TIMIKA, Koranpapua.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah akan membangun dua Puskesmas baru, masing-masing berada di Kelurahan Perintis, Distrik Mimika Baru dan Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura.
Pembangunan dua Puskesmas tersebut rencananya akan didanai menggunakan APBD Tahun Anggaran 2025.
Hal ini disampaikan Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Mimika kepada koranpapua.id usai rapat evaluasi pelaksanaan pencapaian PIN Polio di salah satu hotel di Timika beberapa hari lalu.
Reynold menjelaskan keputusan membangun Puskesmas di wilayah Kelurahan Perintis, dengan pertimbangan jumlah penduduk yang dilayani Puskesmas Timika dan Puskesmas Pasar Sentral cukup padat.
Selain itu jangkauan masyarakat yang tinggal di sekitar Petrosea untuk berobat di Puskesmas Pasar Sentral terlalu jauh.
Masyarakat yang berobat ke Puskesmas harus mengeluarkan biaya transportasi pulang pergi bisa menghabiskan Rp30 ribu sampai Rp50 ribu.
“Buka Puskesmas ini untuk perpendek rentan kendali pelayanan dasar bidang kesehatan semakin dekat dengan masyarakat. Selain beban pelayanan dua puskesmas ini cukup tinggi,” jelas Reynold.
Mantan Sekretaris Komisi Perlindungan Anak dan HIV-Aids Mimika ini mengatakan, selama satu tahun pihaknya berupaya mencari lahan untuk lokasi pembangunan Puskesmas, dan akhirnya dapat di Jalan Perintis.
Dijelaskan, jumlah kepadatan penduduk Distrik Mimika Baru hampir 60 ribu jiwa berada di Kelurahan Perintis dan Timika Indah.
Jumlah ini sudah melebihi standar pelayanan Puskesmas diangka 30 ribu jiwa.
Untuk kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), Reynold membuat kebijakan dengan menarik tenaga kesehatan dari beberapa Puskesmas di Mimika.
Program urgensi lainnya yang akan dilakukan tahun 2025 yakni, membentuk tim penuntasan stunting. Tim ini nantinya bekerja memperkuat pelayanan Posyandu.
Dinas Kesehatan juga akan mengusulkan peningkatan tunjangan risiko kerja bagi tenaga Puskesmas yang bertugas di wilayah pesisir dan gunung, seperti yang sudah berlaku untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit Banti. (Redaksi)