ADVERTISEMENT
Minggu, Mei 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Bahas Strategi Wujudkan Papua Tengah Sehat, Kadis Kesehatan Delapan Kabupaten Rakerkesda di Timika

“Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri, kita bisa memperkuat riset, meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri, dan memperluas pasar alat kesehatan lokal”.

10 November 2025
0
Bahas Strategi Wujudkan Papua Tengah Sehat, Kadis Kesehatan Delapan Kabupaten Rakerkesda di Timika

Dari kiri Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc. Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, drg. Yohanes Tebai, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Reynold Ubra membuka kegiatan Rakerkesda ke-III Tahun 2025. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-III Tahun 2025, yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Senin 10 November 2025.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari itu, diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah, termasuk para direktur rumah sakit.

ADVERTISEMENT

Rakerkesda kali ini mengusung tema “Aksi Bersama untuk Papua Tengah Sehat: Strategi Efektif Peningkatan Kesehatan.”

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kegiatan tersebut dibuka secara bersama oleh drg. Yohanes Tebai, Sekretaris Dinkes Provinsi Papua Tengah, Dr.Reynold Rizal Ubra, S.Si, M.Epid, Kadinkes Kabupaten Mimika.

Baca Juga

YLBH Papua Tengah Kecam Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Desak Istana Bertangung Jawab

Community Gateway Wamena Diresmikan, Perkuat Pemerataan Akses Layanan Digital

Ikut membuka kegiatan itu, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc, Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

drg. Yohanes Tebai dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakerkesda menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi.

Termasuk menyamakan arah kebijakan, dan mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten Papua Tengah.

“Rakerkesda ini menjadi ruang untuk menyatukan komitmen dan langkah kita dalam mewujudkan visi Gubernur Papua Tengah, yakni mempercepat akses dan pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok,” ujar Yohanes.

Ia menyampaikan bahwa Gubernur Papua Tengah menargetkan RSUD Nabire menjadi rumah sakit rujukan bagi Kabupaten Dogiyai dan Intan Jaya.

Sedangkan RSUD Paniai akan berfungsi sebagai pusat rujukan bagi Kabupaten Deiyai dan Dogiyai.

Yohanes juga menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan melalui akreditasi rumah sakit, penambahan tenaga kesehatan, serta penguatan fasilitas pelayanan dasar di semua kabupaten.

Program prioritas “Ko Harus Sehat”, kata Yohanes, menjadi langkah strategis pemerintah provinsi untuk memperkuat pelayanan promotif dan preventif, sekaligus menjamin pembiayaan kesehatan bagi masyarakat yang belum tercover oleh BPJS.

“Program Ko Harus Sehat adalah roh Otonomi Khusus di sektor kesehatan. Pemerintah ingin memastikan semua warga Papua Tengah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak, termasuk kasus-kasus yang belum dijamin BPJS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yohanes menambahkan bahwa arah kebijakan pembangunan kesehatan Papua Tengah ke depan akan berfokus pada lima hal utama.

Yaitu, peningkatan sarana prasarana, penambahan tenaga kesehatan, penguatan pelayanan primer dan rujukan, perencanaan anggaran yang efisien, serta pemerataan akses layanan di seluruh kabupaten.

“Kita ingin memastikan seluruh kabupaten berjalan dalam arah yang sama. Dengan perencanaan matang dan kerja sama yang kuat, Papua Tengah akan menjadi provinsi yang sehat, kuat, dan terang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, yang juga turut membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerkesda di Kabupaten Mimika.

“Kami menyambut gembira pelaksanaan Rakerkesda di Kabupaten Mimika. Forum ini menjadi sarana penting bagi seluruh kabupaten untuk berbagi pengalaman dan strategi memperkuat pelayanan kesehatan di Papua Tengah,” ujarnya.

Reynold menjelaskan, Kabupaten Mimika memiliki wilayah sangat luas mencapai 21.000 kilometer persegi dengan populasi sekitar 329 ribu jiwa, di mana sekitar 50 persen merupakan penduduk asli Papua.

Sebagai daerah dengan infrastruktur kesehatan terlengkap di Papua Tengah, Mimika memiliki 26 puskesmas di 18 distrik dan tujuh rumah sakit, termasuk RSUD Mimika yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional sejak 2019.

Jumlah tenaga kesehatan di Mimika kini mencapai lebih dari 3.000 orang yang sudah teregistrasi nasional.

Berkat kerja keras lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, angka kasus malaria di Mimika juga menurun dari 21 persen pada 2020 menjadi 18,2 persen pada 2025.

Ia menambahkan, Mimika juga tengah mendorong digitalisasi pelayanan kesehatan sesuai arah kebijakan Kementerian Kesehatan.

“Kami terus memperkuat pelayanan komprehensif agar terintegrasi dengan BPJS dan sistem rujukan nasional,” terang Reynold.

“Layanan seperti pemeriksaan kesehatan anak sekolah, tenaga kerja lokal, hingga ASN kini kami berikan secara gratis,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc., dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan terus memperkuat ketahanan farmasi dan alat kesehatan nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, tantangan utama industri farmasi nasional masih terletak pada ketergantungan bahan baku impor, keterbatasan teknologi produksi, dan penguatan kapasitas SDM.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri, kita bisa memperkuat riset, meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri, dan memperluas pasar alat kesehatan lokal,” ujarnya.

Jeffri menambahkan, kebijakan Transformasi Kesehatan Pilar Ketiga difokuskan pada penguatan riset dan pengembangan (R&D), peningkatan kemampuan produksi alat kesehatan dalam negeri, dan pengembangan pasar yang berdaya saing.

Rakerkesda ke-III Papua Tengah Tahun 2025 ini diharapkan menjadi wadah konsolidasi dan perencanaan lintas daerah dalam mewujudkan visi besar “Papua Tengah Sehat” melalui kolaborasi, inovasi, dan kerja nyata di sektor kesehatan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

YLBH Papua Tengah Kecam Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Desak Istana Bertangung Jawab

YLBH Papua Tengah Kecam Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Desak Istana Bertangung Jawab

9 Mei 2026
Community Gateway Wamena Diresmikan, Perkuat Pemerataan Akses Layanan Digital

Community Gateway Wamena Diresmikan, Perkuat Pemerataan Akses Layanan Digital

9 Mei 2026
Januari-Mei 2026, 12 Tokoh OPM Berhasil Dilumpuhkan, Pangkogabwilhan III: Keselamatan Warga Sipil Hukum Tertinggi

Januari-Mei 2026, 12 Tokoh OPM Berhasil Dilumpuhkan, Pangkogabwilhan III: Keselamatan Warga Sipil Hukum Tertinggi

9 Mei 2026
OPM Pimpinan Guspi Waker Diduga Pelaku Penembakan yang Menewaskan Warga di Tembagapura

OPM Pimpinan Guspi Waker Diduga Pelaku Penembakan yang Menewaskan Warga di Tembagapura

9 Mei 2026
Dankodaeral XI Pimpin Penandatanganan Pakta Integritas Rekrutmen Calon Taruna AAL 2026 di Papua Selatan

Dankodaeral XI Pimpin Penandatanganan Pakta Integritas Rekrutmen Calon Taruna AAL 2026 di Papua Selatan

9 Mei 2026
Malaria Tropika Papua: Ancaman Serius dan Upaya Eliminasi yang Berkelanjutan

Malaria Tropika Papua: Ancaman Serius dan Upaya Eliminasi yang Berkelanjutan

9 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    832 shares
    Bagikan 333 Tweet 208
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    638 shares
    Bagikan 255 Tweet 160
  • Belum Ada Hasil Evaluasi, 133 Kepala Kampung di Mimika Diminta Tetap Aktif Bekerja

    620 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Dari Rp46 Miliar, Hanya Tersisa Rp5 Miliar untuk Operasional Satpol PP Mimika

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Dugaan Korupsi Proyek Lahan Perkebunan Rp22,5 Miliar, Kejari Mimika Periksa Delapan Saksi

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Jalan Poros Timika-Mapurujaya Kembali Memakan Korban, Seorang Wiraswasta Tewas di TKP

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pejabat BPKAD Terlibat: Komisi Yudisial Pantau Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan ATK Rp4,1 Miliar

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Mahasiswa di Nabire Unjuk Rasa Tolak Militer Nonorganik di Tanah Papua

Mahasiswa di Nabire Unjuk Rasa Tolak Militer Nonorganik di Tanah Papua

Warga Perumahan Timika Indah 2 Keluhkan Jalan Rusak dan Genangan Air, Minta Perhatian Pemerintah

Warga Perumahan Timika Indah 2 Keluhkan Jalan Rusak dan Genangan Air, Minta Perhatian Pemerintah

TNI-Polri, ASN dan Satgas Korpasgat Peringati Hari Pahlawan 2025 di Paniai

TNI-Polri, ASN dan Satgas Korpasgat Peringati Hari Pahlawan 2025 di Paniai

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id