ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

RSUD Mimika Rawat Kakak Beradik Didiagnosa Difteri, Satu Meninggal Dunia

Adapun gejala yang timbul adalah demam, batuk, nyeri tenggorokan, suara serak sampai dengan sesak napas.

4 Juni 2024
0
RSUD Mimika Segera Miliki Gedung Pusat Diagnostik, Pemda Gelontorkan Rp125 Miliar

Direktur RSUD Kabupaten Mimika, dr. Antonius Pasulu (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Penyakit difteri sepekan ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Untuk kejelasan penyakit ini sudah ada di Timika, Dinkes masih menunggu konfirmasi hasil dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Apakah sudah ada penderita difteri yang dirawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Mimika ?

Berikut keterangan dr. Antonius Pasulu, Sp.THT-KL.M.Kes, Direktur RSUD Mimika kepada koranpapua.id, Senin 3 Juni 2024.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Dokter Anton mengatakan pada tanggal 27 Mei 2024, RSUD menerima dua pasien kakak beradik berusia lima dan tujuh tahun.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, kakak beradik tersebut didiagnosa terpapar difteri, sehingga dilakukan perawatan intensif di ruang isolasi.

Namun pada perawatan hari ketujuh, nyawa adiknya yang berusia lima tahun tidak dapat tertolong karena komplikasi berat yang dialaminya.

Sementara untuk kondisi kakaknya saat ini menunjukkan perbaikan dari keluhan sebelumnya.

“Adiknya tidak tertolong. Kita doakan kakaknya bisa kembali pulih,” ujar dokter Anton.

Dokter Anton menuturkan, dari penelusuran diketahui bahwa kedua anak tersebut sama sekali belum mendapatkan vaksinasi/imunisasi difteri.

Dokter Anton menjelaskan, difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae.

Bakteri ini dapat tertular di segala usia, namun sering pada anak-anak.

Penularannya melalui partikel udara, percikan air liur saat bersin atau batuk.

Bisa juga penularan melalui permukaan barang yang terkontaminasi dan luka yang terinfeksi.

“Pada sebagian kasus penderita difteri mungkin tidak merasakan gejala apapun, sementara sebagian mengalami gejala ringan sampai berat,” papar dokter Anton.

Adapun gejala yang timbul adalah demam, batuk, nyeri tenggorokan, suara serak sampai dengan sesak napas.

Pada pemeriksaan didapatkan pembengkakan pada leher, terdapat lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi amandel pada tenggorokan juga didapatkan pada bagian hidung.

Bakteri ini dapat menghasilkan toxin (racun) yang merusak jaringan di hidung dan tenggorokan yang menyebabkan sumbatan pada jalan napas atas dan bawah.

Serta dapat menyebar ke aliran darah. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi ke jantung, paru, ginjal dan saraf yang dapat menyebabkan kematian.

Dokter Anton memberikan beberapa langkah sebagai upaya pencegahan:

  1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  2. Menerapkan protokol kesehatan jika sedang sakit atau berada dalam kerumunan
  3. Yang paling penting adalah memperoleh vaksinasi difteri.

Karena itu dokter Anton berpesan kepada orang tua agar dapat memastikan anak-anaknya untuk memperoleh vaksinasi.

Ini bertujuan agar terbentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit- penyakit menular yang berbahaya termasuk penyakit difteri. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Dr Aisyah: Pencegahan Narkoba Harus dari Pribadi dan Lingkungan

Dr Aisyah: Pencegahan Narkoba Harus dari Pribadi dan Lingkungan

Distrik Miru Segera Salurkan 100 Ton Beras untuk Warga Sebelas Kelurahan

Distrik Miru Segera Salurkan 100 Ton Beras untuk Warga Sebelas Kelurahan

BPBJ Mimika Catat 11.455 Paket RUP, Total Pagu Anggaran Rp3,971 Triliun

BPBJ Mimika Catat 11.455 Paket RUP, Total Pagu Anggaran Rp3,971 Triliun

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id