ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Masyarakat Mimika Soal Dana Otsus dan Keamanan

Seluruh masukan masyarakat tidak akan berhenti di tingkat daerah, melainkan akan dibawa ke pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi.

16 Mei 2026
0
MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Masyarakat Mimika Soal Dana Otsus dan Keamanan

Foto bersama usai kegiatan penjaringan aspirasi dan rapat dengar pendapat bersama MRP Papua Tengah dan masyarakat adat Kabupaten Mimika (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah menggelar penjaringan aspirasi dan rapat dengar pendapat bersama masyarakat adat Kabupaten Mimika terkait pelaksanaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) serta situasi keamanan di wilayah Papua Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Sabtu 16 April 2026, dihadiri Ketua MRP Papua Tengah Agus Anggaibak, perwakilan lembaga adat LEMASA dan LEMASKO, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah Mimika.

ADVERTISEMENT

Forum ini menjadi ruang dialog antara MRP dan masyarakat adat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian utama, khususnya terkait efektivitas pelaksanaan Otsus dan kondisi keamanan di Papua Tengah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam forum tersebut, sejumlah warga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi keamanan yang dinilai masih rawan dan menimbulkan korban sipil.

Baca Juga

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Salah satu perwakilan masyarakat, Fransisca Pinimet, menyoroti berbagai insiden kekerasan yang berdampak pada warga sipil.

Ia juga menyerukan pentingnya dialog damai antara Jakarta dan Papua serta evaluasi terhadap penempatan aparat keamanan di wilayah Papua.

Selain itu, ia menyinggung dugaan pelanggaran HAM dalam sejumlah peristiwa keamanan di Papua Tengah, serta meminta penarikan pasukan militer organik dan non-organik dari Tanah Papua.

Fransica juga menegaskan pentingnya dialog antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua sebagai solusi damai atas konflik yang berkepanjangan.

Sejumlah peserta forum juga menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Papua.

Mereka menilai pengelolaan Otsus selama ini belum efektif dan belum menjawab kebutuhan dasar masyarakat di tingkat akar rumput.

“Saya rasa Otsus itu hanya nama yang dipakai, tapi kita tidak merasakan manfaatnya. Lebih baik dikembalikan saja ke pusat,” ujar Donatus Kelanangame.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua MRP Papua Tengah Agus Anggaibak menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat tidak akan berhenti di tingkat daerah, melainkan akan dibawa ke pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi.

Ia menjelaskan bahwa MRP hadir untuk menyerap aspirasi dari delapan kabupaten di Papua Tengah, termasuk Mimika, terutama terkait pelaksanaan Otsus dan situasi keamanan yang masih menjadi perhatian serius.

“Keamanan di Papua Tengah sampai sekarang belum sepenuhnya baik. Banyak kejadian yang menimbulkan korban jiwa di sejumlah daerah, sehingga kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa seluruh hasil penjaringan aspirasi akan dibahas dalam forum internal MRP sebelum disampaikan ke pemerintah pusat. Tujuannya adalah mencari solusi konkret demi terciptanya keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Sebagai lembaga perwakilan, baik DPR maupun MRP, kita tidak bisa hanya berbicara di atas meja. Kita harus turun langsung mendengar masyarakat agar bisa mencari solusi. Apa yang disampaikan harus kita bawa ke Jakarta untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Sementara itu, perwakilan LEMASKO, Ferdi Soni Atiamona, dan LEMASA, Manuel Jhon Magal, menyambut baik pelaksanaan forum tersebut.

Mereka berharap pengawasan terhadap pelaksanaan Otsus dapat diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Forum ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat dialog antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Mimika. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marhen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

22 Agustus 2026
Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

22 Agustus 2026
Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

22 Agustus 2026
60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

22 Agustus 2026
Kabupaten di Papua Tengah Wajib Usulkan 10 Program Prioritas untuk Program 2027

Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan: Pemprov Kerahkan Armada Gabungan, Kabut Asap Terlihat Nyata di Nabire

22 Agustus 2026
23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

22 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    725 shares
    Bagikan 290 Tweet 181
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Dukung Gernas BBI, Bupati Johannes Rettob Imbau Masyarakat Berbelanja Produk UMKM Mimika

Dukung Gernas BBI, Bupati Johannes Rettob Imbau Masyarakat Berbelanja Produk UMKM Mimika

Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id