ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Ribuan Umat Katolik Santo Stefanus Sempan Rayakan Minggu Palma, RP. Gabriel Sampaikan Tiga Pesan Penting

Ketika kita mampu mengosongkan diri dari keegoisan dan ambisi pribadi, kita dapat memprioritaskan kedamaian, kerukunan dan kebaikan sesama diatas segalanya.

24 Maret 2024
0
Ribuan Umat Katolik Santo Stefanus Sempan Rayakan Minggu Palma, RP. Gabriel Sampaikan Tiga Pesan Penting

RP. Gabriel Ngga, OFM, Pastor Paroki Gereja Santo Stefanus Sempan Timika Papua Tengah memimpin ritus pemberkatan daun Palma pada misa kedua hari raya Minggu Palma, Minggu 24 Maret 2024. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Minggu Palma dirayakan oleh jutaan umat Katolik di dunia. Moment sukacita ini juga dirayakan ribuan umat Katolik di Paroki St. Stefanus Sempan, Keuskupan Timika, Minggu 24 Maret 2024.

Perayaan misa memperingati moment masuknya Yesus ke Kota Yeriko di Gereja St Stefanus Sempan dirayakan dua kali.

ADVERTISEMENT

Pada misa kedua yang dimulai pukul 9.00 WIT dipimpin RP. Gabriel Ngga, OFM, Pastor Paroki St. Stefanus Sempan, diawali dengan pemberkatan daun Palma di halaman gereja.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selanjutnya umat berarak menuju ke dalam gereja sambil menyanyi lagu Hosana Putera Daud dan melambaikan daun Palma.

Baca Juga

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

Gabriel pada pembukaan pemberkatan daun palma menjelaskan, Yesus memasuki Kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai yang disambut meriah oleh orang banyak.

Mereka menyambut Yesus sambil melambaikan daun palma di tangan dan menyanyikan lagu Hosana Putera Daud.

Dengan menunggangi keledai, Yesus memberikan tanda bahwa Dia adalah Raja Damai yang sahaja dan sederhana. Dia tidak mengagungkan kekuasaan-Nya tetapi lebih mengutamakan pelayanan sebagaimana simbol kerendahan hati.

Yesus juga menunjukan bahwa diriNya juga tidak menginginkan keperkasaan duniawi. Tetapi mengajak orang untuk mengokohkan iman mereka kepada Tuhan sebagai penyelamat.

“Dengan mengarak sambil mengeluk-elukan Tuhan, kita pun diajak untuk menjadikan Yesus sebagai Raja kita. Ia akan menguasai hati kita, sehingga kitapun diteguhkan dan menjadi pembawa damai, kebaikan, kesejahteraan dan keselamatan bagi sesama sebagaimana Tuhan Yesus Kristus adalah Sang Raja Damai,” paparnya.

Sementara dalam refleksi pesan firman Tuhan dalam kotbahnya, RP. Gabriel mengatakan dalam perayaan Pesta Minggu Palma ini umat diajak untuk mendalami tentang dua sisi kehidupan manusia.

Kesetiaan dan pengkianatan, kegembiraan dan penderitaan, penghormatan dan penolakan, cinta dan benci. Namun dibalik semua ini terdapat pesan-pesan yang sangat penting bagi umat Katolik pada perayaan ini.

Pertama, sebagai umat Katolik sungguh memahami bahwa tanggapan manusia atas peristiwa Yesus sangatlah berubah-ubah.

Hari ini mereka bisa bersorak-sorai menyambut kedatangan Yesus dengan penuh suka cita dan penghormatan. Tetapi tidak lama kemudian mereka kembali berubah melawan-Nya dan memilih untuk menyalibkan Dia.

“Mereka berbalik. Hal ini mengajarkan kepada kita pentingnya untuk tidak bergantung pujian atau opini manusia. Karena manusia cenderung mudah terpengaruh oleh arus pendapat dan keadaan,” pesan RP. Gabriel.

Kedua, manusia dipanggil untuk mempertahankan identitas sebagai murid-murid Kristus ditengah tekanan dan pengaruh lingkungan.

“Ketika kita tergoda mengikuti arus pendapat mayoritas atau pengaruh mayoritas, ketika merasa terisolasi karena berpegang pada prinsip-prinsip iman kita, harus mengingat bahwa sebagai murid Yesus kita dipanggil untuk jadi saksi kebenaran dan kasih,” paparnya.

Menjadi saksi kebenaran dan kasih amat penting ditengah situasi umat saat ini. Karena bisa dilihat dimana terjadi berbagai macam penderita, terjadi siksaan terhadap masyarakat seperti yang beredar di media sosial saat ini.

“Tidak cuman itu saja bisa terjadi di dalam lingkungan tempat tinggal kita. Di satu pihak kita akui indahnya alam, tetapi dilain pihak kita juga ikut merusak lingkungan, yang berimbas pada kerusakan pada diri kita sendiri,” kata RP. Gabriel.

Menurutnya mengapa hal itu terjadi? Karena sebagai manusia lebih mengagung-agungkan kekayaan dan kerakusan.

Ketiga, manusia diajak untuk memahami makna pengosongan diri yang diajarkan oleh Yesus. Pengosongan diri bukanlah tanda kelemahan melainkan tanda kekuatan.

“Ketika kita mampu mengosongkan diri dari keegoisan dan ambisi pribadi, kita dapat memprioritaskan kedamaian, kerukunan dan kebaikan sesama diatas segalanya,” tandasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

1 Agustus 2026
Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

1 Agustus 2026
BKN Dorong Pemda Kaimana, Mansel, dan Kota Sorong Percepat Manajemen Talenta ASN

BKN Dorong Pemda Kaimana, Mansel, dan Kota Sorong Percepat Manajemen Talenta ASN

1 Agustus 2026
Pendapatan APBD Papua Tengah 2025 Lampaui Target, Gubernur Meki Soroti Enam Tantangan

Pendapatan APBD Papua Tengah 2025 Lampaui Target, Gubernur Meki Soroti Enam Tantangan

1 Agustus 2026
Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

1 Agustus 2026
Pemkab Mimika Pasang 51 CCTV, Perkuat Pengawasan di Titik Rawan Kriminal

Pemkab Mimika Pasang 51 CCTV, Perkuat Pengawasan di Titik Rawan Kriminal

1 Agustus 2026

POPULER

  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    720 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    577 shares
    Bagikan 231 Tweet 144
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Buka Rakerda, Dr. Ida Wahyuni Sebut MUI Memiliki Peran Penting Dalam Moderasi Kehidupan Beragama di Mimika

Buka Rakerda, Dr. Ida Wahyuni Sebut MUI Memiliki Peran Penting Dalam Moderasi Kehidupan Beragama di Mimika

Ustadz Amin Pastikan Program Kerja MUI Tidak Berseberangan dengan Aturan Pemerintah

Ustadz Amin Pastikan Program Kerja MUI Tidak Berseberangan dengan Aturan Pemerintah

Misdinar Katedral Tiga Raja Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Santa Susana

Misdinar Katedral Tiga Raja Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Santa Susana

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id