TIMIKA, Koranpapua.id- Kendaraan milik karyawan KPI, kontraktor PT Freeport Indonesia (PTFI) atas Erman Rustaman yang ditembak dalam insiden mile 50-Tembagapura, Mimika, ditemukan dalam kondisi rusak akibat diterjang proyektil.
Kerusakan kendaraan itu diperparah, karena sempat menabrak tanggul sebagai dampak dari penyerangan kelompok bersenjata yang terjadi pada Rabu 11 Februari 2026.
Kondisi kerusakan kendaraan tersebut merupakan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) bersama Polres Mimika, Senin 16 Februari 2026.
Untuk diketahui dalam penyerangan tersebut juga terdapat korban lain yakni satu prajurit TNI tewas dan satu luka-luka.
“Peristiwa ini mengakibatkan korban meninggal dunia dan korban luka serta hilangnya dua pucuk senjata api jenis SS2 milik Koramil Tembagapura,” ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo, ‘Kasatgas Humas ODC dalam keteranganya, Selasa 17 Februari 2026.
Dalam olah TKP, tim gabungan juga menemukan barang bukti lain di tempat kejadian.
Di antaranya serpihan proyektil, kaca mobil, jaket merah maron dan gelang tangan hijau.
Termasuk sarung sangkur, sepatu sebelah kanan berwarna hitam kombinasi biru.
“Untuk mobil yang dikendarai korban mengalami kerusakan terutama pada bodi dan kaca pintu depan kanan,” jelas Yusuf.
Dikatakan, saat ini Satgas ODC bersama Polres Mimika berkoordinasi dengan pihak TNI untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kami koordinasi dengan pihak TNI untuk pemeriksaan terhadap satu korban selamat dalam insiden tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Satgas ODC telah mengidentifikasi pelaku penyerangan di Mile 50 area tambang PT Freeport Indonesia.
Diduga, pelaku adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Puncak pimpinan JM yang sebelumnya dikabarkan telah tewas ditembak mati pada tahun 2025.
“Kita masih lakukan penyelidikan dan pengejaran,” ujar Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes IGG Era Adhinata.
Hal tersebut menyusul adanya video pengakuan dari JM, pentolan KKB Puncak Papua.
Dalam rekaman video memperlihatkan dia bersama empat anggotanya mengaku telah melakukan penembakan dan merampas dua pucuk senjata SS2 milik aparat keamanan. (Redaksi)








