ADVERTISEMENT
Minggu, April 19, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

Empat Rumah dan Dua Kandang Babi Warga RT 09 Wanagon Nyaris Hanyut Terbawa Banjir

Veronika bersama warga sudah melaporkan ke Dinas PUPR saat turun melihat kondisi sungai. Namun warga mendapatkan jawaban bahwa pembangunan bronjong merupakan tanggungjawab Dinas PUPR Provinsi.

7 September 2023
0
Empat Rumah dan Dua Kandang Babi Warga RT 09 Wanagon Nyaris Hanyut Terbawa Banjir

Seorang warga menjelaskan kondisi beberapa rumah yang hampir terbawa banjir karena tanah penahan bangunan yang terus dikikis air, Kamis 7 September 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Hujan lebat yang mengguyur Kota Timika dan sekitarnya beberapa hari terakhir mengakibatkan empat rumah dan dua kandang babi milik warga RT 09, Kelurahan Wanagon, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, nyaris hanyut terbawa banjir.

Air sungai mengalir cukup deras dan mengakibatkan tanah sepanjang aliran sungai terkikis dan longsor hingga mendekati rumah warga. Empat rumah yang nyaris hanyut tersebut adalah kepunyaan Andreas Wou, Karolus Koli, Doni Wayoi dan Carles Kabes (alm).

ADVERTISEMENT

Pantauan media ini yang langsung turun ke lokasi, Kamis 7 September mendapatkan kondisi rumah milik Andreas Wou yang ada di seberang sungai sudah dalam posisi miring.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Fondasi rumah permanen tersebut sudah kelihatan, karena tanah penutup fondasi habis tergerus banjir. Begitu juga dengan rumah milik Carles Kabes (alm).

Baca Juga

Kapolresta Rilis Pengungkapan Terbesar Narkoba di Empat Bulan Pertama 2026, Mencapai 8,3 Kg

Tambang Ilegal di Papua, Bukan Sekadar Isu Hukum, Ini Prespektif Berbeda Mantan Kapolda Papua

Bangunan rumah Carles bisa saja ambruk jika hujan lebat kembali turun dan debit air sungai meninggi. Begitupun dengan dua kandang babi milik Karolus Koli dan Doni Wayoi yang sudah berada sangat dekat dengan bibir sungai.

Veronika Kowuhun menuturkan, warga sudah berusaha memasang bronjong. Namun upaya tersebut tidak bertahan lama, karena ketika musim hujan bronjong hanyut dibawa arus.

Atas kondisi tersebut, Veronika bersama warga sudah melaporkan ke Dinas PUPR saat turun melihat kondisi sungai. Namun warga mendapatkan jawaban bahwa pembangunan bronjong merupakan tanggungjawab Dinas PUPR Provinsi.

“Mereka macam saling baku tolak tanggungjawab. Kami mohon bupati bisa datang lihat kondisi rumah kami di sini,” harap Veronika yang diamini warga lain.

Persoalan ini juga sudah disampaikan kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika pada Februari 2023 lalu. Saat itu petugas BPBD datang ke lokasi untuk memotong pohon tumbang yang menghalangi Daerah Aliran Sungai (DAS).

” Kami takut mati bukan karena penyakit tetapi kami takut mati karena dimakan sungai saat arus deras musim banjir yang terus mendekati bangunan rumah,” keluhnya.

Dikatakan, warga sudah tinggal di wilayah tersebut sejak tahun 1980. Awalnya sungainya tidak selebar sekarang. Namun setelah ada pelebaran DAS oleh Dinas PUPR beberapa tahun lalu, mengakibatkan setiap hujan lebat sisi kiri dan kanan DAS terus terkikis.

” Setiap hujan lebat pada malam hari, kami tidak bisa tidur nyenyak dan selalu terjaga jangan sampai rumah terbawa arus. Dulu sewaktu sungai masih kecil untuk menyeberang ke rumah sebelah kali hanya menggunakan balok dan papan penyeberang seadanya,” paparnya.

Ia menambahkan untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, Andrieas Wou setiap malam pindah tidur di keluarganya sementara istri dan anak-anaknya sudah pindah tinggal di Fakfak.

Yosias Lossu, Kepala BPBD Mimika membenarkan kondisi rumah warga setempat. Berbeda dengan yang disampaikan warga, Yosias mengatakan, pihaknya beberapa kali mendatangi lokasi, namun selalu dimarahi warga.

” Mereka maunya cepat-cepat. Padahal kita tunggu dana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat,” jelas Lossu kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon.

Lossu menuturkan, saat ini bantuan hibah dari APBD Mimika sudah tidak bisa dipakai untuk mendanai pekerjaan tersebut, karena akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“ BPBD lagi menunggu dana hibah dari BNPB Pusat. Usulannya sudah setujui tinggal menunggu kapan dana itu turun untuk bangun di lima titik termasuk di RT 09. Rencananya kita bangun tembok pengaman,” tandas Yosias. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kapolresta Rilis Pengungkapan Terbesar Narkoba di Empat Bulan Pertama 2026, Mencapai 8,3 Kg

Kapolresta Rilis Pengungkapan Terbesar Narkoba di Empat Bulan Pertama 2026, Mencapai 8,3 Kg

18 April 2026
Tambang Ilegal di Papua, Bukan Sekadar Isu Hukum, Ini Prespektif Berbeda Mantan Kapolda Papua

Tambang Ilegal di Papua, Bukan Sekadar Isu Hukum, Ini Prespektif Berbeda Mantan Kapolda Papua

18 April 2026
Polisi Ungkap Pembunuhan Berencana di Mimika, Libatkan Seorang Wanita, Pencetus Konflik di Kwamki Narama

Polisi Ungkap Pembunuhan Berencana di Mimika, Libatkan Seorang Wanita, Pencetus Konflik di Kwamki Narama

18 April 2026
Kajati Papua Resmikan Rumdis Rp1,5 Miliar, Bupati Mimika: Bukan Gratifikasi

Kajati Papua Resmikan Rumdis Rp1,5 Miliar, Bupati Mimika: Bukan Gratifikasi

18 April 2026
Program Bedah Rumah Serentak se-Papua Diluncurkan 27 April 2026, 500 Unit Setiap Kabupaten

Program Bedah Rumah Serentak se-Papua Diluncurkan 27 April 2026, 500 Unit Setiap Kabupaten

18 April 2026
Evakuasi Guru yang Menderita Sakit di Distrik Hoya Masih Terkendala Cuaca Buruk

Dapodik Mimika Bermasalah, Kadisdik: Data Pusat dan Kondisi Rill di Sekolah Jauh Berbeda

18 April 2026

POPULER

  • Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Kereta Api Segera Hadir di Papua: Rute Pertama Hubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Jayapura

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Dapodik Mimika Bermasalah, Kadisdik: Data Pusat dan Kondisi Rill di Sekolah Jauh Berbeda

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Keributan di Tengah Suasana Duka, Satu Warga Dilaporkan Tewas, Empat Polisi Terluka

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Skandal Standar MBG Mimika: 11 SPPG Ditutup, Pengawasan Dipertanyakan

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Klinik Pemda Dibangun Baru, Alokasikan Anggaran Rp450.500.000

Klinik Pemda Dibangun Baru, Alokasikan Anggaran Rp450.500.000

Ditetapkan Sebagai Penyangga Kerawanan Pangan, Dinas Pertanian Tanam 1.000 Polybag Ubi Talas dan Ubi Jalar

Ditetapkan Sebagai Penyangga Kerawanan Pangan, Dinas Pertanian Tanam 1.000 Polybag Ubi Talas dan Ubi Jalar

Suasana di ruang pelayanan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mimika terlihat sepi. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Banyak Pelaku UKM di Mimika Menolak Mengurus Nomor Induk Berusaha

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id