ADVERTISEMENT
Kamis, Januari 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Bangun Pagar Keliling, RSUD Mimika Alokasikan Rp3,5 Milliar

Berkunjung ke rumah sakit adalah hak semua warga Mimika untuk mendapat pelayanan kesehatan. Karenanya RSUD harus memastikan jalur aman dan nyaman yang bisa diakses oleh masyarakat yang akan menuju ruang rawat darurat.

29 Juli 2023
0
Tukang sementara mengerjakan pembangunan pagar tembok pengaman area jalur emergency RSUD Mimika setinggi tiga meter. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Tukang sementara mengerjakan pembangunan pagar tembok pengaman area jalur emergency RSUD Mimika setinggi tiga meter. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika mengalokasikan Rp3,5 miliar untuk membangun pagar permanen keliling kompleks rumah sakit.

Besaran dana yang diambil dari DPA RSUD melalui pagu APBD Mimika Tahun 2023, akan dimanfaatkan untuk mendanai pengerjaan pagar sepanjang 658 meter dengan tinggi tiga meter.

ADVERTISEMENT

“ Pagar ini bertujuan untuk memenuhi standar pelayanan dan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat yang datang berobat,” ujar Direktur RSUD Mimika dr. Anton Pasulu kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Sabtu 29  Juli 2023.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dikatakan, setiap tahun, RSUD menjadi catatan dari Kementerian Kesehatan, karena area rumah sakit sangat bebas dilewati warga yang tidak kepentingan dengan pelayanan kesehatan.

Baca Juga

Digerebek Dini Hari, Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Homestay Cartensz Timika

Harga Tiket Penerbangan Perintis di Papua Tengah Terlalu Mahal, Dijual Rp1,5 Juta hingga Rp3,5 Juta

“Minimal RSUD harus mempunyai jalur keluar masuk satu pintu untuk memudahkan pengawasan,” tandas Anton. Menurutnya, proyek pembangunan pagar sudah melewati pelelangan secara elektronik.

Untuk pembangunan pagar bagian samping awalnya mendapat keberatan dari warga RT 02 Kampung Mawokauw Jaya, yang rumahnya berhadapan dengan RSUD. Keberatan tersebut dikarenakan pembangunan pagar menutup akses jalan warga yang sudah dipakai belasan tahun.

Meski demikian persoalan tersebut sudah dibahas bersama Ketua RT 02 dan Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edison Rafra. Anton tidak menjelaskan secara rinci hasil pertemuan itu, namun dipastikan proyek pengerjaan pagar bisa dilanjutkan.

“ Tadi pagi kita pertemuan di ruang pertemuan Edelweis. Kita sudah sepakati bersama dan sudah clear dan sudah aman,” jelas Anton.

Dalam pertemuan itu, warga minta untuk mengijinkan memberikan akses jalan kecil. Namun permintaan itu tidak bisa diterima, dikarenakan sesuai aturan jalan menuju area emergency untuk pasien harus bebas hambatan.

“Kalau kita buat pintu untuk akses keluar masuk nantinya punya potensi orang melintas, kendaraan juga melintas dan sangat mengganggu standar pelayanan area emergency,” tandas Anton.

Ia memastikan dengan membuka akses jalan di wilayah itu, akan memberikan peluang menimbulkan kecelakaan. Karena selain warga, jalan tersebut bisa menjadi jalur keluar masuk ternak anjing dan ayam, sehingga dapat mengganggu lalulintas kendaran yang mengangkut pasien menuju kamar emergency.

Anton menuturkan, keberadaan jalan itu sudah ada sejak RSUD beroperasi 12 November 2008. Jalan tersebut dibuka mengingat saat itu belum mempunyai pilihan akses lain untuk menuju jalan raya.

Namun karena keberadaan jalan dapat mengganggu aktivitas pelayanan rumah sakit, maka tahun 2020 pihak RSUD meminta kepada Bupati Mimika Nonaktif Eltinus Omaleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membangun akses jalan dan jembatan untuk kebutuhan lalulintas warga yang hendak ke jalan raya.

“Jadi mereka sudah punya akses keluar masuk ke jalan raya. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk melewati area emergency rumah sakit. Jalannya juga sudah diaspal,” papar Anton.

Berkunjung ke rumah sakit adalah hak semua warga Mimika untuk mendapat pelayanan kesehatan. Karenanya RSUD harus betul-betul memastikan jalur aman dan nyaman yang bisa diakses oleh masyarakat yang akan menuju ruang rawat darurat. (redaksi)

 

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Digerebek Dini Hari, Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Homestay Cartensz Timika

Digerebek Dini Hari, Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Homestay Cartensz Timika

21 Januari 2026
Harga Tiket Penerbangan Perintis di Papua Tengah Terlalu Mahal, Dijual Rp1,5 Juta hingga Rp3,5 Juta

Harga Tiket Penerbangan Perintis di Papua Tengah Terlalu Mahal, Dijual Rp1,5 Juta hingga Rp3,5 Juta

21 Januari 2026
Dugaan Korupsi Dermaga Apung, Kejati Papua Barat Tetapkan Tiga Tersangka, Kerugian Negara Rp21 Miliar

Dugaan Korupsi Dermaga Apung, Kejati Papua Barat Tetapkan Tiga Tersangka, Kerugian Negara Rp21 Miliar

21 Januari 2026

Wamendagri Desak Pemda di Papua Raya Segera Percepat Penetapan RAP Dana Otsus 2026, Termasuk Mimika

21 Januari 2026
Bibit Siklon Tropis 97S Terpantau di Utara Australia, Potensi Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Papua Selatan

Bibit Siklon Tropis 97S Terpantau di Utara Australia, Potensi Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Papua Selatan

21 Januari 2026
Kasus Dana Hibah Tahun 2013 Kembali Dipertanyakan, Desak Kejaksaan Tahan Mantan Sekretaris KPU Sarmi

Kasus Dana Hibah Tahun 2013 Kembali Dipertanyakan, Desak Kejaksaan Tahan Mantan Sekretaris KPU Sarmi

21 Januari 2026

POPULER

  • Hendak Beribadah, Ibu Rumah Tangga Ditikam dan Tewas di Depan Gerbang Gereja

    Hendak Beribadah, Ibu Rumah Tangga Ditikam dan Tewas di Depan Gerbang Gereja

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika Pastikan Buka Penerimaan CPNS 2026, Kuota 274 Formasi

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Berduka, Mayor Yohanes Mate Meninggal Dunia

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Oknum Pejabat Bea Cukai Papua Diduga Lakukan Pelecehan Anak di Bawah Umur, Korban Anak Rekan Kerja

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Tim Percepatan Papua Bukan Kebutuhan Mendesak, Timbulkan Tumpang Tindih Kewenangan dan Bebani APBD

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Polisi Bekuk Pelaku Perkelahian Maut yang Tewaskan Mahasiswa Papua Tengah di Bantul

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Prihatin, Mantan Aspidsus Kejati Papua Diduga Terseret Kasus Dugaan TPPU dan Gratifikasi

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Endang Letsoin, Ketua DPC WKRI Katedral Tiga Raja, RD. Amandus Rahadet, Pr bersama pengurus WKRI, para senior menyanyikan lagu selamat ulang tahun sebelum memotong kue HUT ke 99, Minggu 30 Juli 2023. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Mengenakan Kebaya Berbalut Selendang Biru, WKRI Katedral Tiga Raja Rayakan HUT ke 99

Hellois M. Kemong, Ketua IPMT menyerahkan aspirasi kepada Willem Naa, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Senin 31 Juli 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

IPMT Demo Damai Desak Dinas Pendidikan Mimika Klarifikasi Hasil Seleksi Beasiswa ADik

Dr. Willem Naa, Plt Kepala Dinas Pendidikan didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Fransiskus Bokeyau, S.Pd menerima aspirasi IPMT di kantor Dinas Pendidikan, Senin 31 Juli 2023. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Status Guru Honor di Lima Sekolah Yayasan Diubah Menjadi Guru Kontrak, Gaji Dibayar Melalui APBD

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id