TIMIKA, Koranpapua.id– Sebuah long boat bermesin 40 PK yang membawa tujuh orang, termasuk seorang bayi, kehilangan arah di perairan Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu 14 Oktober 2026.
Kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang menjadi penyebabnya.
Seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan setelah dilakukan pencarian di jalur perairan Poumako–Sumapro.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika menerima laporan kejadian tersebut dari Muhammad Faiz pada Rabu siang.
Berdasarkan laporan, long boat berangkat dari Sumapro sekitar pukul 03.00 WIT menuju Pelabuhan Poumako. Namun, sekitar pukul 10.00 WIT, penumpang mengalami kesulitan menentukan arah akibat kabut asap yang menghalangi pandangan.
Salah seorang penumpang kemudian menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan melaporkan kejadian itu kepada Kantor SAR Timika.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan dikerahkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) bermesin 600 PK untuk menyisir perairan Poumako–Sumapro.
Tim yang bergerak atas arahan Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery, menemukan long boat beserta seluruh penumpangnya sekitar pukul 14.14 WIT.
Saat ditemukan, para penumpang dalam keadaan selamat dan sedang melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Poumako.

Salah seorang penumpang, Merlina, mengatakan mereka sempat mendapat bantuan dari nelayan setempat yang sedang menjaring ikan ketika kesulitan menentukan arah. Nelayan tersebut membantu menunjukkan jalur menuju Pelabuhan Poumako.
Setelah seluruh penumpang ditemukan, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Personel yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna transportasi laut untuk memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang sebelum berangkat.
Pengguna long boat juga diimbau memastikan sarana komunikasi tersedia selama perjalanan.
Berikut tujuh orang yang berada di dalam long boat tersebut:
1. Merlina
2. Erik
3. Ratu (bayi)
4. Obet (motoris)
5. Nur Beti
6. Fatrin
7. Baktiar (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







