TIMIKA, Koranpapua.id – Kabut asap yang mengurangi jarak pandang di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengganggu operasional penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika.
Sejumlah penerbangan berpotensi mengalami penundaan hingga perubahan jadwal demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika, Muchammad Nafiek, meminta masyarakat memahami kondisi tersebut dan tidak memaksakan keberangkatan jika jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan.
“Penundaan ini semata-mata untuk menghindari hal-hal yang justru bisa membahayakan,” kata Nafiek, Selasa 13 Oktober 2026.
Menurut Nafiek, keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional penerbangan.
Karena itu, standar operasional dan prosedur keselamatan harus tetap dipatuhi meskipun berdampak pada jadwal keberangkatan.
Di tengah gangguan kabut asap, pihak bandara berupaya mengoptimalkan pelayanan dengan menyesuaikan jam operasional sesuai kebutuhan.
Dalam kondisi normal, Bandara Mozes Kilangin beroperasi mulai pukul 05.30 hingga 16.00 WIT. Namun, jam operasional dapat diperpanjang untuk mengakomodasi kebutuhan penerbangan.
Pada Senin 12 Oktober 2026 malam, misalnya, operasional bandara diperpanjang hingga pukul 23.00 WIT sebagai upaya mengantisipasi dampak gangguan penerbangan.
Meski demikian, Nafiek memperkirakan gangguan akibat kabut asap masih berpotensi berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Perkiraan itu mengacu pada informasi dan pemantauan kondisi atmosfer dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan yang diterimanya, jumlah titik api di sekitar Mimika dan Papua Tengah relatif sedikit. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa asap yang mengganggu penerbangan berasal dari wilayah lain.
“Kami sudah melaporkan kepada pimpinan agar ada penanganan yang sifatnya lebih luas,” ujarnya.
Pihak bandara akan terus mengoptimalkan pelayanan selama kondisi asap belum membaik. Sementara itu, calon penumpang diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing untuk mengantisipasi perubahan jadwal penerbangan.
Nafiek menegaskan, penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh pengguna jasa penerbangan. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







