ADVERTISEMENT
Rabu, Juni 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Michelle, Perempuan  Muda dan Berani itu, Telah Dibuat Pergi Selamanya

Kesan pertama saat melihat dia, adalah lincah, berani, penggerak, dan luwes. Ah, juga fashionable, modis.

1 September 2023
0
Michelle, Perempuan  Muda dan Berani itu, Telah Dibuat Pergi Selamanya

Michelle Kurisi Ndoga saat bersama dengan anak-anak Papua (foto: Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Michelle Kurisi Ndoga, wanita muda yang adalah seorang aktivis Papua harus mengakhiri hidupnya di ujung moncong senjata Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Jayawijaya Papua Pengunungan, Senin 28 Agustus 2023.

 

ADVERTISEMENT

KKB menuding Michelle sebagai intelejen yang membantu TNI sebagai mata-mata pergerakan mereka di wilayah itu. Tudingan itu bertolak belakang dengan pekerjaan mulia yang dilakukan Michelle dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak-anak Papua yang selama ini masih terpinggirkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

 

Baca Juga

Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

Herman Gafur Dorong Optimalisasi Dana Otsus dan DBH untuk Pelatihan Kerja OAP

Berikut sedikit kisah Michelle dimata Anni Djou, Aktivis Perlindungan Anak di Jakarta dalam tulisan singkatnya yang diterima Koranpapua.id, 1 September 2023.

 

SUATU sore beberapa bulan lalu, seorang perempuan muda datang ke kantorku bersama seorang kawan aktifis. Mereka mengunjungi Lembaga kami karena tahu bahwa fokus perhatian kami adalah menghapuskan eksploitasi seksual pada anak.

Kesan pertama saat melihat dia, adalah lincah, berani, penggerak, dan luwes. Ah, juga fashionable, modis. Senyumnya yang lepas bebas dan ceria menghiasi wajahnya.

Namun saat bercerita tentang kondisi anak-anak di pedalaman Papua, senyum itu hilang, berubah menjadi tangis, dengan mata yang bernyala dan penuh semangat.

Sambil menahan isak, dia berkata terputus-putus: “Bagiku, yang penting adalah menyelamatkan anak-anak Papua dan juga perempuan Papua dari kehancuran. Aku akan berjuang untuk menunjukkan pada dunia bahwa anak-anak Papua perlu dibantu untuk keluar dari ketertinggalan, dan bahwa anak-anak Papua bisa menjadi pribadi-pribadi yang kuat, bisa berjuang untuk menata masa depan yang baik!”

Dia datang membawa data, beserta bukti-bukti foto dan video, mengangkat keprihatinannya akan fenomena anak-anak di Papua, yang sekarang ini giat menjual konten porno bikinan mereka sendiri, untuk mendapatkan uang.

Saya memberanikan diri melihat salah satu video dan shocked melihatnya, bukan hanya karena kegiatan yang sedang dilakukan oleh pasangan dalam video itu, tapi polosnya wajah-wajah  itu, dengan taksiran usia sekitar 13 -15 tahun. Dia bilang:” Bu, yang lebih parah lagi adalah fenomena ini sekarang digoreng ke arah politik”. 

Waaah… ini bahaya betul, bagaimana fenomena yang akan membuat anak-anak ini rusak seumur hidup malah digoreng ke unsur politis??  Tapi diskusi kami tidak berfokus pada isu politiknya melainkan isu anak dan perempuan.

Dengan caranya dia mengumpulkan fakta-fakta tentang anak Papua, yang mungkin oleh orang lain tidak atau belum dilihat secara serius, yakni kekerasan dan eksploitasi seksual on line.

Dulu, sebelum banyak HP dan lain-lain, masih hanya kelompok tertentu yang menjual diri, tetapi sekarang karena mudah sekali orang bikin konten, hanya dengan modal HP, foto atau bikin video pendek, langsung dapat uang 150 ribu, 200 ribu.

“ Banyak anak-anak kami yang melakukan itu dengan senang hati, katanya. Anak-anak itu ternyata gampang menemukan pembeli, bu. Sekali dapat, dia tinggal ajak lagi kawan lain, dia dapat lagi tambahan uang,“ jelas Michele.

Kami bersepakat akan membawa hal-hal ini ke forum yang lebih strategis, namun rencana itu belum terwujud, dia sudah pergi. Entah, siapa yang akan meneruskan upaya kemanusiaannya ini.

Pertikaian politik ini telah membawa kerugian yang sangat besar, mematikan energi kemanusiaan yang sesungguhnya. Dia sungguh memiliki energi perjuangan untuk nasip anak-anak Papua.

Entah, apakah para pelaku yang menghabisinya sungguh memiliki tekat untuk membangun manusia Papua seperti dia??  atau motivasi lain? Hanya Tuhan yang tahu. 

Selamat jalan Michele, perempuan pejuang. Usiamu yang pendek mungkin berbobot jauh lebih banyak daripada orang berusia panjang yang hidupnya tanpa isi. Kau telah mengisi hidupmu dengan perjuangan bagi kemanusiaan.

Mungkin perjuanganmu belum menunjukkan hasil di dunia, tapi pasti, Tuhan melihat niat dan semangatmu. Itu adalah persembahan yang sejati untukNya. Damai di surga, Michelle sang pejuang! Semoga keluarga diberi kekuatan. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

2 Juni 2026
Apelcami Gelar Unjuk Rasa di DPRK Mimika, Desak Evaluasi Ketenagakerjaan dan Pendidikan OAP

Herman Gafur Dorong Optimalisasi Dana Otsus dan DBH untuk Pelatihan Kerja OAP

2 Juni 2026
Menteri Koperasi RI Dijadwalkan Kunjungi Mimika, Dorong Pengembangan Koperasi Merah Putih

Kadis Koperasi dan UMKM Samuel Yogi Apresiasi Education Expo 2026 SDI Inpres Timika II

2 Juni 2026
Apelcami Gelar Unjuk Rasa di DPRK Mimika, Desak Evaluasi Ketenagakerjaan dan Pendidikan OAP

SD Inpres Timika II Gelar Education Expo 2026, Tampilkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Papua

2 Juni 2026
Apelcami Gelar Unjuk Rasa di DPRK Mimika, Desak Evaluasi Ketenagakerjaan dan Pendidikan OAP

Apelcami Gelar Unjuk Rasa di DPRK Mimika, Desak Evaluasi Ketenagakerjaan dan Pendidikan OAP

2 Juni 2026
Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Sarmi

2 Juni 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    832 shares
    Bagikan 333 Tweet 208
  • Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

    609 shares
    Bagikan 244 Tweet 152
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Freeport Serahkan Bantuan 520 Kg Bama untuk Korban Banjir dan Longsor di Baluni dan Jagamin

Freeport Serahkan Bantuan 520 Kg Bama untuk Korban Banjir dan Longsor di Baluni dan Jagamin

Kader Golkar dan Simpatisan Eltinus Omaleng Padati Terminal Mozes Kilangin

Kader Golkar dan Simpatisan Eltinus Omaleng Padati Terminal Mozes Kilangin

Ribuan Simpatisan EO Penuh Sesak di Bandara Mozes Kilangin, Konvoi Kendaraan Sepanjang Tiga KM

Ribuan Simpatisan EO Penuh Sesak di Bandara Mozes Kilangin, Konvoi Kendaraan Sepanjang Tiga KM

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id