ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

Pertanyakan Nasib Pendidikan Anak Amungme-Kamoro, OKIA Demo YPMAK dan Freeport

Dengan hadirnya Freeport dan unsur pemerintah bersama dewan direksi termasuk masyarakat dalam pertemuan bersama, dapat membahas dan menetapkan keputusan logis yang berkaitan dengan kuota pendidikan anak-anak Amungme Kamoro.

29 Agustus 2023
0
Pertanyakan Nasib Pendidikan Anak Amungme-Kamoro, OKIA Demo YPMAK dan Freeport

Perwakilan perempuan menyampaikan aspirasi di hadapan Vebian Magal, Direktur YPMAK dan Nur Ifa Karupukaro, Wakil Direktur Perencanaan Program dalam aksi demo damai di Kantor YPMAK, Selasa 29 Agustus 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Kabupaten Mimika bersama masyarakat melakukan aksi demo damai di Kantor Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), Selasa 29 Agustus 2023.

Massa yang tiba di kantor YPMAK di Jalan Yos Sudarso sekitar pukul 10.00 WIT, langsung membentang spanduk bertuliskan ‘Organisasi Kaum Intelektual Amungme’. OKIA mempertanyakan kepada PT. Freeport Indonesia dan YPMAK Bagaimana Nasib Generasi Anak-anak  Amungme-Kamoro Tentang Pendidikan?

Aksi ini mendapat pengawalan ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Mimika yang sejak pagi sudah berjaga-jaga di halaman kantor YPMAK.

Sebelum menyampaikan orasi, Yohanes Kemong yang didaulat sebagai pemimpin demo langsung panjatkan doa mengawali aksi demo tersebut. Dalam orasinya, ia mempertanyakan kejelasan masa depan pendidikan anak-anak Amungme dan Kamoro.

Baca Juga

Monev Puskesmas Wakia, Dinkes Mimika Bahas Capaian dan Kendala Program

Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

Beberapa menit setelah Yohanes Kemong menyampaikan orasi, Direktur YPMAK, Vabian Magal didampingi Nur Ifa Karupukaro, Wakil Direktur Perencanaan Program YPMAK bersama sejumlah staf datang menemui massa.

Nalio Jangkup, Koodinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya menyoroti produksi emas Freeport yang terus meningkat. Dan untuk tahun ini pendapatan Freeport paling tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sayangnya dibalik pendapatan Freeport yang semakin tinggi, pendidikan anak-anak Amungme dan Kamoro dibatasi. Kondisi ini tidak sebanding dengan emas dan tembaga yang terus dikeruk habis.

“Ini jadi persoalan besar. Padahal jumlah anak Amungme dan Kamoro tidak terlalu banyak. Kepada pengurus YPMAK dan pihak Freeport harus duduk bersama OKIA untuk membahas dan mencari solusi,” tegas Nalio.

Salah satu perwakilan perempuan dalam orasinya mengatakan, penyampaian aspirasi didepan umum adalah hak yang dijamin oleh undang-undang.

Dikatakan, pendidikan sangat penting sebagai pelita masa depan generasi Amungme dan Kamoro. Apabila Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak diperhatikan serius, maka generasi dua suku besar di Mimika tidak termarginal di tanahnya sendiri.

Menanggapi adanya aksi demo tersebut, Vebian Magal meminta kepada massa untuk menyampaikan aspirasi secara intelektual.

“Kalau kita buka data pasti akan tahu semuanya. Hari ini saya tidak akan minta Freeport datang ke sini. Karena ini areanya saya. Kalau kita bicara tentang masa depan secara serius harus diskusi dengan akal sehat dan rasional bersama YPMAK,” kata Vebian.

Vebian mengajak kepada massa untuk mengutus perwakilan OKIA dan tokoh perempuan untuk duduk membahas masalah pendidikan.

Emanuel Kemong, mantan Sekretaris Eksekutif YPMAK di hadapan massa menyatakan, dirinya sependapat dengan aksi demo memperjuangkan pendidikan.

Namun, ia menyarankan agar dalam mengutarakan pendapat untuk membicarakan masa depan anak-anak perlu dilakukan dengan baik.

Menurutnya, saat ini YPMAK sementara menyusun strategi tentang masalah pendidikan, meskipun tidak bisa mengakomodir semua.

” YPMAK akan berupaya membangun kemitraan dengan pemerintah sebagai orang tua kita, karena ada Sentra Pendidikan,” jelas Kemong.

Kemong mengungkapkan dimasa kepemimpinannya sudah membuka Sekolah Taruna Papua dengan kapasitas 1.000 orang.

Penerimaan anak didik di sekolah tersebut terbatas, sesuai dengan ketersediaan fasilitas. Soal anak-anak yang belum terakomodir, Kemong menyarankan agar duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.

Rafael Taorekeyau, Tokoh Muda Kamoro dalam orasinya meminta kepada YPMAK menghadirkan PTFI untuk duduk bersama OKIA dan masyarakat, untuk membahas solusi terbaik bagi pendidikan anak-anak Amungme Kamoro.

Kehadiran Freeport sangat penting, karena Freeport sebagai pembina dalam struktur Badan Pengurus YPMAK, Lemasa dan Lemasko.

YPMAK sebagai lembaga sosial perlu mengindari adanya kecurigaan satu sama lain, dan disarankan menerapkan pola menyerap aspirasi dari bawah bukan langsung diturunkan dari atas ke bawah.

Dengan hadirnya Freeport dan unsur pemerintah bersama dewan direksi termasuk masyarakat dalam pertemuan bersama, dapat membahas dan menetapkan keputusan logis yang berkaitan dengan kuota pendidikan anak-anak Amunme Kamoro.

Menurutnya apabila YPMAK tetap mempertahankan kuota 3.000 orang, justru tidak sebanding dengan jumlah anak-anak Amungme dan Kamoro yang terus bertambah setiap tahun.

“Harus ada kebijakan-kebijakan yang bisa mengakomodir semua. Kalau kita bicarakan ini hal yang logis bisa membantu YPMAK kedepan,” tandasnya.

Rafael menegaskan kedatangan massa dalam aksi tersebut sebagai rakyat yang namanya ada tertera dalam logo YPMAK.

Karena setiap keputusan dan pertimbangan yang dilakukan YPMAK dengan pihak lain, membawa nama masyarakat bukan atas nama Badan Pengurus atau pribadi. Itulah yang disebut dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Di hadapan massa, Rafael mengharapkan Vebian Magal dan Nur Ifa Karupukaro dapat berpikir bahwa ada aspirasi yang bersifat mendesak dan harus, ada aspirasi yang tidak mendesak dan tidak harus berkaitan dengan kuota untuk mengambil kebijakan.

Sebab pendidikan itu penting sebagai gerbang menuju kesuksesan. “Kita bilang dia aibon, pengangguran dan lain-lain sebagainya, tapi kalau kita tidak mengakomodir melalui pendidikan itu sama saja hal yang konyol,” kritiknya. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

15 Oktober 2026
Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

15 Oktober 2026
Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

15 Oktober 2026
BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

15 Oktober 2026
BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

15 Oktober 2026
Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

15 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    799 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
FKDM Mimika Sebut Banyak Lakalantas yang Masuk RSUD Disebabkan Minuman Keras

FKDM Mimika Sebut Banyak Lakalantas yang Masuk RSUD Disebabkan Minuman Keras

Semua Biaya Kepulangan Koakme Katagame dari Ambon ke Timika Ditanggung Dinsos Mimika

Semua Biaya Kepulangan Koakme Katagame dari Ambon ke Timika Ditanggung Dinsos Mimika

Penerimaan Karyawan RSMM Tidak Akomodir Putra Amungme – Kamoro, Kantor Yayasan Caritas Dipalang

Penerimaan Karyawan RSMM Tidak Akomodir Putra Amungme - Kamoro, Kantor Yayasan Caritas Dipalang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id