TIMIKA, Koranpapua.id– Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kembali membuka tiga dari 11 Bandar Udara (Bandara) perintis yang sempat ditutup pasca penembakan yang menewaskan pilot dan co-pilot Smart Air, Rabu 11 Fabruari 2026.
Keputusan dibukanya kembali tiga Bandara tersebut, ditetapkan dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jumat 20 Februari 2026.
Tiga Bandara yang kembali dibuka dan kembali melayani penerbangan perintis itu yakni, Bandara Koroway Batu di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Bandara Beoga di Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah, dan Bandara Iwur di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Kolonel Inf Honi Havana Kepala Biro Humas Datin Kemenko Polkam mengatakan, dibukanya kembali tiga Bandara perintis bertujuan untuk memastikan konektivitas dan pelayanan masyarakat Papua tidak terputus.
“Pembukaan tiga Bandara ini setelah melihat pengamanan dinyatakan memadai,” ujar Honi dalam keterangan resmi Kemenko Polkam pada Jumat 20 Februari dan dikutip koranpapua.id, Sabtu 21 Februari 2026.
Menurutnya, langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan konektivitas tetap terjaga, distribusi logistik berjalan lancar, dan pelayanan publik kepada masyarakat Papua tidak terputus.
Ditegaskan bahwa, bahwa negara tidak akan pernah mundur dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua.
Pemerintah disebut telah mengambil langkah cepat, terukur dan terkoordinir dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan penerbangan di Papua.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menghentikan sementara operasional 11 Bandara dan Satuan Pelayanan (Satpel) penerbangan perintis di Papua. (Redaksi)










