TIMIKA, Koranpapua.id– Menjelang bulan suci Ramadan, ketersediaan minyak goreng subsidi Minyakita di Kabupaten Mimika, Papua Tengah masih belum dipastikan.
Hingga kini, Perum Bulog KCP Timika belum menerima penugasan maupun kuota dari kementerian terkait.
Kepala Perum Bulog KCP Timika, Dedy Wahyudi, mengatakan stok minyak goreng yang tersedia saat ini masih terbatas pada minyak goreng premium yang bersifat komersial.
“Untuk minyak goreng subsidi, kami masih menunggu penugasan dan alokasi kuota dari kementerian. Saat ini Bulog Timika hanya menyediakan minyak goreng premium,” ujar Dedy, Sabtu 31 Januari 2026.
Minyak goreng premium tersebut disalurkan melalui mekanisme bisnis, baik kepada jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) maupun melalui kegiatan pasar murah yang dilaksanakan pemerintah daerah.
Bulog Timika juga terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan guna memastikan ketersediaan minyak goreng subsidi menjelang Ramadan.
Di sisi lain, Perum Bulog KCP Timika terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Program SPHP masih diperpanjang oleh Badan Pangan Nasional dan dilaksanakan melalui penyaluran beras medium ke pasar tradisional maupun toko pengecer.
“Beras medium SPHP dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp13.500 per kilogram atau Rp67.500 per kemasan 5 kilogram,” jelas Dedy.
Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui outlet pangan binaan pemerintah, binaan Perum Bulog, serta sejumlah ritel modern seperti Ramayana dan ritel modern lainnya yang beroperasi di Kabupaten Mimika.
Dedy mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan beras SPHP yang tersedia di pasar terdekat, sembari menunggu kepastian distribusi minyak goreng subsidi untuk wilayah Timika. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







