ADVERTISEMENT
Senin, November 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

60 Nakes di Mimika Ikut Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemetaan Daerah Reseptif Malaria

Pengetahuan yang didapat dalam pelatihan selanjutnya bisa diaplikasikan di tempat kerja masing-masing

24 Mei 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Kabupaten Mimika masih menjadi daerah penyumbang Malaria tertinggi di Papua maupun nasional. Menekan angka jumlah penderita, Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemetaan Daerah Reseptif Malaria kepada 60 tenaga kesehatan utusan 26 Puskesmas di Kabupaten Mimika.

Berdasarkan data Dinkes tahun 2022 dari 397.000 pemeriksa terdapat 131,80 kasus malaria.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu 24 Mei-Jumat 26 Mei di Hotel Grand Tembaga secara resmi dibuka Marsel Mameyau, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Kegiatan pelatihan sangat penting, karena selama ini malaria masih menjadi problem bersama. Berdasarkan data Dinkes tahun 2022 dari 397.000 pemeriksa terdapat 131,80 kasus malaria. Dengan jumlah ini memposisikan Mimika sebagai daerah penyumbang malaria terbesar di Papua dan Nasional.

Kepada para Nakes Marsel berpesan untuk serius mengikuti pelatihan termasuk melakukan survei di lapangan. Pengetahuan yang didapat dalam pelatihan selanjutnya bisa diaplikasikan di tempat kerja masing-masing. Melalui pelatihan juga dapat merefres kembali seputar malaria dan mengenal jentik nyamuk.

Baca Juga

Satgas TNI-Polri Terangi Kampung Oksingsing dengan Lampu Tenaga Surya

Delapan Tahun Menanti, Warga Kampung Mosso Jayapura Akhirnya Miliki Gereja Layak

Imelda Ohoiledjaan, Penanggungjawab Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menjelaskan, sebelum mengikuti pelatihan para peserta terlebih dahulu mengerjakan soal-soal yang disusun Bagian Pengendalian Penyakit Menular (P2M).

Pengerjaan soal dalam bentuk pilihan ganda bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penanggungjawab malaria di Puskesmas memahami masalah malaria.

Selain mendapatkan materi ruangan, pada hari terakhir pelatihan peserta akan turun lapangan melakukan survei jentik nyamuk menggunakan aplikasi ONA yang yang diluncurkan Unicef.

Selanjutnya sampel jentik nyamuk akan diperiksa menggunakan mikroskop stereozoom. Alat ini bisa membaca darah dan melihat jelas-jenis jentik malaria.

“Saat survei temukan genangan air ada jentik anoples akan difoto dan ditandai menggunakan aplikasi ONA.  Fotonya di-upload sehingga saat dibuka bisa langsung ketahui lokasinya,”papar Imel.

Keunggulan aplikasi ini, meskipun saat ditandai belum ada jaringan bisa di-save, dan ketika berada di lokasi yang sudah terkoneksi jaringan secara otomatis bisa disubmid di sistem aplikasi. Aplikasi ini bisa dioperasikan melalui ponsel.

Selain aplikasi ONA bisa juga menggunakan aplikasi Silator produksi Kementrian Kesehatan. Aplikasi ini bisa membaca semua jentik nyamuk. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Transfer Pusat ke Mimika Tersalur Rp1,08 Triliun hingga Oktober 2026

Transfer Pusat ke Mimika Tersalur Rp1,08 Triliun hingga Oktober 2026

31 Oktober 2026
Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

31 Oktober 2026
DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap, FK Nusantara Apresiasi Aparat

DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap, FK Nusantara Apresiasi Aparat

31 Oktober 2026
Dipicu Kesalahpahaman, Massa Serang Pos Keamanan dan Bakar Mobil di Kwamki Narama

Dipicu Kesalahpahaman, Massa Serang Pos Keamanan dan Bakar Mobil di Kwamki Narama

31 Oktober 2026
Bahasa Kamoro Terancam Dilupakan, Rumah Transit Iwaka Diharapkan Jadi Ruang Belajar

Bahasa Kamoro Terancam Dilupakan, Rumah Transit Iwaka Diharapkan Jadi Ruang Belajar

31 Oktober 2026
YPMAK Dukung Pembangunan Rumah Transit untuk Anak-anak di Iwaka

YPMAK Dukung Pembangunan Rumah Transit untuk Anak-anak di Iwaka

31 Oktober 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Pekerja Sumur di Mimika Tewas Saat Hendak Memperdalam Sumur

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Marthen Malissa, Kepala BPKAD Mimika. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

APBD 2023 Rp5,1 Triliun, Sampai Akhir Mei Penyerapan Anggaran Baru Rp650 Miliar  

Gallery Foto Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemetaan Daerah Reseptif Malaria

Sukses Gelar Orientasi Maba dan Mala, Pendeta Basrian Adii ingatkan IPMANAPANDODE Harus Berhasil Meraih Cita-cita

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id