TIMIKA, Koranpapua.id – Di wilayah seperti Mimika, transportasi bukan sekadar soal kendaraan dan infrastruktur. Konektivitas harus tetap berjalan, tetapi keselamatan masyarakat menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), Kamis 17 September 2026.
Peringatan tersebut digelar di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika. Johannes Rettob bertindak sebagai inspektur upacara, sementara pimpinan upacara dijabat Kabid Darat Dinas Perhubungan Mimika Mikael Orun.
Dalam amanat Menteri Perhubungan yang dibacakannya, Johannes menyampaikan bahwa insan perhubungan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari bencana alam hingga dinamika operasional di lapangan.
Menurut dia, keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan agar mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan tidak terganggu.
“Keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan. Berani menghentikan operasi ketika keadaan tidak aman, tetapi juga cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus,” katanya.
Harhubnas 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”.
Tema tersebut menegaskan peran transportasi dalam mendukung pembangunan, menekan biaya logistik, serta memperluas konektivitas hingga wilayah terpencil.
“Kita mempertemukan keluarga, membuka kesempatan kerja, membawa bahan pangan, menggerakkan industri, serta menghadirkan negara sampai ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Itulah sebabnya, transportasi tidak dapat dipandang semata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur,” ucapnya.
Di Mimika, Johannes meminta jajaran perhubungan memastikan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tetap terhubung. Pengawasan transportasi juga diminta diperkuat untuk menjamin perjalanan yang aman dan tertib.
“Saya berharap bahwa di dalam pelaksanaan perhubungan, Bapak-Ibu sekalian harus mewujudkan sistem perhubungan yang mengutamakan keselamatan dan keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan kepastian pelayanan,” harapnya.
“Setiap tugas yang dilaksanakan hendaknya dilakukan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, integritas, serta sebagai semangat mengabdi,” sambung Bupati.
Selain Harhubnas, kegiatan tersebut menjadi momentum memperingati HUT ke-81 PMI dengan tema “Peduli, Bergerak Bersama”.
Johannes mengatakan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Menurut dia, persoalan kemanusiaan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.
“Peduli adalah awal, bergerak adalah wujud, dan bersama adalah kekuatan kita. Persoalan kemanusiaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan butuh kolaborasi antara pemerintah, PMI, TNI-Polri, dunia usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Johannes juga menyampaikan apresiasi kepada insan perhubungan dan jajaran PMI di Mimika atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Peringatan Hari Perhubungan Nasional dan hari ulang tahun Palang Merah ke-81 yang dirangkaikan pada hari ini mengingatkan kita bahwa membangun dan pelayanan kepada masyarakat membutuhkan semangat pengabdian yang sama,” tutupnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan simulasi penyelamatan oleh PMI dan tarian Nusantara oleh Karaka Squad. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









