ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Michelle, Perempuan  Muda dan Berani itu, Telah Dibuat Pergi Selamanya

Kesan pertama saat melihat dia, adalah lincah, berani, penggerak, dan luwes. Ah, juga fashionable, modis.

1 September 2023
0
Michelle, Perempuan  Muda dan Berani itu, Telah Dibuat Pergi Selamanya

Michelle Kurisi Ndoga saat bersama dengan anak-anak Papua (foto: Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Michelle Kurisi Ndoga, wanita muda yang adalah seorang aktivis Papua harus mengakhiri hidupnya di ujung moncong senjata Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Jayawijaya Papua Pengunungan, Senin 28 Agustus 2023.

 

ADVERTISEMENT

KKB menuding Michelle sebagai intelejen yang membantu TNI sebagai mata-mata pergerakan mereka di wilayah itu. Tudingan itu bertolak belakang dengan pekerjaan mulia yang dilakukan Michelle dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak-anak Papua yang selama ini masih terpinggirkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

 

Baca Juga

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Berikut sedikit kisah Michelle dimata Anni Djou, Aktivis Perlindungan Anak di Jakarta dalam tulisan singkatnya yang diterima Koranpapua.id, 1 September 2023.

 

SUATU sore beberapa bulan lalu, seorang perempuan muda datang ke kantorku bersama seorang kawan aktifis. Mereka mengunjungi Lembaga kami karena tahu bahwa fokus perhatian kami adalah menghapuskan eksploitasi seksual pada anak.

Kesan pertama saat melihat dia, adalah lincah, berani, penggerak, dan luwes. Ah, juga fashionable, modis. Senyumnya yang lepas bebas dan ceria menghiasi wajahnya.

Namun saat bercerita tentang kondisi anak-anak di pedalaman Papua, senyum itu hilang, berubah menjadi tangis, dengan mata yang bernyala dan penuh semangat.

Sambil menahan isak, dia berkata terputus-putus: “Bagiku, yang penting adalah menyelamatkan anak-anak Papua dan juga perempuan Papua dari kehancuran. Aku akan berjuang untuk menunjukkan pada dunia bahwa anak-anak Papua perlu dibantu untuk keluar dari ketertinggalan, dan bahwa anak-anak Papua bisa menjadi pribadi-pribadi yang kuat, bisa berjuang untuk menata masa depan yang baik!”

Dia datang membawa data, beserta bukti-bukti foto dan video, mengangkat keprihatinannya akan fenomena anak-anak di Papua, yang sekarang ini giat menjual konten porno bikinan mereka sendiri, untuk mendapatkan uang.

Saya memberanikan diri melihat salah satu video dan shocked melihatnya, bukan hanya karena kegiatan yang sedang dilakukan oleh pasangan dalam video itu, tapi polosnya wajah-wajah  itu, dengan taksiran usia sekitar 13 -15 tahun. Dia bilang:” Bu, yang lebih parah lagi adalah fenomena ini sekarang digoreng ke arah politik”. 

Waaah… ini bahaya betul, bagaimana fenomena yang akan membuat anak-anak ini rusak seumur hidup malah digoreng ke unsur politis??  Tapi diskusi kami tidak berfokus pada isu politiknya melainkan isu anak dan perempuan.

Dengan caranya dia mengumpulkan fakta-fakta tentang anak Papua, yang mungkin oleh orang lain tidak atau belum dilihat secara serius, yakni kekerasan dan eksploitasi seksual on line.

Dulu, sebelum banyak HP dan lain-lain, masih hanya kelompok tertentu yang menjual diri, tetapi sekarang karena mudah sekali orang bikin konten, hanya dengan modal HP, foto atau bikin video pendek, langsung dapat uang 150 ribu, 200 ribu.

“ Banyak anak-anak kami yang melakukan itu dengan senang hati, katanya. Anak-anak itu ternyata gampang menemukan pembeli, bu. Sekali dapat, dia tinggal ajak lagi kawan lain, dia dapat lagi tambahan uang,“ jelas Michele.

Kami bersepakat akan membawa hal-hal ini ke forum yang lebih strategis, namun rencana itu belum terwujud, dia sudah pergi. Entah, siapa yang akan meneruskan upaya kemanusiaannya ini.

Pertikaian politik ini telah membawa kerugian yang sangat besar, mematikan energi kemanusiaan yang sesungguhnya. Dia sungguh memiliki energi perjuangan untuk nasip anak-anak Papua.

Entah, apakah para pelaku yang menghabisinya sungguh memiliki tekat untuk membangun manusia Papua seperti dia??  atau motivasi lain? Hanya Tuhan yang tahu. 

Selamat jalan Michele, perempuan pejuang. Usiamu yang pendek mungkin berbobot jauh lebih banyak daripada orang berusia panjang yang hidupnya tanpa isi. Kau telah mengisi hidupmu dengan perjuangan bagi kemanusiaan.

Mungkin perjuanganmu belum menunjukkan hasil di dunia, tapi pasti, Tuhan melihat niat dan semangatmu. Itu adalah persembahan yang sejati untukNya. Damai di surga, Michelle sang pejuang! Semoga keluarga diberi kekuatan. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

Menembus Batas Demi Kemanusiaan, Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil di Sinak Menuju RSUD Timika

14 Juli 2026
Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

Abrasi Ancam Pesisir Merauke, Garis Pantai Bergeser Sekitar 100 Meter

14 Juli 2026
Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

14 Juli 2026
Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

Cegah Pernikahan Dini, UNICEF, PPA Papua dan Forum Anak Susun Sejumlah Kebijakan

14 Juli 2026
Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

Pemeriksaan Dini Bayi Terlahir dengan Ibu Penderita HIV, Kemenkes Didesak Pengadaan Reagen

14 Juli 2026
Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

Inovasi MathNoken Karya Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Nasional

14 Juli 2026

POPULER

  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Bergeser dari Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Jabat Dirreskrimsus Polda Papua

    722 shares
    Bagikan 289 Tweet 181
  • Markas Kodal Drone TNI untuk Perkuat Operasi di Papua Berdudukan di Timika

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Freeport Serahkan Bantuan 520 Kg Bama untuk Korban Banjir dan Longsor di Baluni dan Jagamin

Freeport Serahkan Bantuan 520 Kg Bama untuk Korban Banjir dan Longsor di Baluni dan Jagamin

Kader Golkar dan Simpatisan Eltinus Omaleng Padati Terminal Mozes Kilangin

Kader Golkar dan Simpatisan Eltinus Omaleng Padati Terminal Mozes Kilangin

Ribuan Simpatisan EO Penuh Sesak di Bandara Mozes Kilangin, Konvoi Kendaraan Sepanjang Tiga KM

Ribuan Simpatisan EO Penuh Sesak di Bandara Mozes Kilangin, Konvoi Kendaraan Sepanjang Tiga KM

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id