ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

60 Nakes di Mimika Ikut Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemetaan Daerah Reseptif Malaria

Pengetahuan yang didapat dalam pelatihan selanjutnya bisa diaplikasikan di tempat kerja masing-masing

24 Mei 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Kabupaten Mimika masih menjadi daerah penyumbang Malaria tertinggi di Papua maupun nasional. Menekan angka jumlah penderita, Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemetaan Daerah Reseptif Malaria kepada 60 tenaga kesehatan utusan 26 Puskesmas di Kabupaten Mimika.

Berdasarkan data Dinkes tahun 2022 dari 397.000 pemeriksa terdapat 131,80 kasus malaria.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu 24 Mei-Jumat 26 Mei di Hotel Grand Tembaga secara resmi dibuka Marsel Mameyau, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Kegiatan pelatihan sangat penting, karena selama ini malaria masih menjadi problem bersama. Berdasarkan data Dinkes tahun 2022 dari 397.000 pemeriksa terdapat 131,80 kasus malaria. Dengan jumlah ini memposisikan Mimika sebagai daerah penyumbang malaria terbesar di Papua dan Nasional.

Kepada para Nakes Marsel berpesan untuk serius mengikuti pelatihan termasuk melakukan survei di lapangan. Pengetahuan yang didapat dalam pelatihan selanjutnya bisa diaplikasikan di tempat kerja masing-masing. Melalui pelatihan juga dapat merefres kembali seputar malaria dan mengenal jentik nyamuk.

Baca Juga

Penyidikan Dana Pilkada Bergulir, KPU Mimika Pastikan Aktivitas Tetap Normal

Maxim Timika Tegaskan Pengemudi dengan Identitas Tak Sesuai Bakal Ditindaklanjuti

Imelda Ohoiledjaan, Penanggungjawab Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menjelaskan, sebelum mengikuti pelatihan para peserta terlebih dahulu mengerjakan soal-soal yang disusun Bagian Pengendalian Penyakit Menular (P2M).

Pengerjaan soal dalam bentuk pilihan ganda bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penanggungjawab malaria di Puskesmas memahami masalah malaria.

Selain mendapatkan materi ruangan, pada hari terakhir pelatihan peserta akan turun lapangan melakukan survei jentik nyamuk menggunakan aplikasi ONA yang yang diluncurkan Unicef.

Selanjutnya sampel jentik nyamuk akan diperiksa menggunakan mikroskop stereozoom. Alat ini bisa membaca darah dan melihat jelas-jenis jentik malaria.

“Saat survei temukan genangan air ada jentik anoples akan difoto dan ditandai menggunakan aplikasi ONA.  Fotonya di-upload sehingga saat dibuka bisa langsung ketahui lokasinya,”papar Imel.

Keunggulan aplikasi ini, meskipun saat ditandai belum ada jaringan bisa di-save, dan ketika berada di lokasi yang sudah terkoneksi jaringan secara otomatis bisa disubmid di sistem aplikasi. Aplikasi ini bisa dioperasikan melalui ponsel.

Selain aplikasi ONA bisa juga menggunakan aplikasi Silator produksi Kementrian Kesehatan. Aplikasi ini bisa membaca semua jentik nyamuk. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

17 Oktober 2026
Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

17 Oktober 2026
TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

17 Oktober 2026
Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

16 Oktober 2026
19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

16 Oktober 2026
Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

16 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    806 shares
    Bagikan 322 Tweet 202
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Marthen Malissa, Kepala BPKAD Mimika. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

APBD 2023 Rp5,1 Triliun, Sampai Akhir Mei Penyerapan Anggaran Baru Rp650 Miliar  

Gallery Foto Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemetaan Daerah Reseptif Malaria

Sukses Gelar Orientasi Maba dan Mala, Pendeta Basrian Adii ingatkan IPMANAPANDODE Harus Berhasil Meraih Cita-cita

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id