JAYAPURA, Koranpapua.id– Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Waka Polda Papua, menegaskan kedamaian di Papua adalah harga mati.
Karenanya ia berpesan agar perbedaan tidak boleh menjadi permusuhan, kritik tidak boleh menjadi kebencian dan persaingan politik tidak boleh diwariskan menjadi perpecahan sosial.
Hal itu ditegaskan Brigjen Faizal Ramadhani mewakili Kapolda Papua dalam kegiatan coffee morning dan silaturahmi bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Aula Rastra Samara, Mapolda Papua, Selasa 26 Agustus 2025.
“Papua adalah rumah kita bersama, mari kita rawat dengan persaudaraan,” Faizal.
Faizal juga menyoroti bahaya isu provokatif dan hoaks yang berpotensi memecah belah.
“Bila tidak segera kita redam, narasi provokatif, berita bohong, dan ujaran kebencian akan menjadi bara yang membakar harmoni sosial di Papua,” tandasnya.
“Karena itu, kita semua harus berdiri di garda terdepan untuk menutup ruang provokasi dan mengokohkan kembali persaudaraan,” tambah Faizal.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh tokoh Papua dapat menjadi teladan bagi umat dan masyarakat.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita tanamkan di setiap hati masyarakat Papua bahwa kedamaian adalah harga mati,” harapnya.
Karena menurut Faizal, berbicara Papua bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk diketahui coffee morning dan silaturahmi itu, menjadi ruang refleksi sekaligus upaya memperkuat kebersamaan dalam menyikapi dinamika sosial pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tahun 2025.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI Thefy A. Zebua, Kasdam XVII/Cenderawasih, Kolonel (Laut) Bambang Abdullah B.R, dan PJU Polda Papua.
Dalam dialog interaktif, sejumlah tokoh agama, masyarakat, dan adat menyampaikan komitmen menjaga Papua tetap aman dengan mendorong moderasi beragama, menolak provokasi, serta menyerukan penerimaan hasil PSU secara bijak.
Seluruh peserta sepakat membacakan dan menandatangani Deklarasi Papua Damai sebagai wujud komitmen bersama menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian di Tanah Papua. (Redaksi)