TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika mulai memperbaiki Jalan Hasanuddin, Timika, untuk mengatasi permukaan jalan bergelombang yang membahayakan pengguna, terutama pengendara sepeda motor.
Perbaikan dilakukan dengan membongkar lapisan aspal yang rusak sekaligus membenahi fondasi jalan yang patah, turun, atau bergeser. Setelah fondasi diperbaiki, permukaan jalan kembali dilapisi aspal hotmix.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai kondisi Jalan Hasanuddin yang bergelombang.
“Setelah kami melakukan perencanaan, tahun ini kami mulai melakukan penanganan untuk memperbaiki jalan yang bergelombang tersebut,” kata Yoga Kamis 22 Oktober 2026.
Menurut dia, kerusakan terjadi karena fondasi jalan mengalami pergeseran akibat beban kendaraan berat yang melintas. Berdasarkan hasil pengamatan, perbedaan ketinggian permukaan jalan di sejumlah titik mencapai 1 hingga 4 sentimeter.
Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi pengendara roda dua karena permukaan jalan yang tidak rata dapat mengganggu keseimbangan kendaraan.
“Kalau mobil mungkin tidak terlalu terasa, tetapi bagi pengendara sepeda motor, kondisi jalan yang bergelombang ini cukup berbahaya,” ujarnya.
Perbaikan saat ini diprioritaskan pada ruas dari perempatan lampu merah Jalan Budi Utomo hingga Jembatan Pasar Sentral. Ruas tersebut dipilih karena tingkat kerusakannya dinilai paling parah.
Meski demikian, perbaikan belum mencakup seluruh Jalan Hasanuddin. Menurut Yoga, sejumlah titik lain, termasuk ruas dari arah Timika Mall, masih mengalami kondisi serupa dan membutuhkan penanganan lanjutan.
“Penanganannya belum tuntas. Kami berharap perbaikan ini bisa terus dianggarkan pada tahun-tahun berikutnya agar seluruh ruas yang bergelombang dapat ditangani,” katanya.
Selain memperbaiki jalan yang rusak, PUPR juga melanjutkan peningkatan akses jalan yang sebelumnya merupakan jalan inspeksi irigasi. Seiring perkembangan Kota Timika, jalur tersebut kini menjadi penghubung sejumlah ruas jalan dan semakin padat dilalui kendaraan.
Yoga menjelaskan, jalan yang semula lebih banyak digunakan kendaraan roda dua itu secara bertahap ditingkatkan agar dapat dilalui kendaraan roda empat dengan lebar yang memadai.
Peningkatan jalan juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan, terutama di kawasan yang memiliki sejumlah sekolah.
Namun, peningkatan akses tersebut masih membutuhkan anggaran tambahan. Selain pelebaran, badan jalan memerlukan pembangunan talud untuk memperkuat dan mengamankan jalan yang berada di kawasan bekas jalur inspeksi irigasi.
Fasilitas pendukung, seperti trotoar dan lampu penerangan jalan, juga diperlukan untuk menunjang keselamatan pengguna jalan, termasuk para siswa.
Yoga mengatakan, pengerjaan di lapangan menghadapi sejumlah kendala nonteknis. Beberapa rumah warga telah berdiri di atas jalur irigasi sehingga diperlukan pendekatan bersama pemerintah distrik dan kelurahan agar masyarakat memahami rencana peningkatan jalan.
“Kami melibatkan kepala distrik dan lurah untuk memberikan pemahaman kepada warga bahwa ini merupakan jalan inspeksi irigasi yang ditingkatkan,” ujarnya.
PUPR berupaya memaksimalkan pekerjaan dalam sisa waktu pelaksanaan tahun ini.
Adapun penyelesaian seluruh kebutuhan peningkatan jalan masih bergantung pada ketersediaan anggaran, termasuk untuk pembangunan talud dan fasilitas pendukung lainnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








