ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Kontraktor OAP Palang UPBJ Mimika, Tuntut Perpres 108/2025 Benar-Benar Diterapkan

Pengusaha Papua saat ini ingin membuktikan bahwa mereka mampu menyelesaikan pekerjaan secara profesional dan bertanggung jawab.

19 Agustus 2026
0
Kontraktor OAP Palang UPBJ Mimika, Tuntut Perpres 108/2025 Benar-Benar Diterapkan

Sejumlah kontraktor Orang Asli Papua (OAP) menyimak penjelasan Bupati Mimika Johannes Rettob saat menyampaikan tanggapan terkait tuntutan implementasi Perpres Nomor 108 Tahun 2025 di Kantor UPBJ Mimika, Rabu 19 Agustus 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Sejumlah kontraktor Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika mengambil langkah tegas dengan memalang Kantor Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UPBJ) di Jalan Cenderawasih SP2, Rabu 19 Agustus 2026.

Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap pelaksanaan afirmasi pengadaan barang dan jasa bagi pengusaha OAP yang dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya.

Di pintu masuk kantor, massa membentangkan spanduk bertuliskan:

“Stop Rampas Hak OAP. Kontraktor OAP Menuntut Implementasi Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2025. Afirmasi Sudah Diberikan oleh Pemerintah Tetapi Dimanipulasi UPBJ”

Baca Juga

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

Perpres Nomor 108 Tahun 2025 sendiri mengatur tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam rangka Percepatan Pembangunan di Papua.

Ketua Umum Konsolidasi Pengusaha Orang Asli Papua Kabupaten Mimika, Victor Tsenawatme, mengatakan tuntutan utama mereka adalah memastikan paket pekerjaan yang diperuntukkan bagi pengusaha OAP benar-benar diberikan sesuai ketentuan.

“Kami fokus pada pekerjaan yang tidak terbatas dan pekerjaan yang memang difokuskan untuk pengusaha Orang Asli Papua sebagaimana diatur dalam Perpres 108 Tahun 2025,” tegasnya. 

“Kami melihat masih banyak pekerjaan yang seharusnya menjadi bagian pengusaha OAP, tetapi justru diambil alih pihak non-OAP,” lanjut Victor saat ditemui Koranpapua.id di lokasi.

Minta Pengadaan Dibuka Transparan

Victor menegaskan, para kontraktor OAP tidak meminta perlakuan khusus di luar aturan. Mereka hanya menuntut keterbukaan, transparansi dan kepastian dalam pembagian paket pekerjaan.

Menurutnya, jumlah pekerjaan yang tersedia sebenarnya cukup besar. Ia mencontohkan paket pekerjaan di Dinas Perhubungan Mimika yang disebut mencapai sekitar 49 paket pekerjaan.

“Kalau pekerjaan itu dibuka dan dibagi sesuai aturan, sebenarnya masih banyak ruang bagi pengusaha Papua. Tinggal bagaimana pengaturannya secara transparan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi internal terhadap proses pengadaan sehingga paket pekerjaan APBD 2026 dapat segera disalurkan kepada pengusaha OAP sesuai ketentuan.

“Kami Tidak Ingin Satu Oknum Merusak Citra Pengusaha Papua”

Victor juga menyinggung adanya pengalaman buruk yang dilakukan satu atau dua oknum pengusaha yang kemudian berdampak terhadap citra seluruh kontraktor OAP.

Menurutnya, pengusaha Papua saat ini ingin membuktikan bahwa mereka mampu menyelesaikan pekerjaan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Teman-teman OAP yang mendapat pekerjaan punya tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan dari awal sampai 100 persen, bukan menjual pekerjaan,” katanya.

Menurut Victor, profesionalisme menjadi kunci untuk membangun kepercayaan pemerintah terhadap pengusaha OAP.

Pilih Jalur Dialog, Demo Bukan Pilihan Utama

Meski melakukan pemalangan, Victor menegaskan pihaknya sebenarnya lebih mengedepankan jalur dialog dan komunikasi dengan pemerintah.

Ia mengaku bersyukur aksi tersebut justru membuka ruang pertemuan dengan Bupati, Wakil Bupati Mimika, Sekda dan Kepala Bappeda. 

Mereka berharap hasil evaluasi pemerintah dapat segera disampaikan dan ditindaklanjuti.

“Kami sebenarnya ingin melalui langkah-langkah profesional. Kami tidak ingin terus-menerus demo. Ruang dialog harus tetap dibuka karena pemerintah adalah pejabat negara yang harus kita hormati,” ujarnya.

Namun, Victor memberikan sinyal bahwa pihaknya akan menentukan langkah berikutnya apabila hasil evaluasi pemerintah tidak memberikan kepastian.

“Kami berharap hasil evaluasi itu bisa segera disampaikan sehingga pekerjaan APBD 2026 dapat tersalurkan kepada pengusaha Papua,” pungkasnya.

Bagi para kontraktor OAP, persoalan ini bukan sekadar perebutan paket pekerjaan, tetapi menyangkut apakah afirmasi yang sudah diberikan negara benar-benar sampai kepada pengusaha asli Papua di Mimika.***

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

7 Oktober 2026
Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

7 Oktober 2026
200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

7 Oktober 2026
Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

7 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    720 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

Wabup Mimika Dorong Dana Kampung Ikut Biayai Pencegahan HIV, TBC, dan Malaria

Wabup Mimika Dorong Dana Kampung Ikut Biayai Pencegahan HIV, TBC, dan Malaria

Pasca Penembakan, Pemkab Mimika Evakuasi Nakes dan Guru dari Jila

Pasca Penembakan, Pemkab Mimika Evakuasi Nakes dan Guru dari Jila

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id