TIMIKA, Koranpapua.id- Isu tak berdasar tentang ilmu hitam kembali memakan korban jiwa.
Seorang petani bernama Benyamin Singgum (51) ditemukan meninggal dunia setelah menjadi sasaran penganiayaan brutal di Jalur 9, Kampung Mawes Mukti SP 6, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIT pada Kamis 1 Januari 2026.
Korban mengalami luka serius berupa luka robek di lengan dan kepala, serta luka tusuk di bagian punggung yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya.
Berdasarkan penyelidikan awal, kejadian bermula saat sekelompok pemuda dari Kampung Mawesday mendatangi rumah korban.
Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama di kediaman Benyamin hingga korban tak berdaya.
Menerima laporan warga, personel Polsek Bonggo bergerak ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus mengamankan situasi.
Tidak membutuhkan waktu lama, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua terduga pelaku utama, masing-masing berinisial MS (22) dan ZK (23).
Polisi juga membawa dua orang saksi ke Mapolsek Bonggo guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan tersebut dipicu oleh isu suanggi atau tuduhan ilmu hitam yang dialamatkan kepada korban.
Isu yang tidak dapat dibuktikan itu memicu amarah pelaku hingga berujung pada tindakan main hakim sendiri. (Redaksi)










