kelola SDA, Pernyataan Presiden di Forum Global Adalah Penegasan

25 Januari 2026
Satgas Wirakas Dampingi Gubernur Papua Tengah Serahkan Bantuan di Puncak dan Puncak Jaya

Satgas Wirakas Dampingi Gubernur Papua Tengah Serahkan Bantuan di Puncak dan Puncak Jaya

25 Januari 2026
Jabat Kapolda Papua Tengah, Jeremias Rontini ‘Pecah Bintang’, Berikut Sekilas Perjalanan Karirnya

Jabat Kapolda Papua Tengah, Jeremias Rontini ‘Pecah Bintang’, Berikut Sekilas Perjalanan Karirnya

25 Januari 2026
Personel Polres Mimika Diajak untuk Miliki Hati yang Tulus dan Penuh Empati

Personel Polres Mimika Diajak untuk Miliki Hati yang Tulus dan Penuh Empati

25 Januari 2026
Pembangunan Perbatasan Menjadi Beranda Depan Negara, Gubernur Fakhiri: Papua Tidak Lagi Diposisikan Wilayah Terluar

Pembangunan Perbatasan Menjadi Beranda Depan Negara, Gubernur Fakhiri: Papua Tidak Lagi Diposisikan Wilayah Terluar

25 Januari 2026
Satgas Yonif 113 Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Pedalaman Intan Jaya, Kaler Mayani: Terima Kasih TNI

Satgas Yonif 113 Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Pedalaman Intan Jaya, Kaler Mayani: Terima Kasih TNI

25 Januari 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika Pastikan Buka Penerimaan CPNS 2026, Kuota 274 Formasi

    Pemkab Mimika Pastikan Buka Penerimaan CPNS 2026, Kuota 274 Formasi

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Tim Percepatan Papua Bukan Kebutuhan Mendesak, Timbulkan Tumpang Tindih Kewenangan dan Bebani APBD

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Hendak Beribadah, Ibu Rumah Tangga Ditikam dan Tewas di Depan Gerbang Gereja

    634 shares
    Bagikan 254 Tweet 159
  • Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Brigjen Alfred Papare Bergeser ke Papua Barat, Kombes Jeremias Rontini di Papua Tengah

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Oknum Pejabat Bea Cukai Papua Diduga Lakukan Pelecehan Anak di Bawah Umur, Korban Anak Rekan Kerja

    595 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Tembak Mati Beberapa Anggota Separatis, Koops Habema Rebut Dua Markas Utama OPM Kodap XVI Yahukimo

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Muatan Berlebih Picu Kerusakan Jalan dan Jembatan, Kadis PUPR Mimika: Perlu Dibangun Jembatan Timbang

Muatan Berlebih Picu Kerusakan Jalan dan Jembatan, Kadis PUPR Mimika: Perlu Dibangun Jembatan Timbang

Kasus Dana Hibah Tahun 2013 Kembali Dipertanyakan, Desak Kejaksaan Tahan Mantan Sekretaris KPU Sarmi

Kasus Dana Hibah Tahun 2013 Kembali Dipertanyakan, Desak Kejaksaan Tahan Mantan Sekretaris KPU Sarmi

Bibit Siklon Tropis 97S Terpantau di Utara Australia, Potensi Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Papua Selatan

Bibit Siklon Tropis 97S Terpantau di Utara Australia, Potensi Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Papua Selatan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id