TIMIKA, Koranpapua.id– Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendataan Administrasi Paguyuban sekaligus memperkenalkan aplikasi Meno Sidak Ganda dan aplikasi FPK.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat FPK Mimika, Rabu 3 Desember 2025, dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Mimika, Yan S. Purba, dan diikuti perwakilan paguyuban se-Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Yan S. Purba menegaskan pentingnya kegiatan ini, karena selama ini Mimika belum memiliki data paguyuban yang tertata dengan baik.
“Tahun-tahun sebelumnya kita tidak punya sekretariat yang jelas. Semua berjalan otomatis, kalau ada masalah baru kita berkumpul,” ujar Yan Purba.
“Mulai tahun 2025, kita ingin membenahi Forum Pembauran Kebangsaan secara profesional, karena forum ini sangat menentukan keamanan dan kerukunan di Kabupaten Mimika,” ungkapnya.
Ia berharap proses pendataan yang dilakukan dalam dua hari dapat menghasilkan data komprehensif mengenai paguyuban yang ada di Mimika, termasuk jumlah anggota masing-masing.
“Tidak boleh lagi ada jawaban kira-kira. Semua harus jelas dan detail. Bahkan kalau bisa sampai golongan darah, supaya ketika ada kebutuhan darurat, kita bisa saling membantu,” tambahnya.
Yan juga menekankan bahwa paguyuban memiliki peran penting dalam menjaga harmoni, mendukung pemerintah, serta merawat nilai-nilai kebangsaan.
“FPK adalah penjaga kerukunan, penjaga Pancasila, dan penjaga NKRI. Mimika adalah miniatur Indonesia karena semua suku ada di sini. Karena itu kita harus merajut kebersamaan ini,” katanya.
Oleh karenanya, Ia berharap melalui pendataan administrasi dan penggunaan aplikasi baru, paguyuban dapat berkontribusi aktif mendukung program pemerintah dan menjaga stabilitas daerah.
Perkenalkan Aplikasi Meno Sidak Ganda dan Aplikasi FPK
Sekretaris FPK Mimika, Agus Hugo Krey, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat administrasi paguyuban melalui sistem digital.
“Pengenalan aplikasi Meno Sidak Ganda, dan aplikasi FPK ini akan membantu paguyuban menyampaikan berbagai informasi langsung ke Kesbangpol dan FPK,” jelas Agus.
Saat ini terdapat 31 paguyuban yang telah terdaftar dan di-SK-kan oleh Kesbangpol Mimika. Namun FPK menilai masih banyak administrasi yang perlu dibenahi.
Agus mengingatkan paguyuban segera melaporkan jika masa jabatan kepengurusan telah berakhir agar FPK dapat memfasilitasi musyawarah pemilihan pengurus baru.
“Aplikasi ini akan memudahkan kita memantau kegiatan paguyuban, menyampaikan laporan, masalah, keluhan, serta hal yang perlu ditangani pemerintah. Dengan begitu kita bisa saling mengontrol dan memberi dukungan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran paguyuban dalam menjaga kedamaian dan keamanan di Mimika yang dikenal memiliki keberagaman budaya dan etnis.
Pada kesempatan itu, FPK juga menyampaikan turut berdukacita atas peristiwa duka yang terjadi sejak Selasa siang dan sempat menimbulkan ketegangan di Timika.
Agus berharap semua pihak bergandengan tangan bersama pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Disamping itu, Agus mengajak seluruh paguyuban berperan aktif demi tercapainya tujuan besar FPK dalam membina kerukunan dan mendukung pembangunan daerah.
“Semoga apa yang kita rancang hari ini menjadi berkat dalam kepemimpinan di paguyuban maupun di forum, serta memberi manfaat bagi Pemerintah Daerah,” tutupnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










