TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menyoroti akses sanitasi di kampung pesisir serta pentingnya pemantauan ibu dengan kehamilan berisiko tinggi. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Mimika Marselino Mameyao, tenaga kesehatan perlu menjangkau warga di setiap kampung dan menyesuaikan edukasi dengan kondisi setempat.
Marselino menyampaikan hal itu kepada Koranpapua.id usai apel gabungan di halaman Kantor Bupati Mimika, Senin (2/11/2026).
Belum semua kampung memiliki MCK
Marselino mengatakan sebagian kampung sudah memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), sementara kampung lain belum memilikinya. Perbedaan kondisi ini, menurutnya, perlu menjadi pertimbangan saat tenaga kesehatan mengajak warga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Ia meminta tenaga kesehatan menjelaskan langkah yang bisa warga lakukan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan MCK yang tersedia. Untuk kampung yang belum memiliki sarana tersebut, Marselino menekankan perlunya kerja sama lintas sektor agar warga memperoleh akses sanitasi yang layak.
Pemantauan ibu dengan kehamilan berisiko tinggi
Selain sanitasi, Marselino menyoroti pelayanan kesehatan ibu dan anak di kampung. Ia meminta tenaga kesehatan memantau ibu dengan kehamilan berisiko tinggi dan mendorong pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Menurut Marselino, tenaga kesehatan juga perlu melibatkan keluarga. Pemeriksaan rutin, pemantauan kondisi ibu, dan edukasi keluarga membantu mengenali risiko komplikasi lebih awal, baik selama kehamilan maupun menjelang persalinan.
“Pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu hal yang sangat penting. Terutama ibu hamil yang memiliki risiko tinggi, harus mendapatkan perhatian dan pemantauan agar keselamatan ibu maupun anak bisa dijaga,” kata Marselino.
Penulis: Ril Minggu








