INTAN JAYA, Koranpapua.id– Kasus kekerasan senior terhadap yunior di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali terjadi.
Setelah kasus tewasnya Prada Luky Namo yang berujung pemecatan terhadap 17 prajurit TNI, kini kasus kekerasan menimpa Pratu Farkhan Sauqi Marpaung.
Korban yang saat ini sedang melaksanakan tugas negara di pos perbatasan Papua dengan Papua Nugini, tepatnya di di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Intan Jaya, Papua Tengah, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat dianiaya senior.
Keluarga Pratu Farkhan Sauqi Marpaung di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara (Sumut), tidak kuasa menahan tangis saat menunggu kedatangan jenazah anaknya dari Timika, Papua Tengah.
Informasi meninggalnya prajurit Pratu Farkhan diterima keluarga pada Rabu 31 Desember 2025. Kabar tersebut disampaikan oleh pihak keluarga yang juga merupakan anggota TNI.
Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengatakan anaknya diduga mengalami penganiayaan oleh seorang senior berpangkat Kopral Dua (Kopda) saat bertugas di Pos Sanepa.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini bersama Satgas Batalyon Yonif 113/Jaya Sakti.
Menurut keterangan yang diterimanya, korban sempat mengeluhkan sakit disertai menggigil saat berada di pos.
Kondisi tersebut diketahui oleh rekan-rekan korban lalu menyarankan agar berjemur.
Namun saat korban berjemur untuk menghangatkan badan, malah diduga mendapat kekerasan dan hukuman fisik oleh seniornya.
Korban disebut dipukul menggunakan ranting kayu dan ditendang pada bagian rusuk.
Melihat kondisinya semakin lemah, rekan-rekan korban membawanya ke bagian kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Ada Rencana Melamar Kekasihnya setelah Balik dari Papua
Menurut ayah korban Zakaria Marpaung anaknya telah berjanji kepada seorang wanita pujaan hatinya akan menikahinya seusai pulang dari Pamtas IND-PNG.
“Kami terkejut, saat dapat kabar meninggal itu, ada wanita datang memeluk foto dia. Rupanya teman dekatnya”.
“Dibilangnya kalau mereka sudah mengikat janji akan menikah setelah pulang pamtas IND-PNG,” ujar Zakaria Marpaung dilansir Jumat 2 Januari 2025.
Dikatakan, kekasihynya itu menangis histeris didepan rumahnya sambil terisak memanggil nama Pratu Farkhan.
“Bang kenapa kau tinggalkan aku, dibilang wanita itu sambil memeluk foto anakku. Dibilangnya kalau mereka sudah berjanji akan menikah seusai pulang dari Pamtas,” ujarnya.
Ia juga mengaku, baru tau ternyata wanita tersebut ikut mengantar Pratu Farkhan di pelabuhan Aceh saat berangkat ke Papua.
“Aku baru tau, ternyata anak gadis ini juga datang ke Aceh saat melepas anakku di pelabuhan di Aceh,” katanya sambil menitikkan air mata. (Redaksi)










