ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Umat Hindu di Timika Rayakan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1945

Ketua PHDI Papua Tengah, I Dewa Sukawati memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Meski jumlah umat Hindu di Timika belum terlalu banyak, namun mampu melangsungkan perayaan dengan meriah.

28 April 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Umat Hindu di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah merayakan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1945. Perayaan dipusatkan di Hotel Cartenz, Jumat 28 April 2023 mengusung tema ‘Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia’.

Acara yang kental dengan kekhasan nuansa Bali ini juga mengusung Sub Tema ‘Dengan Semangat Persaudaraan, Kebersamaan dan Persatuan serta Penguatan Moderasi Beragama Umat Hindu di Kabupaten Mimika Siap Sukseskan Pesta Demokrasi Menuju Indonesia Lebih Sejahtera.’

Hadir dalam perayaan itu Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama RI Prof.Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si, Plt Bupati Mimika Johannes Rettob, dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Papua Tengah, I Dewa Sukawati

Tampak juga Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Kapolres Puncak AKBP I Nyoman, Ketua FKUB Mimika Ignatius Robert Adii serta ketua-ketua paguyuban di Timika serta tamu undangan.

Baca Juga

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Johannes Rettob dalam sambutan mengungkapkan perayaan Tahun Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka baru dilangsungkan lagi di Timika sejak tahun 2000 lalu. Ia berharap kedepannya perayaaan ini bisa dilaksanakan lebih meriah, seperti Natal dan Idul Fitri.

“Umat Hindu bisa kumpul bersama. Kita perlu wujudkan kebersamaan di kabupaten ini,” katanya sambari menambahkan dalam ajaran Hindu ada sebutan aku adalah engkau. Untuk itu hidup bertoleransi itu menjadi penting.

“Kita saling bersatu. Mimika toleransinya sangat baik. Saat Natal umat muslim datang bersalaman. Sebaliknya Idul Fitri yang Kristen datang bersalaman. Suasana ini terus menerus dipertahankan, dengan umat Hindu jadi garda terdepan,” pesan Jhon Rettob.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Mimika ini berharap semua elemen masyarakat harus saling mendukung. Hilangkan perbedaan dan ego, jadilah Mimika rumah kita bersama. Pemerintah akan berupaya memberikan perhatian yang sama bagi semua agama.

Jhon Rettob mempunyai mimpi besar kelak Mimika bisa menjadi rumah toleransi besar Nasional. Namun dengan adanya Otsus, ia menyadari hal itu sulit mendapatkan predikat Papua Rumah Toleransi Nasional.

Dalam kesempatan itu, ia juga berjanji Pemerintah Kabupaten Mimika akan membantu membangun Pura.

“Selama ini lebih banyak untuk gereja. Jadi kedepan pemerintah juga bangun Pura. Kita wujudkan visi misi Mimika yang aman damai dan cerdas. Demi Mimika yang lebih maju ke depannya,” ajaknya.

Ketua PHDI Papua Tengah, I Dewa Sukawati memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Meski jumlah umat Hindu di Timika belum terlalu banyak, namun mampu melangsungkan perayaan dengan meriah.

Ia menjelaskan, Dharma Shanti dilaksanakan bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan antar umat beragama.

“Ciptakan satu keharmonisan di mana kita berada. Umat Hindu harus ikut serta membangun dan menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah,” ajak Sukawati.

Sebagai umat Hindu wajib mendukung, menghormati apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Karena pemerintah adalah  guru yang membina warganya untuk hidup bernegara yang baik.

Sukawati menjelaskan dalam Agama Hindu ada empat guru yang multak dihormati.

Pertama Guru Rupaku.

“Guru Rupa orangtua kita. Kasih sayang tidak pernah sirna. Jangan lupa memberi kabar kepada orang tua supaya tidak menyesal dikemudian hari ketika ia meninggalkan kita,” pesannya.

Kedua Guru Pengajian, yang mengajar kita di sekolah. Tanpa guru, kita tidak jadi seperti saat ini.

Ketiga Guru Wesesar, pemerintah memberikan jaminan keamanan untuk warganya agar bisa berusaha dan bekerja dengan aman. Dan Keempat Guru Swadiaye, guru yang memberikan kekuatan bagi umatnya.

Ketua FKUB Mimika, Ignatius Robert Adii mengungkapkan, Mimika menjadi salah satu kota paling toleransi di Papua. Dan umat Hindu merupakan salah satu garda terdepannya. Selama 13 tahun menjadi Ketua FKUB, Adii mengaku tidak pernah ada keluhan sedikitpun dari umat Hindu.

FKUB hadir untuk memberi pencerahan bagi umat beragama. Meskipun jumlah orang Hindu sedikit, tetapi dalam penilaiannya  kualitasnya tinggi. Umat Hindu juga menjadi dominasi dalam menjaga toleransi.

Perayaan ini selain meriah juga diwarnai pemberian bingkisan noken oleh Ketua FKUB Mimika kepada Dirjen Binmas Hindu. Dirjen juga menerima bingkisan batu emas yang diserahkan oleh Jhon Rettob. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

14 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

14 Oktober 2026
Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

14 Oktober 2026
Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    798 shares
    Bagikan 319 Tweet 200
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
200 Penghuni Lapas Timika Belum Kantongi KTP

200 Penghuni Lapas Timika Belum Kantongi KTP

Baru 249 Bacaleg Mimika Urus SKCK

Jokowi Restui Freeport Lanjutkan Ekspor Konsentrat Tembaga Setelah Juni 2023

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id