ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Papua Dilirik 21 Investor Eropa untuk Berinvestasi Coklat

Kemendagri berkomitmen mendukung koordinasi dan sinergi lintas pemerintah daerah serta memperkuat peran Otonomi Khusus Papua melalui sektor ekonomi produktif.

22 Februari 2026
0
Papua Dilirik 21 Investor Eropa untuk Berinvestasi Coklat

Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri (foto:AI from Redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 21 investor eropa berkeinginan untuk melakukan investasi tanaman coklat di Papua.

Hal ini disampaikan Billy Mambrasar, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dalam siaran persnya yang diterima koranpapua.id, Minggu 22 Februari 2026.

Billy menyampaikan, terkait program ini, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan strategis yang mempertemukan 21 investor Eropa dengan pemerintah daerah dari tiga kabupaten penghasil kakao di Papua.

Tiga kabupaten itu yaitu, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Manokwari Selatan.

Baca Juga

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Pada pertemuan yang digelar di Hotel Shalva, Jakarta, Kamis pekan kemarin yang diinisiasi oleh Billy Mambrasar dan dilaksanakan bersama Kemendagri.

Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.

Sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi, rapat ini turut mengundang perwakilan dari tiga kedutaan besar, yakni Kedutaan Besar Inggris, Norwegia, dan Prancis.

Ketiga negara ini dikenal sebagai dengan tingkat konsumsi cokelat tertinggi di dunia. Kehadiran perwakilan negara-negara tersebut mencerminkan tingginya minat pasar Eropa terhadap kakao berkelanjutan asal Papua.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri.

Hadir juga Kementerian Perindustrian, Bappenas, Kementerian Perdagangan, serta BRIN, sebagai bentuk dukungan lintas sektor pemerintah pusat dalam mendorong penguatan ekonomi produktif Papua melalui komoditas unggulan.

Dalam keterangannya, Billy Mambrasar menegaskan bahwa penguatan sektor kakao Papua membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah pusat.

Termasuk langkah konkret yang mempertemukan langsung pemerintah daerah dengan pelaku industri.

“Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif adalah satu kesatuan dalam kebijakan Otonomi Khusus. Untuk Papua Produktif, dibutuhkan langkah nyata,” ujar Billy.

“Ini menjadi contoh bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta sangat memungkinkan terjadi dan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yang baik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sumule Tumbo, Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan DPOD Kemendagri menegaskan komitmen Kemendagri dalam mendukung penguatan ekonomi daerah Papua melalui kerangka Otonomi Khusus.

Pemerintah pusat melalui Kemendagri berkomitmen mendukung koordinasi dan sinergi lintas pemerintah daerah serta memperkuat peran Otonomi Khusus Papua melalui sektor ekonomi produktif.

“Kakao merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai tambah tinggi,” jelasnya.

Dari daerah, Wakil Bupati Kepulauan Yapen yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini.

Ia menekankan bahwa kakao telah lama menjadi bagian dari sejarah ekonomi Yapen, namun belum dikembangkan secara optimal dalam beberapa tahun terakhir.

Dari sisi investor, Fitrian Adriansyah, Impact Director ADM Capital, menilai bahwa potensi kakao di tiga kabupaten tersebut sangat besar dan layak dikembangkan dalam satu ekosistem terintegrasi.

“Kabupaten Kepulauan Yapen, Jayapura, dan Manokwari Selatan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai satu ekosistem kakao bersama. Bahkan sangat memungkinkan untuk dibangun sebagai trading hub,” ujar Fitrian.

“Ke depan perlu ditentukan fokus masing-masing kabupaten, apakah sebagai pemasok bahan baku, produk setengah jadi, atau produk siap pasar, agar rantai nilai kakao Papua bisa tumbuh secara optimal,” tambahnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

14 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

14 Oktober 2026
Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

14 Oktober 2026
Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    798 shares
    Bagikan 319 Tweet 200
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Program SERAMBI 2026, BI Papua Siapkan Rp1,16 Triliun Uang Layak Edar selama Ramadhan 1447 Hijriah

Program SERAMBI 2026, BI Papua Siapkan Rp1,16 Triliun Uang Layak Edar selama Ramadhan 1447 Hijriah

Dari 28 yang Diamankan di Yahukimo, Sembilan Diduga Terlibat Serangkaian Aksi Kekerasan

Dari 28 yang Diamankan di Yahukimo, Sembilan Diduga Terlibat Serangkaian Aksi Kekerasan

Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id