TIMIKA, Koranpapua.id – Cerita rakyat, tarian, musik tradisional, pakaian adat hingga kuliner lokal Amungme dan Kamoro kembali ditampilkan dalam Festival Seni Budaya, Pameran Kerajinan dan Kuliner 2026 di Timika.
Festival yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika itu berlangsung di Lapangan Pasar Lama Timika, Senin 5 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang tumbuh di Tanah Amungme dan Bumi Kamoro.
Mengusung tema “Merawat Cerita, Menghidupkan Musik, Melestarikan Budaya di Tanah Amungme dan Bumi Kamoro”, festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga pameran kerajinan dan kuliner khas daerah.
Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, mengatakan menjaga budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat, termasuk generasi muda, memiliki peran penting agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.
Menurut dia, cerita leluhur, kesenian, musik, serta kearifan lokal Amungme dan Kamoro merupakan kekayaan yang perlu terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
“Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk merawat cerita, menghidupkan musik dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Festival berlangsung hingga 8 Oktober 2026. Sejumlah sanggar seni, pelajar, seniman, pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat Mimika turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Melalui festival ini, budaya lokal tidak hanya ditampilkan di atas panggung, tetapi diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mimika dan dikenal oleh generasi muda. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










