ADVERTISEMENT
Selasa, April 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Ratusan Warga Gelar Aksi Demo, Desak Perusahaan PJP Ditutup

Kami datang bukan untuk mediasi, kami datang untuk meminta perusahaan PJP ditutup sampai ada jawaban dari PT Freeport Indonesia.

9 Juli 2024
0
Ratusan Warga Gelar Aksi Demo, Desak Perusahaan PJP Ditutup

Ratusan warga yang tergabung dalam supplier tujuh suku lakukan aksi di depan perusahaan Pengembangan Jaya Papua, Selasa 9 Juli 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Ratusan warga yang tergabung dalam kelompok supplier tujuh suku di Kabupaten Mimika, menggelar aksi demo di depan perusahaan Pengembangan Jaya Papua (PJP) di Jalan Cenderawasih, SP3, Selasa 9 Juli 2024.

Massa memprotes PJP, perusahaan yang selama ini menjadi penyedia jasa catering PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mempermainkan harga, dengan membeli kebutuhan bahan mentah dengan harga yang murah.

ADVERTISEMENT

Harga beli oleh PJP di kelompok supplier bahan mentah yang adalah Orang Asli Papua (OAP) sangat murah dan tidak sesuai dengan harga satuan yang berlaku di pasaran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Massa dalam aksi tersebut mendesak agar operasional PJP untuk sementara ditutup.

Baca Juga

Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

Pemilik Ladang Ganja di Hutan Pegunungan Bintang Diduga Pemain Lama

Deki Tenoye yang mengaku sebagai perwakilan tujuh suku dalam orasinya mengatakan, PJP sebagai vendor yang dipercayakan oleh Freeport telah mempermainkan harga beli bahan mentah, sehingga menyulitkan para supplier OAP dalam bersaing.

Deki menyampaikan rasa kekecewaan, karena sebagian besar pejabat yang duduk di manajemen PJP merupakan mantan karyawan (pensiunan) Freeport.

Namun sangat disayangkan bukan memperhatikan masyarakat OAP, tetapi lebih mementingkan pribadi.

“Kau hanya pensiun karyawan baru bikin perusahaan, kau tidak punya modal, Freeport kasih modal kau, kau membunuh pengusaha Papua yang punya tanah ini,” tegas Deky lantang.

Selain mendesak PJP ditutup, massa juga meminta segera dilakukan ivestigasi praktek mafia yang terjadi PT Pangan Sari Utama (PSU) termasuk vendor yang bernaung dibawah perusahaan tersebut.

Mereka juga meminta keadilan bagi pengusaha OAP dan masyarakat Mimika serta mengembalikan hak-hak masyarakat OAP.

Yance Sani, Koordinator Aksi Demo dalam orasinya mengatakan, aksi demo ini bertujuan untuk meminta operasional PJP untuk sementara dihentikan.

“Kami datang bukan untuk mediasi, kami datang untuk meminta perusahaan PJP ditutup sampai ada jawaban dari PT Freeport Indonesia,” tegasnya.

Setelah melakukan orasi perwakilan masa kemudian bertemu dengan perwakilan perusahaan PJP.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan tuntutan sekaligus mengunci gerbang PJP.

Aksi protes ini dikawal anggota polisi dipimpin, Iptu Stefanus Yimsi, Kapolsek Kuala Kencana. Hadir juga AKP Budi Santoso, Kasat Intel Polres Mimika. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

14 April 2026
MRP Merasa Tidak Dilibatkan Pemerintah dalam Pengambilan Kebijakan Strategis Daerah

MRP Merasa Tidak Dilibatkan Pemerintah dalam Pengambilan Kebijakan Strategis Daerah

14 April 2026
Pemilik Ladang Ganja di Hutan Pegunungan Bintang Diduga Pemain Lama

Pemilik Ladang Ganja di Hutan Pegunungan Bintang Diduga Pemain Lama

14 April 2026
Polisi di Timika Kembali Ringkus Dua Pelaku Curanmor, Motor Curian Berhasil Diamankan

Polisi di Timika Kembali Ringkus Dua Pelaku Curanmor, Motor Curian Berhasil Diamankan

14 April 2026
Kombes Gatot: Polisi Telah Bentuk Tim Tangani Dua Kasus Pembunuhan di Timika

Kombes Gatot: Polisi Telah Bentuk Tim Tangani Dua Kasus Pembunuhan di Timika

14 April 2026
Skandal Standar MBG Mimika: 11 SPPG Ditutup, Pengawasan Dipertanyakan

Skandal Standar MBG Mimika: 11 SPPG Ditutup, Pengawasan Dipertanyakan

14 April 2026

POPULER

  • Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    595 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Aroma Dugaan Korupsi Proyek Lahan di Mimika Menguat, Kasus Senilai Rp22,5 Miliar Naik Tahap Penyidikan

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Bahas Berbagai Isu Kruasil, MRP se-Papua Raya Audensi dengan DPD RI di Jakarta

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terekam CCTV, Seorang Pria Tewas Dihabisi di Halaman Masjid Al-Azhar Timika

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Satpol PP Mimika Operasi Penertiban Pedagang Kaki Lima di Sejumlah Ruas Jalan dalam Kota

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • DBH Freeport Turun Rp800 Miliar, Mimika Terancam Defisit Anggaran

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Desak PJP Ditutup, Suplier Tujuh Suku Sampaikan Sembilan Tuntutan

Desak PJP Ditutup, Suplier Tujuh Suku Sampaikan Sembilan Tuntutan

Imbas Putusan MA, KPU Kaji Kemungkinan Buka Kembali Pendaftaran Calon Independen  

Imbas Putusan MA, KPU Kaji Kemungkinan Buka Kembali Pendaftaran Calon Independen  

Besok, Rocky Gerung Tampil di Timika Sebagai Pembicara Utama di Talk Show Paradox Papua

Besok, Rocky Gerung Tampil di Timika Sebagai Pembicara Utama di Talk Show Paradox Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id