ADVERTISEMENT
Senin, September 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Dari Wacakam hingga Warifi, Musdat LMHA Kamoro Mencari Pemimpin Berjiwa Melayani, dan Lindungi Hak-Hak Masyarakat Adat

Proses pemilihan melibatkan sekitar 700 hingga 800 perwakilan dari 74 kampung, yang mana setiap kampung mengirimkan perwakilan yang jumlahnya bervariasi, disesuaikan dengan jumlah taparu.

3 Desember 2025
0
Dari Wacakam hingga Warifi, Musdat LMHA Kamoro Mencari Pemimpin Berjiwa Melayani, dan Lindungi Hak-Hak Masyarakat Adat

Foto bersama Pj Sekda Abraham Kateyau dengan tokoh-tokoh suku Kamoro dan peserta Musdat LMHA. (Foto. Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Musyawarah Adat (Musdat) Lembaga Masyarakat Hukum Adat (LMHA) Kamoro/Mimika Wee digelar, di Gedung Tongkonan, Rabu 3 Desember 2025.

Musdat yang diagendakan akan berlangsung sampai besok, Kamis 4 Desember bertujuan membentuk kepengurusan lembaga untuk melindungi hak-hak masyarakat adat.

ADVERTISEMENT

Dalam pembukaan Musdat LMHA, dihadiri oleh beberapa tokoh Kamoro/ Mimika Wee, seperti Pj. Sekda Mimika, Abraham Kateyau, Pendiri LMHA Kamoro/Mimika Wee, Philipus Monaweyauw.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hadir juga Yance Boyau, Hendrikus Atapemame, Plasidus Natipia, Damianus Samin, Edward Omeyaro dan sejumlah tokoh Kamoro lainnya.

Baca Juga

Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

PW PMI Papua Tengah Dorong Masjid di Mimika Jadi Ruang Tumbuh Pemuda Muslim

Dalam sambutannya, Ketua Pendiri LMHA Kamoro/Mimika Wee, Philipus Monaweyauw mengatakan, keberadaan lembaga hukum adat sangat penting dalam menjaga hak-hak masyarakat adat Kamoro di Mimika.

“Musdat Masyarakat Hukum Adat ini penting karena ada indikasi ‘caplok kiri kanan’, baik di laut maupun di darat. Oleh karena itu, hukum adat menjadi sangat penting,” ujar Philipus Monaweyauw.

Philipus juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh adat yang masih ada, yang terus memberikan arahan bagi lembaga tersebut untuk memastikan generasi muda Kamoro memahami hak-hak mereka sebagai masyarakat adat.

“Saya masih hidup, Pit Nawatipia, Soter Moyao, Timotius Samin masih hidup, dan masih ada generasi muda lainnya. Saya ingin adik-adik saya ini tahu hak-hak masyarakat adat,” tegasnya.

Menurutnya, panitia telah dibentuk sejak Maret untuk melaksanakan musyawarah adat ini. Philipus bersyukur atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mimika.

Atas dukungan itu, Philipus secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Plt Sekda Mimika, Abraham Kateyau.

“Panitia ini kita bentuk untuk melaksanakan Musdat ini, kita mulai dari bulan Maret. Banyak kendala yang kita hadapi,” ujarnya.

“Tapi saya bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena telah memberikan pikiran yang baik kepada Bupati dan Pak Sekda untuk membantu kami dalam pendanaan, walaupun sedikit,” ungkap Philipus.

Pemkab Mimika Komitmen Memberikan Ruang dan Dukungan

Bupati Mimika melalui Pj. Sekda Mimika, Abraham Kateyau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum untuk memilih pengurus lembaga adat.

Tetapi forum ini sebagai momentum memperkuat jati diri, solidaritas, dan keberlanjutan budaya serta hak-hak masyarakat adat Kamoro/Mimika Wee di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Abraham mengatakan, Suku Kamoro/Mimika Wee adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas daerah ini.

Nilai-nilai luhur seperti Ipere, Pimako, dan kearifan leluhur telah membimbing masyarakat menjaga harmoni dengan alam, sesama, dan Sang Pencipta.

“Tugas kita adalah mewariskan nilai-nilai ini agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” pesan Abraham.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang, pengakuan, dan dukungan terhadap kelembagaan adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya dan melindungi hak ulayat masyarakat adat,” tambahnya.

Bupati berharap, melalui pembentukan lembaga adat periode 2025-2030, akan muncul kepemimpinan yang amanah, berintegritas, mampu mengayomi seluruh keret dan masyarakat.

Serta responsif terhadap tantangan zaman, dan tetap menjalin komunikasi yang baik antara masyarakat adat dan pemerintah agar tercipta sinergi yang harmonis.

“Mari kita jalankan musyawarah ini dengan semangat persatuan, mufakat, dan saling menghormati adat. Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa, yang terpenting adalah tujuan bersama untuk kemajuan masyarakat adat dan daerah kita,” tuturnya.

Ada Enam Bakal Calon, Keputusan Kembali kepada Masyarakat

Ketua Panitia Pelaksana, Plasidus Natipia, menjelaskan bahwa proses pemilihan akan berlangsung hingga malam hari, melibatkan tokoh adat dari berbagai wilayah dari Wacakam sampai Warifi.

“Kegiatan hari ini sudah kita mulai dari penjemputan Pak Sekda hingga siang ini. Sesuai laporan, hari ini kita mulai dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam,” jelasnya.

Setelah pembukaan, steering committee akan mengambil alih dan mengarahkan pemilihan figur yang tepat.

Plasidus menambahkan, ada enam bakal calon yang masuk dalam bursa pencalonan, yang diharapkan memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat dari Wacakam hingga Warifi.

Keputusan akhir berada di tangan masyarakat, dengan suara terbanyak akan menentukan siapa yang akan menjadi Ketua LMHA Kamoro.

“Keputusan ada di masyarakat, mereka mau pilih siapa. Suara terbanyak itulah figur atau ketua LMHA Kamoro kita. Kita akan panggil Weaiku, Amareaiku, Taparauwe,” terangnya.

Proses pemilihan melibatkan sekitar 700 hingga 800 perwakilan dari 74 kampung, yang mana setiap kampung mengirimkan perwakilan yang jumlahnya bervariasi, disesuaikan dengan jumlah taparu.

Untuk persyaratan calon ketua, Plasidus menjelaskan bahwa kandidat harus merupakan orang Kamoro asli, dengan kedua orang tua (ayah dan ibu) juga asli Kamoro.

“Yang punya hak memilih itu sekitar 700-an bahkan 800-an, perwakilan dari 74 kampung. Satu kampung itu tidak menentu, ada 5, 6, atau 7 orang, disesuaikan dengan jumlah taparu. Kalau ada 7 taparu, maka 7 taparu yang datang,” ungkap Plasidus,” bebernya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

20 September 2026
APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

20 September 2026
Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

20 September 2026
TP-PKK Mimika Peringati Maulid Nabi, Suzy Rettob Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah

TP-PKK Mimika Peringati Maulid Nabi, Suzy Rettob Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah

19 September 2026
Dewan Pers: Wartawan Intimidatif dan Minta Uang Bisa Dipidana

Dewan Pers: Wartawan Intimidatif dan Minta Uang Bisa Dipidana

19 September 2026
Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

19 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pengemudi Lajuran Aris Sanda Tewas, Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Polres Mimika Serahkan Tersangka dan BB Tiga Perkara Tindak Pidana Narkotika ke Kejaksaan

Polres Mimika Serahkan Tersangka dan BB Tiga Perkara Tindak Pidana Narkotika ke Kejaksaan

FPK Mimika Benahi Data 31 Paguyuban dan Luncurkan Aplikasi untuk Penguatan Kerukunan

FPK Mimika Benahi Data 31 Paguyuban dan Luncurkan Aplikasi untuk Penguatan Kerukunan

Situasi Mimika Terkini Pasca Penemuan Dua Jenazah, Ini Pernyataan AKBP Billyandha Hildiario Budiman

Situasi Mimika Terkini Pasca Penemuan Dua Jenazah, Ini Pernyataan AKBP Billyandha Hildiario Budiman

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id