ADVERTISEMENT
Senin, Juli 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim

Awal 2024, Nenek dan Cucunya Dibunuh OTK, Motif Pembunuhan Masih Diselidiki

Korban WK meninggal setelah mengalami hantaman benda tajam di bagian wajah dan sang cucunya dihantam benda tajam pada bagian kepala.

2 Januari 2024
0
Awal 2024, Nenek dan Cucunya Dibunuh OTK, Motif Pembunuhan Masih Diselidiki

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadig. (Foto : Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA,Koranpapua.id- Memasuki awal tahun 2024, dua warga Jileale, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dibunuh oleh Orang Tidak Dikenal (OTK), Senin 1 Januari 2024.

Kedua korban itu berinisial WK seorang nenek berjenis kelamin perempuan berusia 59 tahun dan AMK yang merupakan cucunya berusia sekitar 3-4 tahun. Peristiwa pembunuhan berlokasi di kompleks SDI Jileale.

ADVERTISEMENT

Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra melalui Kasat Reskrim, Iptu Fajar Zadig mengatakan, dugaan sementara pembunuhan tersebut terjadi pada malam hari atau menjelang subuh. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Jadi kami kasih keterangan sedikit dulu. Karena kasusnya masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Fajar kepada Koranpapua.id melalui teleponnya, Selasa 2 Januari 2024.

Baca Juga

TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

Operasi Sikat Noken 2026: Polres Mimika Sita Belasan Sajam, Ganja, Puluhan Kendaraan hingga Sopi

Fajar menjelaskan kedua korban ini mempunyai hubungan keluarga nenek dan cucu. Untuk mengungkapkan kasus ini pihaknya telah memeriksa dua orang saksi yakni SK sebagai menantu dan AW anak kandung korban. Keduanya tinggal berdekatan dengan rumah korban.

Berdasarkan keterangan dari SK, sekitar pukul 05.00 WIT SK bangun membuat nasi goreng.  Setelah masak, SK mengantarkan nasi goreng ke rumah mertuanya yang letaknya berdekatan.

Setiba di rumah mertuanya, SK membuka pintu belakang kemudian masuk. Ia kemudian letakan nasi goreng tersebut di atas meja. Selanjutnya saksi masuk dalam kamar dan mendapatkan kedua korban masih tertidur.

Pada saat itu saksi juga belum menyadari kalau mertuanya dan anaknya sudah meninggal. Saksi kemudian memeluk anak kecil tersebut dan memegang kepalanya untuk disandarkan di tubuhnya.

Begitu memegang kepalanya ia merasa ada air, namun ternyata setelah diperhatikan ternyata darah. Seketika itu juga saksi berteriak dan lari keluar rumah memanggil masyarakat sekitar.

Melihat ada kejanggalan atas kasus ini, pihak keluarga melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kwamki Narama. Merespon ini, Polsek Kwamki Narama melaporkan peristiwa ini ke Satreskrim Polres Mimika.

Mendapatkan laporan tersebut, Kasatreskrim bersama anggotanya turun ke lokasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setiba di TPK, polisi langsung mengevakuasi kedua korban ke RSUD Mimika. Hasil visum dokter menyatakan kedua korban sudah meninggal dunia delapan jam yang lalu.

Korban WK meninggal setelah mengalami hantaman benda tajam di bagian wajah dan sang cucunya meninggal setelah dihantam benda tajam pada bagian kepala.

Polisi belum mengetahui secara pasti, jenis benda tajam yang digunakan OTK untuk menghabiskan nyawa kedua korban.

“Apakah benda tajam itu jenisnya parang atau kampak kami belum tahu. Hanya terkonfirmasi bahwa itu benda tajam. Sementara apakah adanya kasus kekerasan seksual juga kami belum bisa sampaikan,” ujar Fajar.

Berdasarkan hasil olah TKP untuk sementara baru ditemukan baju korban dan bercak darah. Setelah menjalani visum langsung dibawa pulang ke rumah duka di Kelurahan Karang Senang-Jileale SP3. Sesuai rencana pada hari ini Selasa 2 Januari 2024 dimakamkan.

Atas kasus ini kata Fajar, polisi baru memeriksa dua orang saksi, sementara saksi lain belum dipanggil karena keluarga masih dalam suasana duka serta dengan alasan masih mengikuti ibadah pemakaman.

Hingga berita ini diturunkan, siapa pelakunya termasuk apa motifnya masih dalam tahap penyelidikan polisi.

“Kasus ini menjadi atensi pimpinan bagi kami, karena kasus ini sangat sadis sekali. Kami berharap keluarga bisa bersabar dan berikan waktu bagi kami untuk bekerja. Kami tetap terus kejar para pelaku,” katanya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

26 Juli 2026
Operasi Sikat Noken 2026: Polres Mimika Sita Belasan Sajam, Ganja, Puluhan Kendaraan hingga Sopi

Operasi Sikat Noken 2026: Polres Mimika Sita Belasan Sajam, Ganja, Puluhan Kendaraan hingga Sopi

26 Juli 2026
Masyarakat Adat Tota Mapiha Tolak Tambang Emas Ilegal dan Daerah Otonomi Baru

Masyarakat Adat Tota Mapiha Tolak Tambang Emas Ilegal dan Daerah Otonomi Baru

26 Juli 2026
Senator Papua Tengah: Jangan Jadikan Papua Tempat Latihan Perang, Dialog Harus Segera Dilakukan

Senator Papua Tengah: Jangan Jadikan Papua Tempat Latihan Perang, Dialog Harus Segera Dilakukan

26 Juli 2026
Satgas Pasgat Kembali Gagalkan Penyelundupan 214 Gram Ganja di Kargo Bandara Sentani

Satgas Pasgat Kembali Gagalkan Penyelundupan 214 Gram Ganja di Kargo Bandara Sentani

26 Juli 2026
Kemenhut Ungkap Dugaan Perdagangan Burung Dilindungi Melalui Facebook di Jayapura

Kemenhut Ungkap Dugaan Perdagangan Burung Dilindungi Melalui Facebook di Jayapura

26 Juli 2026

POPULER

  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    705 shares
    Bagikan 282 Tweet 176
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    638 shares
    Bagikan 255 Tweet 160
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Kasus Rudapaksa Anak 12 Tahun: Polres Mimika Tetapkan Tersangka, Korban Diancam Dibunuh

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Ratusan Buruh Sawit di Iwaka-Mimika Mengadu Tiga Bulan Hidup Tanpa Listrik, Upah Rp100 Ribu Sehari

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Inilah Harapan Tokoh Agama, Anggota DPRD, Ketua FKDM, dan Kapolres untuk Mimika di 2024

Inilah Harapan Tokoh Agama, Anggota DPRD, Ketua FKDM, dan Kapolres untuk Mimika di 2024

Kado HUT Uskup Yanuarius ke-63, Aloysius Giyai Serahkan Tanah Lima Hektar untuk Pembangunan UNIKA Papua

Kado HUT Uskup Yanuarius ke-63, Aloysius Giyai Serahkan Tanah Lima Hektar untuk Pembangunan UNIKA Papua

Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak: Gubernur, Wagub, Bupati dan Wabup 2024 Harus OAP

Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak: Gubernur, Wagub, Bupati dan Wabup 2024 Harus OAP

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id