ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

Dari informasi yang diperoleh, masih terdapat sekitar 100 hingga 150 orang penambang yang berada di wilayah Kawe, baik di Kali Fis maupun Sungai Pisang-Pisang.

22 Mei 2026
0
Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

Korban pendulang emas yang dieksekusi di Distrik Awinbon, Pengunungan Bintang, Senin 18 Mei 2026. (foto:Ist/koranpapua id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

PEGUNUNGAN BINTANG, Koranpapua.id- Para pendulang emas yang tewas di Kamp Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinisi Papua Pegunungan, dieksekusi sekitar lima hingga 10  orang pelaku.

Sebelum melakukan eksekusi, para pelaku yang mendatangi kamp, awalnya meminta makan dan minum serta minta dibuatkan kopi.

Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, menyebut, penyerangan yang terjadi pada Senin 18 Mei 2026, dilakukan para pelaku menggunakan membawa senjata tajam jenis parang dan busur.

“Selanjutnya ketika para korban sedang beristirahat dan memperbaiki mesin, para pelaku diduga melakukan penyerangan,” ujar Kapolres dalam keterangannya, Jumat 22 Mei 2026.

Baca Juga

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Menurutnya, akibat penyerangan itu, 11 orang dilaporkan menjadi korban, sembilan orang meninggal dunia dan dua orang terluka.

“Pada awal kejadian kami menerima informasi ada dua korban. Namun, pada hari berikutnya, jumlah korban bertambah menjadi tujuh orang dan hingga saat ini diperkirakan total terdapat sebelas korban,” jelasnya.

Kapolres menerangkan bahwa proses evakuasi mengalami kendala akibat adanya penutupan jalur sungai, khususnya Sungai Pisang-Pisang yang menjadi akses utama menuju Tanah Merah.

“Untuk proses evakuasi para korban masih belum dilakukan karena akses jalur sungai yang merupakan jalan menuju lokasi tambang ditutup oleh warga dan kami masih terus berkoordinasi agar jalurnya bisa dibuka,” tuturnya.

Kapolres menyebut, pasca-penyerangan ini, ratusan penambang diduga meninggalkan lokasi tambang dan rencananya akan dievakuasi ke Boven Digoel.

Dari informasi yang diperoleh, masih terdapat sekitar 100 hingga 150 orang penambang yang berada di wilayah Kawe, baik di Kali Fis maupun Sungai Pisang-Pisang.

“Rencananya mereka akan diarahkan menuju Dermaga Iwotan akan diamankan ke Mako Polres Boven Digoel untuk dilakukan pendataan, trauma healing, serta pemeriksaan sebagai saksi,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, saat ini aparat TNI dan Polri bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengidentifikasi semua korban secara akurat serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

7 Oktober 2026
Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

7 Oktober 2026
200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

7 Oktober 2026
Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

7 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    757 shares
    Bagikan 303 Tweet 189
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Tragedi Pendulang Emas di Awimbon: 10 Orang Tewas, Evakuasi Korban dan Penyelidikan Terus Berlanjut

Tragedi Pendulang Emas di Awimbon: 10 Orang Tewas, Evakuasi Korban dan Penyelidikan Terus Berlanjut

Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Sejumlah Wilayah, Papua Tengah Waspada Gelombang Rossby Ekuatorial

Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Sejumlah Wilayah, Papua Tengah Waspada Gelombang Rossby Ekuatorial

Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id