ADVERTISEMENT
Rabu, April 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Freeport

Pertumbuhan Ekonomi Terburuk se- Indonesia, Mendagri Instruksikan Gubernur Meki Nawipa Belanjakan Uang Daerah untuk Pembangunan

"Angka pendapatan itu 48,71 persen, nomor satu pendapatannya, hampir 50 persen sampai Mei ini, target pendapatan APBD nya, tapi belanjanya baru sembilan persen, artinya uangnya disimpan di bank”.

26 Mei 2025
0

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Papua Tengah menjadi provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terburuk se- Indonesia.

Sayangnya predikat terburuk ini terjadi di provinsi yang dikenal dengan daerah yang memiliki lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika.

ADVERTISEMENT

Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri yang mengetahui perkembangan ekonomi Papua Tengah menjadi yang terburuk pada kuartal I tahun 2025, mengaku heran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Papua Tengah merupakan yang tercepat terkumpul dari provinsi lain di Indonesia sampai pada Mei 2025.

Baca Juga

DPRK Mimika Terima Aspirasi FRP, Mathius Yanengga: Otsus Jilid II Gagal

Demo di DPRK Mimika: FRP Angkat Isu Otsus, Freeport dan Militerisme

Pertumbuhan ekonomi daerah pada kuartal I-2025 itu, terkontraksi atau minus 25,93 persen pada kuartal I-2025.

“Menyedihkan dan pertanyaan besar kita ini minus 25,93 persen, padahal pendapatan Papua Tengah ini paling tinggi,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025, Senin 26 Mei 2025.

Tito menjelaskan, total realisasi penerimaan asli daerah Papua Tengah per Mei telah mencapai 48,71 persen.

Namun belanja daerahnya menjadi yang terburuk di antara 38 provinsi di Indonesia, yakni baru terealisasi sebesar 9,11 persen.

Kondisi ini menandakan, uang daerah Papua Tengah hanya tersimpan di bank, tidak dibelanjakan kepala daerahnya untuk mendorong ekonomi masyarakat.

“Angka pendapatan itu 48,71 persen, nomor satu pendapatannya, hampir 50 persen sampai Mei ini, target pendapatan APBD nya, tapi belanjanya baru sembilan persen, artinya uangnya disimpan di bank,” tutur Tito.

Terkait dengan ini, Mendagri meminta Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa untuk segera membelanjakan uang daerahnya untuk pembangunan.

Karena menurutnya, tanpa belanja daerah, dipastikan ekonomi tidak akan bisa bergerak dan mencapai pertumbuhan yang tinggi.

“Saya minta pak gubernur, saya tahu orang pintar juga, mantan Bupati Paniai, mantan pilot, sekolahnya pernah di luar negeri. Ini tugas pak Meki, kerja keras dorong belanjanya jangan sembilan persen, ini sudah bulan Mei,” tegas Tito.

Selain Papua Tengah, Tito juga menyinggung daerah lain yang ekonominya jauh di bawah pertumbuhan ekonomi Nasional pada kuartal I-2025 yang hanya sebesar 4,87 persen.

Daerah itu ialah daerah yang ekonominya di bawah 4 persen seperti, Provinsi Papua 3,91 persen, Papua Pegunungan 3,02 persen dan Nusa Tenggara Barat minus 1,47 persen. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

DPRK Mimika Terima Aspirasi FRP, Mathius Yanengga: Otsus Jilid II Gagal

DPRK Mimika Terima Aspirasi FRP, Mathius Yanengga: Otsus Jilid II Gagal

7 April 2026
Sambut HUT TNI AU ke-80, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Laksanakan Baksos di SDI 4 Distrik Aboy

Sambut HUT TNI AU ke-80, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Laksanakan Baksos di SDI 4 Distrik Aboy

7 April 2026
Demo di DPRK Mimika: FRP Angkat Isu Otsus, Freeport dan Militerisme

Demo di DPRK Mimika: FRP Angkat Isu Otsus, Freeport dan Militerisme

7 April 2026

Bertemu Tokoh Masyarakat Adat Mee Pago, Kementerian HAM Kirim Tim ke Dogiayai

7 April 2026
Kasus Pembunuhan Nakes: Sepuluh Anggota KKB Ditetapkan Tersangka, Empat Orang Menyerahkan Diri

Kasus Pembunuhan Nakes: Sepuluh Anggota KKB Ditetapkan Tersangka, Empat Orang Menyerahkan Diri

7 April 2026
Polres dan Pemda Nabire akan Evaluasi Organisasi yang Tidak Jelas Legalitasnya

Polres dan Pemda Nabire akan Evaluasi Organisasi yang Tidak Jelas Legalitasnya

7 April 2026

POPULER

  • Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    632 shares
    Bagikan 253 Tweet 158
  • Buntut Peristiwa Dogiayai Berdarah, Kapolda Papua Copot Kompol Yocbeth Mince Mayor

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Seorang Remaja Putri di Timika Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri, Motifnya Masih Penyelidikan

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pemkab Mimika Tetapkan WFH Setiap Jumat, Berikut Daftar Pejabat dan Unit Kerja yang Tetap Bekerja di Kantor

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Dua Unit Rumah di Timika Dilalap Api, 14 Ekor Babi Ikut Terbakar

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Perampokan Bersenjata Gasak Enam Handphone dan Uang Jutaan Rupiah

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post

Kabar Gembira, Gubernur Meki Nawipa Gratiskan 40 Ribu BPJS untuk Warga se-Tanah Papua

Dokumen Rekomendasi Pimpinan MRP se- Tanah Papua Diserahkan ke Tim Akademisi UNCEN dan UNIPA

Dokumen Rekomendasi Pimpinan MRP se- Tanah Papua Diserahkan ke Tim Akademisi UNCEN dan UNIPA

Tingkatkan Akuntabilitas, Aparat Kampung di Distrik Iwaka Dibekali Regulasi Pengelolaan Arsip Dinamis

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id