ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Puluhan Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas di Mimika Dibekali Materi Pengawasan Kesling

Tenaga Kesling juga bertugas melakukan konseling terhadap pasien yang datang dengan keluhan penyakit berbasis pada pelayanan kesehatan lingkungan.

2 Desember 2024
0
Puluhan Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas di Mimika Dibekali Materi Pengawasan Kesling

Ferry Maitindom, Kasie Kesling dan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Papua. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah memberikan pembekalan kepada puluhan tenaga sanitasi lingkungan Puskesmas tentang Pengawasan Kesehatan Lingkung (Kesling).

Pelatihan yang dilakukan Bidang Kesling Dinkes Mimika, berlangsung di salah satu hotel di Timika, Senin 2 Desember 2024.

Ferry Maitindom, Kasie Kesling dan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Papua dihadirkan sebagai pemateri dalam kegiatan itu.

Ferry menjelaskan pelatihan ini sangat penting bagi tenaga Sanitarian di Puskesmas, karena Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Baca Juga

Cegah Anak Terjerumus Narkoba, LAN Mimika Dorong Peran Orang Tua

Resmi Pimpin HKTI Mimika, Dessy Putrika Dorong Petani Jadi Penggerak Pangan

Lewat pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sanitarian dalam pelayanan kesehatan lingkungan. Karena beberapa program atau indikator kinerja mereka difokuskan pada pelayanan paripurna.

Dikatakan, pelayanan kesehatan di Puskesmas adalah pelayanan yang paling utama berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

Undang-Undang ini yang mengarahkan bagaimana penyelenggaraan pelayanan kesehatan lingkungan di Puskesmas yang harus secara terintegrasi dengan pelayanan terbaik.

“Mereka itu wajib ditingkatkan kapasitasnya, karena mungkin saja mereka masih bekerja dengan pola-pola yang lama atau bekerja tidak berdasarkan arahan dari rencana strategis pembangunan kesehatan,” jelas Ferry kepada koranpapua.id.

Ia menjelaskan pelayanan di Puskesmas diarahkan ke pelayanan preventif dan promotive.

Karenanya kesehatan lingkungan lebih banyak melakukan pelayanan preventif, terkait dengan penanganan di dalam gedung, barang habis pakai di Puskesmas dan pelayanan di luar gedung.

Ia menjelaskan pelayanan yang dilakukan tenaga Kesling di Puskesmas memiliki tiga tugas pokok yakni konseling, inspeksi Kesling dan interfensi Kesling.

“Interfensi kesehatan lingkungan sekitar lingkungan itu mereka harus selenggarakan dan dijabarkan secara baik dalam enam indikator secara Nasional,” katanya.

Tenaga Kesling juga bertugas melakukan konseling terhadap pasien yang datang dengan keluhan penyakit berbasis pada pelayanan kesehatan lingkungan, misalnya malaria, diare, TBC dan kusta frambusia dan kecacingan.

“Kesehatan lingkungan harus dikonseling untuk menunjukkan bahwa penyakit lingkungan ini perlu penanganan yang lebih spesifik,” pungkasnya.

Dengan demikian petugas perlu melakukan  kunjungan ke lapangan untuk mengetahui kondisi sesungguhnya. Apakah di lingkungan masyarakat itu mempunyai risiko-risiko yang kemudian dianalisasi, memicu munculnya kasus-kasus penyakit lingkungan.

Menurutnya, jika dalam penanganan membutuhkan sentuhan teknologi berarti bisa dengan melibatkan instansi lain.

Misalnya pasien mengalami diare penyebabnya adalah karena konsumsi air sumur yang jelek dan selanjutnya petugas Kesling memberikan desinfektan atau kaporit.

Tetapi jika tetap tidak mengalami perubahan berarti karena konstruksinya tidak bagus. Dengan demikian perlu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Karena PUPR yang mendesain sumur, jadi koordinasi agar bisa digunakan masyarakat dalam upaya memperkecil risiko munculnya penyakit yang bersumber dari air”.

Masalah lain misalnya tingginya kasus malaria disebabkan banyaknya genangan air. Atau rumput banyak tumbuh di pekarangan rumah sehingga harus dibersihkan.

Untuk mencegah penyakit-penyakit berbasis lingkungan petugas Kesling akan memberikan edukasi merubah pola perilaku masyarakat.

Caranya dengan menjaga kesehatan lingkungan, dan memperbaiki genangan air limbah cucian piring atau pakaian. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Cegah Anak Terjerumus Narkoba, LAN Mimika Dorong Peran Orang Tua

3 Oktober 2026
Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Resmi Pimpin HKTI Mimika, Dessy Putrika Dorong Petani Jadi Penggerak Pangan

3 Oktober 2026
Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

3 Oktober 2026
BRIDA Mimika Siapkan Model Koperasi untuk Gerakkan Ekonomi Wilayah Terpencil

BRIDA Mimika Siapkan Model Koperasi untuk Gerakkan Ekonomi Wilayah Terpencil

3 Oktober 2026
HKTI Papua Tengah Dorong Petani Lokal Jadi Pemasok MBG

HKTI Papua Tengah Dorong Petani Lokal Jadi Pemasok MBG

3 Oktober 2026
HKTI Papua Tengah Resmi Dilantik, Pengurus Diminta Jangan Sibuk Rapat dan Lupakan Petani

HKTI Papua Tengah Resmi Dilantik, Pengurus Diminta Jangan Sibuk Rapat dan Lupakan Petani

3 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Bappeda Mimika Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Kampung Adat, Agustinus: Tahun Depan Didorong Menjadi Perda  

Bappeda Mimika Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Kampung Adat, Agustinus: Tahun Depan Didorong Menjadi Perda  

TNI-Polri Tembak Mati Satu Satu Anggota KKB di Kabupaten Puncak

TNI-Polri Tembak Mati Satu Satu Anggota KKB di Kabupaten Puncak

Pemberlakuan Dua Arah di Jalan Budi Utomo Tanpa Koordinasi Resmi dengan Dishub Mimika

Pemberlakuan Dua Arah di Jalan Budi Utomo Tanpa Koordinasi Resmi dengan Dishub Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id