TIMIKA, Koranpapua.id– Ketegangan sempat memuncak di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa 6 Januari 2026.
Ketegangan terjadi ketika rombongan pejabat Pemerintah Kabupaten Puncak yang akan memfasilitasi ritual adat pembakaran jenazah korban konflik, diserang oleh salah satu kubu yang bertikai.
Insiden penyerangan terhadap Wakil Bupati Naftali Akawal bersama Plt Sekda Nenu Tambuni tersebut nyaris menggagalkan prosesi adat dan memicu situasi mencekam di sekitar Polsek Kwamki Narama.
Di tengah kondisi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif, ritual adat pembakaran jenazah korban konflik bernama Jori Murib akhirnya berhasil dilaksanakan pada Selasa 6 Januari 2026.
Prosesi berlangsung di jembatan yang menjadi batas wilayah konflik antara kelompok Dang dan kelompok Newegalen, tepatnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan ritual pembakaran jenazah akhirnya diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Puncak, setelah baik kubu Dang maupun kubu Newegalen menolak bertanggung jawab atas jenazah korban.
“Ia benar (pembakaran diambil alih pemkab puncak-Red) dengan para tokoh,” katanya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










