ADVERTISEMENT
Rabu, September 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

RSUD Mimika Rawat Kakak Beradik Didiagnosa Difteri, Satu Meninggal Dunia

Adapun gejala yang timbul adalah demam, batuk, nyeri tenggorokan, suara serak sampai dengan sesak napas.

4 Juni 2024
0
RSUD Mimika Segera Miliki Gedung Pusat Diagnostik, Pemda Gelontorkan Rp125 Miliar

Direktur RSUD Kabupaten Mimika, dr. Antonius Pasulu (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Penyakit difteri sepekan ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Untuk kejelasan penyakit ini sudah ada di Timika, Dinkes masih menunggu konfirmasi hasil dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

ADVERTISEMENT

Apakah sudah ada penderita difteri yang dirawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Mimika ?

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berikut keterangan dr. Antonius Pasulu, Sp.THT-KL.M.Kes, Direktur RSUD Mimika kepada koranpapua.id, Senin 3 Juni 2024.

Baca Juga

Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

DPO Jaringan Senjata Diamankan di Jayapura, Polisi Dalami Perannya

Dokter Anton mengatakan pada tanggal 27 Mei 2024, RSUD menerima dua pasien kakak beradik berusia lima dan tujuh tahun.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, kakak beradik tersebut didiagnosa terpapar difteri, sehingga dilakukan perawatan intensif di ruang isolasi.

Namun pada perawatan hari ketujuh, nyawa adiknya yang berusia lima tahun tidak dapat tertolong karena komplikasi berat yang dialaminya.

Sementara untuk kondisi kakaknya saat ini menunjukkan perbaikan dari keluhan sebelumnya.

“Adiknya tidak tertolong. Kita doakan kakaknya bisa kembali pulih,” ujar dokter Anton.

Dokter Anton menuturkan, dari penelusuran diketahui bahwa kedua anak tersebut sama sekali belum mendapatkan vaksinasi/imunisasi difteri.

Dokter Anton menjelaskan, difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae.

Bakteri ini dapat tertular di segala usia, namun sering pada anak-anak.

Penularannya melalui partikel udara, percikan air liur saat bersin atau batuk.

Bisa juga penularan melalui permukaan barang yang terkontaminasi dan luka yang terinfeksi.

“Pada sebagian kasus penderita difteri mungkin tidak merasakan gejala apapun, sementara sebagian mengalami gejala ringan sampai berat,” papar dokter Anton.

Adapun gejala yang timbul adalah demam, batuk, nyeri tenggorokan, suara serak sampai dengan sesak napas.

Pada pemeriksaan didapatkan pembengkakan pada leher, terdapat lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi amandel pada tenggorokan juga didapatkan pada bagian hidung.

Bakteri ini dapat menghasilkan toxin (racun) yang merusak jaringan di hidung dan tenggorokan yang menyebabkan sumbatan pada jalan napas atas dan bawah.

Serta dapat menyebar ke aliran darah. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi ke jantung, paru, ginjal dan saraf yang dapat menyebabkan kematian.

Dokter Anton memberikan beberapa langkah sebagai upaya pencegahan:

  1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  2. Menerapkan protokol kesehatan jika sedang sakit atau berada dalam kerumunan
  3. Yang paling penting adalah memperoleh vaksinasi difteri.

Karena itu dokter Anton berpesan kepada orang tua agar dapat memastikan anak-anaknya untuk memperoleh vaksinasi.

Ini bertujuan agar terbentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit- penyakit menular yang berbahaya termasuk penyakit difteri. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

30 September 2026
DPO Jaringan Senjata Diamankan di Jayapura, Polisi Dalami Perannya

DPO Jaringan Senjata Diamankan di Jayapura, Polisi Dalami Perannya

30 September 2026
Kurikulum Pendidikan Harus Berakar pada Tanah dan Budaya Setempat

Kurikulum Pendidikan Harus Berakar pada Tanah dan Budaya Setempat

30 September 2026
Dua Korban Kecelakaan Ditemukan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika, Satu Tewas di Selokan

Dua Korban Kecelakaan Ditemukan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika, Satu Tewas di Selokan

30 September 2026
Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

30 September 2026
Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

Dinkes Mimika Gencarkan PHBS dan Aksi Bergizi, Siswa SMPN 1 Mapurujaya Belajar Hidup Sehat

29 September 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Kebakaran Hutan dan Rawa-Rawa Merusak Ekosistem Tanah Papua

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Dr Aisyah: Pencegahan Narkoba Harus dari Pribadi dan Lingkungan

Dr Aisyah: Pencegahan Narkoba Harus dari Pribadi dan Lingkungan

Distrik Miru Segera Salurkan 100 Ton Beras untuk Warga Sebelas Kelurahan

Distrik Miru Segera Salurkan 100 Ton Beras untuk Warga Sebelas Kelurahan

BPBJ Mimika Catat 11.455 Paket RUP, Total Pagu Anggaran Rp3,971 Triliun

BPBJ Mimika Catat 11.455 Paket RUP, Total Pagu Anggaran Rp3,971 Triliun

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id