TIMIKA, Koranpapua.id– Realisasi anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika hingga 24 Agustus 2026 masih belum mencapai 50 persen.
Bahkan, realisasi fisik maupun keuangan rata-rata masih di bawah 40 persen. Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang, Senin 24 Agustus 2026.
Septinus mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius, karena waktu pemerintah daerah untuk mengejar target semakin terbatas.
“Kalau kita lihat realisasi sampai bulan ini, Agustus, itu masih rentang sekali. Jadi rata-rata itu masih belum mencapai 50 persen,” kata Septinus.
Menurut dia, progres OPD masih beragam, mulai dari sangat rendah, rendah hingga sedang. Namun, beberapa OPD telah menunjukkan capaian tinggi, di antaranya Distrik Amar dan RSUD Mimika.
“Yang sangat rendah ini rata-rata dari BLUD, macam BLUD seperti Puskesmas Banti. Itu juga masih rendah,” ujarnya.
Bappeda, kata Septinus, terus melakukan asistensi untuk mengetahui kendala yang menghambat pelaksanaan program sekaligus mendorong OPD mempercepat realisasi.
“Kita dari Bappeda terus melakukan asistensi ke teman-teman. Kita sampaikan kendala-kendala mereka itu ada di mana,” katanya.
Septinus mengingatkan OPD hanya memiliki waktu efektif sekitar tiga bulan untuk mengejar ketertinggalan sebelum memasuki akhir tahun.
“Kita punya target waktu. Kalau efektif di tahun ini kelihatannya hanya tiga bulan saja. Besok minggu depan kita sudah masuk bulan September, Oktober, November,” ujarnya.
Ia meminta operator OPD aktif memperbarui data realisasi sehingga perkembangan program dapat dipantau dan segera dievaluasi jika mengalami hambatan.
“Kita harap teman-teman, terutama di bagian operator, rajin untuk penginputan, supaya kita bisa tahu capaian-capaian ini sampai di mana,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








