JAKARTA, Koranpapua.id- Kehadiran PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah memberikan kontribusi sebagai penggerak utama ekonomi di wilayah itu.
Kontribusi perusahaan tambang di Distrik Tembagapura itu, juga ikut memberikan kontribusi tidak saja di Papua Tengah, tetapi juga wilayah lainnya di Tanah Papua.
Hal itu disampaikan Tony Wenas, Presiden Direktur (Presdir) PTFI dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR, Senin 24 November 2025
Ia mengatakan, saat ini aktivitas Freeport menyumbang lebih dari 77 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Tengah.
Sementara untuk Kabupaten Mimika kontribusinya bahkan mencapai 91 persen.
Efek positif lainnya, dengan operasional PTFI menciptakan hingga 440 ribu kesempatan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.
Selain itu, Freeport mengklaim terus meningkatkan nilai investasi sosial di wilayah operasinya.
Disampaikan pada tahun 2024, dana yang digelontorkan mencapai US$138 juta atau mendekati Rp2 triliun.
Untuk di sektor kesehatan, Freeport mengoperasikan satu rumah sakit dan lima klinik untuk masyarakat asli Papua dari tujuh suku.
Lebih dari 150 ribu kunjungan pasien dilayani setiap tahun tanpa biaya. Perusahaan juga menyediakan akses air bersih yang disebut telah menjangkau 50 ribu rumah dan 14 desa di Mimika.
Tony menyampaikan bahwa dukungan Freeport terhadap pendidikan mencakup lebih dari 12 ribu beasiswa, hampir seluruhnya bagi putra-putri asli Papua.
Saat ini terdapat 1.500 penerima aktif dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi.
Freeport juga mengelola Sekolah Asrama Taruna Papua yang menampung 1.200 pelajar asli Papua.
Program lain yang diklaim berjalan yaitu pembangunan infrastruktur perumahan, sosial, budaya, hingga olahraga.
Tony menyebut perusahaan telah membangun lebih dari 3.500 rumah dan dua landasan perintis di wilayah dataran tinggi.
Di sektor ekonomi masyarakat, ia melanjutkan, lebih dari 200 UMKM binaan PTFI mencatat omzet hingga Rp400 miliar per tahun.
Selain itu, Freeport turut mengembangkan pertanian dan perkebunan rakyat seperti kakao seluas 250 hektare, kopi 30 hektare, komoditas sagu dan sayuran 200 hektare, serta kelapa 1.200 hektare. (Redaksi)










