ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Tolak Pembangunan Pagar, Warga Minta Manajemen RSUD Perhatikan Kesepakatan Tahun 2022

Dalam kesepakatan itu, meskipun dibangun pagar tetapi pihak RSUD tetap membuka akses pintu keluar masuk bagi warga terdampak pembangunan RSUD. Namun yang terjadi sekarang ada keputusan baru, sepihak dan bertolak belakang dengan kesepakatan sebelumnya.

2 Agustus 2023
0
Warga memasang spanduk penolakan pembangunan pagar keliling RSUD Mimika, Selasa 1 Agustus 2023. (Foto: Ist./Koranpapua.id)

Warga memasang spanduk penolakan pembangunan pagar keliling RSUD Mimika, Selasa 1 Agustus 2023. (Foto: Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Warga RT 02 dan 03, Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menolak pembangunan pagar keliling area Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Bentuk penolakan tersebut, warga memasang spanduk bertuliskan ‘Stop….!!! Pembangunan pagar sepanjang jalan masuk depan kios, sebab menutup mata pencaharian kami. Timika 31 Juli 2023’. Spanduk penolakan ini dipasang warga hari Selasa 1 Agustus 2023, pukul 09.00 WIT.

ADVERTISEMENT

Terkait penolakan pembangunan pagar, Sem Nauw dan Yohanes Fatie pada 31 Juli telah mengirim surat kepada Direktur RSUD, dr. Antonius Pasuru.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berikut Isi Lengkap Surat Kopensasi: 

Baca Juga

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Dengan hormat. Pembangunan Pagar Keliling Rumah Sakit yang sedang dikerjakan akan segera menutup dan memutuskan mata pencarian kami secara permanen, tentunya kehilangan sumber pendapatan yang menunjang kehidupan sehari-hari, kami meminta kiranya bapak direktur bijak mempertegas pemberian kompensasi yang manusiawi dan layak.

Kami menolak sementara memasukan surat permohonan berjualan di dalam kantin rumah sakit yang akan dibebani biaya sewa. Pekerjaan pagar di depan kios tolong dikosongkan dulu sebelum kami menerima jawaban tertulis dari bapak direktur.

Demikian surat ini kami ajukan kiranya ditindaklanjuti, atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Surat tersebut dengan tembusan Kepala Kampung Mawokauw Jaya dan Ketua RT 02 dan 03.

Kepada Koranpapua.id, Yohanis Fatie berharap pihak manajemen RSUD Mimika memperhatikan kesepakatan awal yang dibuat bersamaan dengan kegiatan sosialisasi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang berlangsung di Hotel Horison Ultima tahun 2022.

Dimana dalam kesepakatan itu, meskipun dibangun pagar tetapi pihak RSUD tetap membuka akses pintu keluar masuk bagi warga terdampak pembangunan RSUD. Namun yang terjadi sekarang ada keputusan baru, sepihak dan bertolak belakang dengan kesepakatan sebelumnya.

Untuk diketahui pada sosialisasi Amdal juga dihadiri Kepala Distrik Wania, Ricard Nelson Wakum yang diwakili oleh Amin Gredenggo, Sekretaris Distrik Wania, Edison Rafra, Kepala Kampung Mawokauw Jaya bersama warga terdampak.

Karenanya Yohanis berharap pada mediasi antara pihak RSUD dan warga terdampak pada Kamis 3 Agustus, pihak kepolisian harus menghadirkan pihak-pihak terkait yang pernah hadir dalam sosialisasi Amdal ini.

“Dengan tidak melaksanakan kesepakatan ini, seolah-olah pertemuan itu hanya sebatas mengibuli masyarakat,” tandasnya. Warga membuka kios di sekitar RSUD bukan untuk mengumpulkan kekayaan, tetapi setidaknya bisa membantu ekonomi warga sehari-hari.

Yohanis bahkan mempertanyakan rekomendasi Amdal RSUD Mimika yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup atas dampak bagi warga sekitar.

“Saya juga mempertanyakan pernyataan Direktur RSUD yang katanya dalam rapat dengan warga, bahwa Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin dan Panglima menegur dirinya karena belum dibangunnya pagar di area rumah sakit,” tandas Yohanis.

Luky Mahakena, Humas RSUD Mimika saat dihubungi Rabu 2 Agustus menjelaskan, masalah tersebut sudah pernah diselesaikan melalui pertemuan dengan Direktur RSUD dr. Anton Pasulu.

Namun pada Selasa 1 Agustus warga kembali memasang spanduk penolakan pembangunan pagar. Dirinya mendapatkan perintah dari Direktur RSUD untuk bertemu warga, namun pertemuan itu belum ada keputusan.

Pada pertemuan bersama warga, pihak Yohanis Fatie tetap menyatakan menolak pembangunan pagar. Penolakan ini berbeda dengan hasil pertemuan sebelumnya bahwa, berdasarkan keputusan manajemen rumah sakit dengan pertimbangan kondisi keamanan, tetap membangun pagar keliling kompleks RSUD.

“Kemarin anggota Satbinmas Polres sudah datang dan kami serahkan penyelesaiannya ke Polres Mimika untuk melakukan mediasi,” jelas Luky.

Iptu Paulus Rande Ratu, SE, Kasat Binmas Polres Mimika yang dihubungi via ponselnya, Rabu 2 Agustus mengungkapkan saat kejadian anggotanya langsung turun ke lokasi.

Menurutnya, masalah ini pihak RSUD telah mengadu ke Polres Mimika untuk meminta kepolisian melakukan mediasi penyelesaian secara kekeluargaan dan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami belum hubungi pihak warga yang menolak. Tapi rencananya besok, Kamis 3 Agustus kita mediasi mulai jam 11.00 siang di Kantor Pelayanan Polres di Jalan Cenderawasih,” jelas Paulus.

Ia berharap agar kedua pihak dapat menyelesaikan persoalan ini dengan hati yang sejuk dan pikiran yang jernih. Apalagi pembangunan pagar untuk kepentingan keamanan dalam mendukung pelayanan publik di RSUD. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

22 Agustus 2026
Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

22 Agustus 2026
Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

22 Agustus 2026
60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

22 Agustus 2026
Kabupaten di Papua Tengah Wajib Usulkan 10 Program Prioritas untuk Program 2027

Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan: Pemprov Kerahkan Armada Gabungan, Kabut Asap Terlihat Nyata di Nabire

22 Agustus 2026
23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

22 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    725 shares
    Bagikan 290 Tweet 181
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Peserta mempraktekkan mengevakuasi korban menggunakan tandu dalam pelatihan, Kamis 3 Agustus 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Kebakaran Bisa Terjadi Kapan Saja, Pj Bupati: Kemampuan Skiil Personil BPBD Mimika Perlu Ditingkatkan

Kamaluddin, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Januari- Juni 2023 Malaria di Mimika Capai 36.828 Kasus, Dinkes Terapkan Aplikasi SMILE untuk Pelaporan Logistik Malaria

Galeri Foto Kegiatan Pelatihan Internal Anggota BPBD Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id