TIMIKA, Koranpapua.id – Pembangunan dua unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Mimika, telah rampung 100 persen. Namun, kedua koperasi tersebut belum beroperasi karena masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.
Dua koperasi itu berada di Kampung Limau Asri SP5 dan Kampung Wangirja SP9, Distrik Iwaka. Pembangunannya dilaksanakan oleh personel Kodim 1710/Mimika dengan anggaran sekitar Rp2,2 miliar untuk setiap unit.
Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda mengatakan, pembangunan kedua koperasi telah selesai sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Kualitas bangunannya juga telah beberapa kali diperiksa oleh Pangdam XVII/Cenderawasih.
“Dua titik yang mendapat anggaran dan sudah dibangun berada di Kampung Limau Asri SP5 dan Wangirja SP9. Keduanya sudah rampung 100 persen,” kata Jozanda kepada awak media di Timika, Senin 12 Oktober 2026.
Menurut Jozanda, Kodim 1710/Mimika merencanakan pembangunan KDMP di tujuh titik. Namun, sejauh ini baru dua unit yang selesai dibangun. Pembangunan di lokasi lainnya masih menunggu ketersediaan anggaran.
Meski bangunan telah rampung, operasional koperasi belum dapat dimulai karena perlengkapan pendukung belum sepenuhnya tersedia.
Jozanda menjelaskan, pengiriman sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap dari Jakarta. Distribusi tersebut harus menjangkau sejumlah wilayah lain sebelum sampai ke Papua.
“Untuk operasional dan sarana prasarana, kami masih menunggu kiriman dari Jakarta. Pengirimannya bertahap, sehingga kami masih mengantre,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Koranpapua.id pada Kamis 15 Oktober 2026, bangunan KDMP di Kampung Limau Asri Timur SP5 telah selesai dikerjakan. Namun, koperasi tersebut belum menjalankan kegiatan operasional.
Manajer KDMP Limau Asri Timur, Januarius Ambo Malissa, mengatakan, pihaknya telah menerima satu unit mobil truk untuk mendukung operasional koperasi, terutama dalam pengangkutan barang. Selain itu, tersedia sekitar 35 rompi seragam untuk pengurus.
Saat ini, koperasi tersebut memiliki lima orang pengurus dan 13 anggota. Jumlah anggota masih berpeluang bertambah seiring keterlibatan warga setempat dalam kegiatan koperasi.
Meski bangunan telah selesai dan sejumlah perlengkapan mulai diterima, kegiatan usaha koperasi masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







