NABIRE, Koranpapua.id- Satu lagi program kesehatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah yang berpihak kepada Orang Asli Papua (OAP).
Program yang disediakan secara gratis tersebut, yakni bayi tabung sebagai solusi untuk menjaga pertumbuhan populasi OAP yang belakangan ini cenderung menurun sebagai akibat dari masalah kesehatan reproduksi.
dr. Agus, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, menyatakan, program layanan bayi tabung merupakan solusi untuk mendapatkan keturunan, tanpa harus pergi ke luar daerah.
“Program bayi tabung sangat membantu masyarakat Papua, tidak perlu lagi berobat ke luar daerah dan diberikan layanan secara gratis,” ujar Agus di Nabire, Jumat 21 Februari 2026.
Dikatakan, penurunan angka kelahiran di Papua Tengah dipengaruhi oleh infeksi saluran reproduksi pada laki-laki dan perempuan akibat pola perilaku kesehatan yang kurang baik.
Menjawab itu, Pemrpv Papua Tengah mengupayakan program bayi tabung, dengan harapan dapat membantu pasangan yang mengalami gangguan kesuburan dan menjaga keberlangsungan populasi OAP.
Pemprov Papua Tengah juga saat ini mengusung Program KoHarus Sehat (Kartu Otsus Harapan Baru Sehat Papua Tengah) yang memiliki tiga pendekatan utama.
Yakni, preventif-promotif melalui skrining kesehatan dan imunisasi, jaminan pembiayaan kesehatan, serta sinergi lintas pemerintah.
Dengan tersedianya 150 puskesmas, (127 yang teregistrasi) dan sekitar 60 yang terakreditasi, maka penguatan layanan kesehatan dasar masih menjadi prioritas.
Pendekatan pembiayaan kesehatan dilakukan dengan memudahkan masyarakat memperoleh layanan berobat cukup menggunakan Kartu Keluarga (KK).
Jika tidak tercakup Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) pusat, pembiayaan akan ditanggung melalui jaminan kesehatan daerah kabupaten.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menekankan pentingnya pendekatan pembangunan kesehatan yang spesifik sesuai kondisi geografis dan karakter masyarakat di provinsi baru ini.
“Ini provinsi baru dengan karakter masyarakat berbeda-beda sehingga kami sedang mencari formula yang tepat untuk penanganan yang lebih khusus dan spesifik,” ujarnya. (Redaksi)










