ADVERTISEMENT
Kamis, April 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Tangani Konflik Perbatasan Mimika-Deiyai, Wabup Emanuel Pimpin Timsus ke Kapiraya

“Dulu Kapiraya sangat sepi. Ketika kami membangun lapangan terbang, kami berjalan kaki dengan penuh kesulitan, tidak ada satu pun orang. Sekarang justru terjadi rebutan”.

1 Desember 2025
0
Tangani Konflik Perbatasan Mimika-Deiyai, Wabup Emanuel Pimpin Timsus ke Kapiraya

Bupati Mimika, Johannes Rettob (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk menangani konflik antarkelompok warga di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah.

Timsus yang terdiri dari unsur TNI, Polri, para kepala OPD, serta anggota DPRD, dipimpin langsung oleh Emanuel Kemong, Wakil Bupati Mimika, hari ini Senin 1 Desember 2025 bertolak ke Kapiraya.

ADVERTISEMENT

Terkait persoalan Kapiraya, Bupati Johannes Rettob menjelaskan bahwa persoalan di wilayah itu tidak lagi sekadar menyangkut tapal batas, melainkan sudah berkembang pada isu kepemilikan tambang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menegaskan bahwa batas administratif sebenarnya sudah jelas, sehingga fokus pemerintah kini adalah menangani sengketa aktivitas pertambangan yang memicu ketegangan.

Baca Juga

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

Insiden Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak Perlu Investigasi Independen

“Untuk sementara, tambang itu harus ditutup agar situasi kembali kondusif. Jika tidak, masalah akan terus berulang karena berbagai pihak akan memperjuangkan hak-haknya,” ujarnya di Timika Senin 1 Desember 2025.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, terlebih setelah Kabupaten Mimika menerima penghargaan Harmoni Award.

Ia menggambarkan situasi di Kapiraya dengan peribahasa ‘ada gula ada semut’, merujuk pada meningkatnya aktivitas masyarakat setelah pembangunan infrastruktur seperti lapangan terbang dan jalan.

“Dulu Kapiraya sangat sepi. Ketika kami membangun lapangan terbang, kami berjalan kaki dengan penuh kesulitan, tidak ada satu pun orang,” kenang Bupati.

“Sekarang justru terjadi rebutan. Pembangunan itu baik, tetapi jangan sampai menimbulkan konflik. Harmoni harus tetap dijaga,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa batas wilayah Mimika telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, karena Kabupaten Mimika tidak mengalami pemekaran.

Ini berbeda dengan Kabupaten Deiyai dan Dogiyai yang dimekarkan pada 2008, karenanya batas wilayah Mimika tetap sebagaimana ditetapkan dalam regulasi tersebut.

“Yang paling penting adalah Kemendagri memetakan batas wilayah secara benar. Jika sudah sesuai aturan, maka tidak ada lagi persoalan. Soal hak ulayat, biarlah para tokoh adat yang menentukan,” tutupnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

29 April 2026
Insiden Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak Perlu Investigasi Independen

Insiden Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak Perlu Investigasi Independen

29 April 2026
Pempus Perkuat Intervensi Kesehatan, 12% ODHA di Indonesia Berada di Tanah Papua

Pempus Perkuat Intervensi Kesehatan, 12% ODHA di Indonesia Berada di Tanah Papua

29 April 2026
Pagelaran Seni Budaya Papua Resmi Dibuka, Dimeriahkan 10 Grup Yospan dan Dance Modern

Pagelaran Seni Budaya Papua Resmi Dibuka, Dimeriahkan 10 Grup Yospan dan Dance Modern

29 April 2026
TNI Tembak Mati Jeki Murib, Komandan OPM Otak Pembunuhan Karyawan Freeport Simson Mulia

TNI Tembak Mati Jeki Murib, Komandan OPM Otak Pembunuhan Karyawan Freeport Simson Mulia

29 April 2026
Tiga Hari Kedepan Masih Berpotensi Hujan, Distrik Tembagapura Rawan Longsor

Tiga Hari Kedepan Masih Berpotensi Hujan, Distrik Tembagapura Rawan Longsor

29 April 2026

POPULER

  • Akses Masuk ke Halaman Gereja Katedral Timika Diperketat, Ini Alasannya

    Akses Masuk ke Halaman Gereja Katedral Timika Diperketat, Ini Alasannya

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Sekuriti Hotel Rylich Panorama Tewas Ditikam OTK

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • MRP-PPT Bukan Bawahan Gubernur, Agustinus: Perlu Perhatikan Etika dan Jangan Saling Menjatuhkan

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • 30 Personel Brimob Dikerahkan Kejar Buronan Kasus Pembunuhan Dua Marinir

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • YLBH Papua Tengah Kecam Oknum TNI Masuk Ruang Privat Pastor Paroki Katedral Timika

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • TNI Tembak Mati Jeki Murib, Komandan OPM Otak Pembunuhan Karyawan Freeport Simson Mulia

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Sempat Melawan, DPO KKB Penembak Warga Sipil Diringkus di Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Jaga Situasi Kamtibmas, Satgas Korpasgat dan Apkam di Nduga Laksanakan Patroli Gabungan

Jaga Situasi Kamtibmas, Satgas Korpasgat dan Apkam di Nduga Laksanakan Patroli Gabungan

Jaga Situasi Kamtibmas, Satgas Korpasgat dan Apkam di Nduga Laksanakan Patroli Gabungan

Dua Pencari Gaharu Tewas Diserang OTK di Yahukimo

Bawa Bendera Bintang Kejora, Seorang Pria Tergeletak Diamankan Aparat di Mimika

Bawa Bendera Bintang Kejora, Seorang Pria Tergeletak Diamankan Aparat di Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id