TIMIKA, Koranpapua.id– Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengeluarkan pernyataan tegas yang ditujukan kepada pekerja pendatang, termasuk bupati, gubernur dan pilot asing untuk tidak mengangkut senjata menggunakan pesawat sipil.
TPNPB berjanji akan menembak pesawat yang terbukti membawa senjata. Terkait dengan aksi ini, TPNPB menyatakan siap untuk bertanggungjawab di Pengadilan Kriminal Internasional.
Pernyataan keras ini disampaikan Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB dalam video streaming yang diterima koranpapua.id, Rabu 2 April 2025.
Dalam video yang sudah beredar luas di masyarakat itu, Sembby juga mengistruksikan kepada anak buahnya untuk menembak pesawat TNI-Polri termasuk pesawat sipil yang membawa senjata ke tempat-tempat yang masuk dalam wilayah perang.
Peringatan keras Sembby ini dikeluarkan setelah pihak TPNPB mendapatkan video percakapan antara seorang pilot asing dengan Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli yang membahas tentang senjata untuk keperluan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di area konflik bersenjata.
“Saya Sembby Sambom mengeluarkan peringatan keras kepada semua bupati asli Papua, gubernur asli Papua dan pilot-pilot asing dari Eropa, Amerika, Australia dan juga pilot Indonesia dan pilot orang asli Papua yang menerbangkan pesawat ke kampung-kampung di daerah-daerah terpelosok pedalaman dan pegunungan”.
“Kami berikan peringatan sekali lagi untuk pesawat anda tidak memuat anggota TNI-Polri dan juga kami tidak mengijinkan anda tidak membawa senjata dalam pesawat-pesawat anda”.
“Jika itu ketahunan maka kami sudah perintahkan untuk pesawat-pesawat itu ditembak dan resiko akan ditanggung sendiri,” demikian pernyataan Sebby.
Dikatakan peringatan semacam ini selalu disampaikan TPNPB setiap minggu, bulan dan tahun, sebagai bagian untuk menghargai hukum Internasional.
Masih dalam video yang sama, Sebby juga menyampaikan kepada para kepala daerah agar mempunyai hati untuk orang Papua.
“Mulutmu bisa untuk NKRI tapi hati jangan untuk NKRI, karena apapun kita masih hidup akan berjuang terus sampai Papua akan Merdeka,” pungkasnya.
Sembby juga menegaskan kepada Bupati Yahukimo untuk membayar penggunaan beberapa Lapangan Terbang (Lapter), karena menurut Sembby Lapter yang ada di wilayah itu dibangun oleh pihaknya.
“Pos po situ kami yang bangun kami Gereja NRC dari CG Belanda dari Gidi hubungan dengan Australia dari GKI. Kami yang bangun gereja-gereja di wilayah itu. Jadi disitu wilayah pelayanan kami. Katolik tidak ada disana, Katolik hanya ada di Oksibil saja, jadi kita yang buka-buka lapangan itu” jelasnya.
TPNPB juga mengklaim bahwa saat ini pihaknya sudah mencatat semua kelakuan kepala daerah yang tidak berpihak kepada TPNPB.
Catatan tersebut akan dibuka kembali di pengadilan ketika nanti Papua dinyatakan merdeka.
“Perjuangan ini tidak main-main nanti. Kita akan merekam semua tindakan anda (kepala daerah). Setelah papua merdeka kita akan tangkap anda sekalian,” tegasnya. (Redaksi)