MAYBRAT, Koranpapua.id – Dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya tewas dalam kontak dengan personel gabungan Koops TNI Habema di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu 4 Oktober 2026.
Kedua anggota kelompok yang tewas disebut bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky. Dari lokasi, personel juga mengamankan satu pucuk senjata api revolver dan 10 butir munisi.
Sementara itu, anggota kelompok lainnya dilaporkan melarikan diri dan masih dalam pengejaran personel gabungan.
Operasi tersebut dilakukan Satgas Rajawali V bersama Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir setelah memperoleh informasi mengenai pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang dipimpin Danops Manfred Fatem.
Selain senjata api dan munisi, personel mengamankan radio komunikasi (HT), bendera Bintang Kejora, serta sejumlah perlengkapan lainnya.
Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian, profesionalisme, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.
“Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” ujar Riyanto dalam keterangan pers Minggu 4 Oktober 2026.
Personel gabungan hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok yang melarikan diri dari lokasi.
Riyanto juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu keamanan masyarakat dan memilih jalan damai.
“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan,” katanya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







