ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 5, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Michelle, Perempuan  Muda dan Berani itu, Telah Dibuat Pergi Selamanya

Kesan pertama saat melihat dia, adalah lincah, berani, penggerak, dan luwes. Ah, juga fashionable, modis.

1 September 2023
0
Michelle, Perempuan  Muda dan Berani itu, Telah Dibuat Pergi Selamanya

Michelle Kurisi Ndoga saat bersama dengan anak-anak Papua (foto: Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Michelle Kurisi Ndoga, wanita muda yang adalah seorang aktivis Papua harus mengakhiri hidupnya di ujung moncong senjata Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Jayawijaya Papua Pengunungan, Senin 28 Agustus 2023.

 

ADVERTISEMENT

KKB menuding Michelle sebagai intelejen yang membantu TNI sebagai mata-mata pergerakan mereka di wilayah itu. Tudingan itu bertolak belakang dengan pekerjaan mulia yang dilakukan Michelle dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak-anak Papua yang selama ini masih terpinggirkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

 

Baca Juga

Edaran Bupati Terbit, Truk Pengangkut Material Tanpa Terpal Masih Bebas Melintas di Timika

103 Pasangan di Mimika Ikuti Nikah Massal, Pemkab Pastikan Kepastian Hukum Keluarga

Berikut sedikit kisah Michelle dimata Anni Djou, Aktivis Perlindungan Anak di Jakarta dalam tulisan singkatnya yang diterima Koranpapua.id, 1 September 2023.

 

SUATU sore beberapa bulan lalu, seorang perempuan muda datang ke kantorku bersama seorang kawan aktifis. Mereka mengunjungi Lembaga kami karena tahu bahwa fokus perhatian kami adalah menghapuskan eksploitasi seksual pada anak.

Kesan pertama saat melihat dia, adalah lincah, berani, penggerak, dan luwes. Ah, juga fashionable, modis. Senyumnya yang lepas bebas dan ceria menghiasi wajahnya.

Namun saat bercerita tentang kondisi anak-anak di pedalaman Papua, senyum itu hilang, berubah menjadi tangis, dengan mata yang bernyala dan penuh semangat.

Sambil menahan isak, dia berkata terputus-putus: “Bagiku, yang penting adalah menyelamatkan anak-anak Papua dan juga perempuan Papua dari kehancuran. Aku akan berjuang untuk menunjukkan pada dunia bahwa anak-anak Papua perlu dibantu untuk keluar dari ketertinggalan, dan bahwa anak-anak Papua bisa menjadi pribadi-pribadi yang kuat, bisa berjuang untuk menata masa depan yang baik!”

Dia datang membawa data, beserta bukti-bukti foto dan video, mengangkat keprihatinannya akan fenomena anak-anak di Papua, yang sekarang ini giat menjual konten porno bikinan mereka sendiri, untuk mendapatkan uang.

Saya memberanikan diri melihat salah satu video dan shocked melihatnya, bukan hanya karena kegiatan yang sedang dilakukan oleh pasangan dalam video itu, tapi polosnya wajah-wajah  itu, dengan taksiran usia sekitar 13 -15 tahun. Dia bilang:” Bu, yang lebih parah lagi adalah fenomena ini sekarang digoreng ke arah politik”. 

Waaah… ini bahaya betul, bagaimana fenomena yang akan membuat anak-anak ini rusak seumur hidup malah digoreng ke unsur politis??  Tapi diskusi kami tidak berfokus pada isu politiknya melainkan isu anak dan perempuan.

Dengan caranya dia mengumpulkan fakta-fakta tentang anak Papua, yang mungkin oleh orang lain tidak atau belum dilihat secara serius, yakni kekerasan dan eksploitasi seksual on line.

Dulu, sebelum banyak HP dan lain-lain, masih hanya kelompok tertentu yang menjual diri, tetapi sekarang karena mudah sekali orang bikin konten, hanya dengan modal HP, foto atau bikin video pendek, langsung dapat uang 150 ribu, 200 ribu.

“ Banyak anak-anak kami yang melakukan itu dengan senang hati, katanya. Anak-anak itu ternyata gampang menemukan pembeli, bu. Sekali dapat, dia tinggal ajak lagi kawan lain, dia dapat lagi tambahan uang,“ jelas Michele.

Kami bersepakat akan membawa hal-hal ini ke forum yang lebih strategis, namun rencana itu belum terwujud, dia sudah pergi. Entah, siapa yang akan meneruskan upaya kemanusiaannya ini.

Pertikaian politik ini telah membawa kerugian yang sangat besar, mematikan energi kemanusiaan yang sesungguhnya. Dia sungguh memiliki energi perjuangan untuk nasip anak-anak Papua.

Entah, apakah para pelaku yang menghabisinya sungguh memiliki tekat untuk membangun manusia Papua seperti dia??  atau motivasi lain? Hanya Tuhan yang tahu. 

Selamat jalan Michele, perempuan pejuang. Usiamu yang pendek mungkin berbobot jauh lebih banyak daripada orang berusia panjang yang hidupnya tanpa isi. Kau telah mengisi hidupmu dengan perjuangan bagi kemanusiaan.

Mungkin perjuanganmu belum menunjukkan hasil di dunia, tapi pasti, Tuhan melihat niat dan semangatmu. Itu adalah persembahan yang sejati untukNya. Damai di surga, Michelle sang pejuang! Semoga keluarga diberi kekuatan. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Edaran Bupati Terbit, Truk Pengangkut Material Tanpa Terpal Masih Bebas Melintas di Timika

Edaran Bupati Terbit, Truk Pengangkut Material Tanpa Terpal Masih Bebas Melintas di Timika

5 Agustus 2026
103 Pasangan di Mimika Ikuti Nikah Massal, Pemkab Pastikan Kepastian Hukum Keluarga

103 Pasangan di Mimika Ikuti Nikah Massal, Pemkab Pastikan Kepastian Hukum Keluarga

5 Agustus 2026
Pemprov Papua Selatan Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Kualitas SDM

UNJ Bekali Mahasiswa Mappi Papua Selatan Lewat Program Matrikulasi Sebelum Kuliah

5 Agustus 2026
Pemprov Papua Selatan Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Kualitas SDM

Pemprov Papua Selatan Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Kualitas SDM

5 Agustus 2026
Dinkes Mimika Gencarkan GERMAS di Pasar Sentral, Dorong Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

Retribusi Tetap Dipungut, Pasar Sentral Timika Masih Terjebak Sampah dan Genangan Air

5 Agustus 2026
Dinkes Mimika Gencarkan GERMAS di Pasar Sentral, Dorong Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

Kelurahan Pasar Sentral Apresiasi GERMAS Dinkes Mimika, Edukasi Hidup Sehat Dinilai Positif

5 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    656 shares
    Bagikan 262 Tweet 164
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Freeport Serahkan Bantuan 520 Kg Bama untuk Korban Banjir dan Longsor di Baluni dan Jagamin

Freeport Serahkan Bantuan 520 Kg Bama untuk Korban Banjir dan Longsor di Baluni dan Jagamin

Kader Golkar dan Simpatisan Eltinus Omaleng Padati Terminal Mozes Kilangin

Kader Golkar dan Simpatisan Eltinus Omaleng Padati Terminal Mozes Kilangin

Ribuan Simpatisan EO Penuh Sesak di Bandara Mozes Kilangin, Konvoi Kendaraan Sepanjang Tiga KM

Ribuan Simpatisan EO Penuh Sesak di Bandara Mozes Kilangin, Konvoi Kendaraan Sepanjang Tiga KM

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id