ADVERTISEMENT
Kamis, Januari 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Puluhan Perawat dan Dokter di Mimika Diberi Pelatihan Deteksi Dini Orang Dengan Gangguan Jiwa

Nasrah berharap melalui pelatihan ini, tenaga kesehatan di Puskesmas ketika turun ke lapangan, mampu mendeteksi sejauh mana kondisi kesehatan jiwa anggota keluarga di wilayah pelayanan.

11 Oktober 2024
0
Puluhan Perawat dan Dokter di Mimika Diberi Pelatihan Deteksi Dini Orang Dengan Gangguan Jiwa

Nr. Nasrah Halim, M.Kes.Sp. Kep. J membawakan materi di hadapan Nakes utusan Puskesmas di Mimika, Jumat 11 Oktober 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Puluhan perawat dan dokter di Kabupaten Mimika mengikuti Pelatihan Deteksi Dini dan Tatalaksana Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Pelatihan yang digagas Dinas Kesehatan Mimika, Provinsi Papua Tengah menghadirkan dua narasumber yakni, Nr. Nasrah Halim, M.Kes. Sp. Kep.J dari Rumah Sakit Jiwa Abepura Jayapura dan dr. Manoe Bernd Paul, Sp. KJ, subsp.AR(K).

ADVERTISEMENT

Sementara peserta pelatihan dibagi di dua tempat berbeda.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Untuk peserta kelas perawat bagian Promosi Kesehatan (Promkes) merupakan perwakilan beberapa BLUD Puskesmas berlangsung di Grand Tembaga Hotel, sedangkan untuk tenaga dokter pelatihan dipusatkan di Hotel Horison Ultima.

Baca Juga

Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

Aksi Begal Sadis di Timika, Seorang Pelajar Kehilangan Tangan Akibat Tebasan Parang

Peserta perawat yang ikut dalam pelatihan itu yakni perwakilan dari BLUD Puskesmas Karang Senang, BLUD Puskesmas Timika Jaya dan BLUD Puskesmas Mapurujaya serta perwakilan tenaga kesehatan dari Puskesmas wilayah pantai dan gunung.

Nr. Nasrah Halim, M.Kes. Sp. Kep.J. Nr. Nasrah tampil sebagai narasumber dengan materi tentang konsep asuhan keperawatan deteksi dini, asuhan keperawatan kegawat daruratan dan asuhan keperawatan psikososial.

Sementara para dokter, pemateri dr. Manoe Bernd Paul, Sp. KJ, subsp.AR(K) dan dr. Manoe Bernd Paul membawakan materi tentang gangguan ansietas, gangguan depresi, gangguan perkembangan.

Serta materi masalah psikososial pada anak dan remaja, wawancara psikiatri, kegawat daruratan psikiatrik, deteksi dini masalah kesehatan jiwa.

Nr. Nasrah Halim menjelaskan, pelatihan bagi perawat Puskesmas bertujuan agar bisa menangani deteksi dini, sehingga dapat menekan jangan sampai adanya risiko dengan gangguan jiwa.

Dikatakan Nasrah, melalui deteksi dini bertujuan agar tidak menambah risiko gangguan jiwa kepada pasien maupun terhadap keluarga dan orang di sekitarnya.

Kegiatan deteksi dini dilakukan satu paket, baik untuk anggota keluarga maupun dalam komunitas.

Nasrah berharap melalui pelatihan ini, tenaga kesehatan di Puskesmas ketika turun ke lapangan, mampu mendeteksi sejauh mana kondisi kesehatan jiwa anggota keluarga di wilayah pelayanan.

Ia mencontohkan dalam mendeteksi dini dalam keluarga terdapat lima orang terdiri dari ayah, ibu dan ketiga anak.

Setelah dilakukan deteksi akan diketahui ada yang mengalami gangguan, berisiko dan ada yang sehat jiwa.

Kegiatan mendeteksi dini sangat penting supaya bisa mengetahui kondisi kesehatan jiwa masyarakat di sebuah kampung, desa, kelurahan.

Dengan demikian dapat diketahui berapa yang mengalami gangguan jiwa dan berapa yang dengan berisiko serta berapa yang sehat jiwa.

Disampaikan, dengan deteksi dini bisa mengetahui pasien tersebut mengalami gangguan fisik, mental.

Dengan demikian bisa mencari solusi supaya sakit fisik dan mentalnya tidak berisiko dan pasiennya kembali sehat.

Pasien yang mengalami gangguan jiwa bukan saja karena faktor genetik (keturunan) tetapi penyebabnya bisa timbul dari faktor psikologis dan sosial.

Dimana dipengaruhi tekanan hidup yang semakin berat sehingga mendorong timbulnya konsep dirinya yang mengarah pada sakit jiwa, dan ini merupakan salah satu pencetus genetik.

Dijelaskan untuk menentukan dan mengetahui seseorang sakit jiwa karena faktor genetik harus mengambil assesmen tiga generasi.

Yaitu dari garis keturunan ayah maupun ibunya,

mulai dari nenek atau kakek, ayahnya dan pasien itu sendiri. Atau dua generasi diambil dari saudari perempuan bapaknya.

Namun berdasarkan pengalamannya, selama ini munculnya pasien gangguan jiwa tidak selamanya disebabkan faktor genetik melainkan psikologis dan sosial.

Faktor psikologis muncul karena konsep diri, pola asuh yang salah, tekanan hidup ekonomi yang sulit sehingga membuat stres.

Pasien gangguan jiwa bisa diberikan pendampingan pola sehat yang kategori risiko berusaha sehat.

Dan untuk ODGJ perlu memberi perhatian dan pengawasan supaya yang bersangkutan mampu mandiri.

Karena ODGJ telah melewati fase sehat dan berisiko. Sementara yang berisiko diupayakan untuk kembali sehat (bukan sembuh-red).

Nasrah mengapresiasi Dinas Kesehatan Mimika yang sudah melaksanakan pelatihan deteksi dini gangguan jiwa bagi Nakes, sehingga dapat melakukan edukasi kepada masyarakat.

Deteksi dini seperti ini sudah menjadi program khusus dengan sasaran kepada masyarakat. Bahwa pasien gangguan jiwa perawatannya dibawa ke rumah sakit jiwa.

Sedangkan orang dengan risiko dan sehat penanganannya di komunitas atau di rumah-rumah.

Program deteksi dini ini, selain menjadi sumber data pemerintah juga untuk memudahkan pemerintah dalam memantau dan mengawasi upaya pemulihan kesehatan jiwa.

Namun yang menjadi persoalan sekarang ada banyak pasien yang sudah pulih sakitnya, tetapi lalai atau kurang mendapat perhatian dalam mengonsumsi obat sehingga akhirnya kambuh kembali.

“Apabila itu terjadi maka pekerjaan pelayanan kesehatan jiwa harus dimulai dari fase awal lagi,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

29 Januari 2026
Aksi Begal Sadis di Timika, Seorang Pelajar Kehilangan Tangan Akibat Tebasan Parang

Aksi Begal Sadis di Timika, Seorang Pelajar Kehilangan Tangan Akibat Tebasan Parang

29 Januari 2026
Ratusan Bangunan Dilaporkan Hangus dalam Kebakaran Hebat di Tolikara, Kerugian Ditaksir Rp22 Miliar

Ratusan Bangunan Dilaporkan Hangus dalam Kebakaran Hebat di Tolikara, Kerugian Ditaksir Rp22 Miliar

29 Januari 2026
Bentrok Antarwarga di Deiyai, Dua Warga Tewas, Dua Lainnya Luka-luka

Bentrok Antarwarga di Deiyai, Dua Warga Tewas, Dua Lainnya Luka-luka

29 Januari 2026
Kasus Penikaman di Jalan Ahmad Yani Timika, Kapolres Minta Warga Percayakan ke Polisi

Kasus Penikaman di Jalan Ahmad Yani Timika, Kapolres Minta Warga Percayakan ke Polisi

28 Januari 2026
Situasi Keamanan di Jalan Ahmad Yani Timika Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Anak Panah

Situasi Keamanan di Jalan Ahmad Yani Timika Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Anak Panah

28 Januari 2026

POPULER

  • Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Awali Tugas sebagai Kapolres Supiori, Kompol Frits Erari Hadiri Ibadah, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Situasi Keamanan di Jalan Ahmad Yani Timika Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Anak Panah

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Brigjen Alfred Papare Bergeser ke Papua Barat, Kombes Jeremias Rontini di Papua Tengah

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Seorang Mahasiswa di KM Gunung Dempo

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Jabat Kapolda Papua Tengah, Jeremias Rontini ‘Pecah Bintang’, Berikut Sekilas Perjalanan Karirnya

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Kasus Penikaman di Jalan Ahmad Yani Timika, Kapolres Minta Warga Percayakan ke Polisi

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
Next Post
Puluhan Perawat dan Dokter di Mimika Diberi Pelatihan Deteksi Dini Orang Dengan Gangguan Jiwa

Dari Pelatihan Deteksi Dini ODGJ untuk Nakes di Mimika, Peran Keluarga Solusi Penanganan Pasien Kesehatan Jiwa

Besok Pansel DPRK Audiens dengan Forkompinda, Bahas Pengisian Anggota DPRK Mimika Jalur Pengangkatan

Besok Pansel DPRK Audiens dengan Forkompinda, Bahas Pengisian Anggota DPRK Mimika Jalur Pengangkatan

Tiga Tahun Edarkan Tembakau Sintetis di Timika, ARA Akhirnya Diringkus Polisi

Tiga Tahun Edarkan Tembakau Sintetis di Timika, ARA Akhirnya Diringkus Polisi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id